Jayapura, Jubi – Para alumnus, kembali mendesak Pemerintah Provinsi Papua merenovasi Asrama Mahasiswa Papua Kamasan II Bandung, Jawa Barat. Mereka prihatin melihat kondisi aset Pemerintah Provinsi Papua tersebut.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi Asrama Mahasiswa Papua. Jangan sampai [keberadaannya] menjadi perhatian [diakui] oleh provinsi lain, hasil pemekaran Papua,” Yansen Bisai, saat perayaan Natal Bersama Alumni Mahasiswa Bandung di Tanah Papua.
Keprihatinan serupa disuarakan Martinus Tesia. Dia mengatakan bangunan Asrama Mahasiswa Papua tersebut mengandung nilai sejarah karena dibangun semasa Pemerintahan Hindia Belanda.
“Bangunan Asrama Mahasiswa Papua termasuk warisan budaya Kota Bandung sehingga sudah seharusnya dirawat. Jangan sampai asrama warisan Belanda itu hancur bahkan mungkin berpindah tangan [kepemilikan],” kata Tesia.
Perayaan Natal Bersama Ikatan Alumni Mahasiswa Bandung di Tanah Papua berlangsung di Cafe Kadin Papua, Sabtu (14/12/2024). Perayaan tersebut sekaligus menjadi ajang temu kangen sesama alumnus,
“Ikatan alumni ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Namun, juga harus berkontribusi terhadap pembangunan di Papua,” kata Alvin Jouwe, Ketua Ikatan Alumni Mahasiswa Bandung di Tanah Papua.
Pernyataan serupa dilontarkan Zakarias Yawan, Ketua Panitia Natal Bersama Ikatan Alumni Mahasiswa Bandung di Tanah Papua. Pensiunan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Biak tersebut menyatakan alumni harus membuat program dan rencana pengembangan sumber daya manusia sebagai sumbangsih mereka terhadap pembangunan di Papua. (*)





















Discussion about this post