Jayapura, Jubi — Mantan pesepak bola nasional asal Papua, Octovianus Maniani, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi fasilitas olahraga di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama. Ia menuturkan, kota yang dikenal sebagai tempat lahirnya sepak bola di Tanah Papua itu kini hanya memiliki tiga lapangan sepak bola, dan semuanya tidak memenuhi standar minimal.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Padahal kita tahu, daerah ini adalah tempat lahirnya sepak bola di Tanah Papua dan telah melahirkan banyak pemain hebat untuk tim nasional Indonesia dan Persipura,” ujar Okto dalam Talkshow Lima Satelit Satu Abad Nubuatan I.S. Kijne di Rasiei, Rabu (23/10/2025).
Okto mengatakan, Teluk Wondama memiliki potensi besar dalam dunia olahraga, terutama sepak bola. Dari daerah ini telah lahir sejumlah atlet nasional seperti Yohanes Auri, Ronny Wabia, dan Adold Kabo.
“Kalau lapangan saja sudah terbatas, bagaimana dengan pembinaan dan kompetisi ke depan?” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, seorang warga Rasiei mengungkapkan bahwa lapangan di kaki Bukit Aitumeri, yang dulu menjadi lapangan sepak bola, kini telah berubah fungsi menjadi lapangan upacara dan sebagian arealnya tertutup batu.
“Bukan hanya itu, di pinggir jalan pun banyak pohon sagu yang sudah ditebang dan ditimbun,” katanya.
Talkshow Lima Satelit Satu Abad Nubuatan I.S. Kijne yang diikuti berbagai kalangan pemuda, akademisi, dan tokoh masyarakat itu mengangkat tema “Peran Aktif Pemuda dalam Transformasi Diri dan Masyarakat Menuju 100 Tahun Mendatang.”
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan agar generasi muda Papua tidak berhenti pada nostalgia masa lalu, tetapi mengambil peran nyata dalam membangun masa depan yang berkeadilan, berdaya, dan berakar pada nilai-nilai luhur tanahnya.
Di tengah keterbatasan sarana olahraga dan tantangan pembangunan, semangat untuk bertransformasi—seperti yang diwariskan oleh I.S. Kijne—masih menyala. Dari lapangan-lapangan kecil di Wasior, harapan besar itu terus tumbuh: bahwa kebangkitan Papua akan lahir dari tangan-tangan muda yang berani bermimpi dan bekerja bagi tanahnya sendiri.(*)




















Discussion about this post