• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Mahasiswa Fakfak yang terusir dari asrama di Manokwari mengadu ke Kejati Papua Barat

November 15, 2024
in Domberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Adlu Raharusun - Editor: Zely Ariane
Manokwari

Echa Komber, mahasiswa dari Fakfak menyerahkan aspirasi aksi ke Asintel Kejaksaan Tinggi Papua Barat, di depan kantor Kejaksaan Papua Barat, Jumat (15/11/2024) -Jubi/Adlu Raharusun

0
SHARES
4
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari, Jubi – Nasib 60 mahasiswa Kabupaten Fakfak, Papua Barat, yang sebelumnya tinggal di Asrama Mahasiswa Fakfak di Kelurahan Amban, Manokwari kini terkatung-katung. Mereka terusir dari asramanya di Kampung Anggori, Amban, Manokwari, hingga terpaksa menumpang di Bumi Perkemahan Pramuka hingga berujung di pengungsian.

“Saya perempuan Mbahamata, merasa sedih sekali karena kami tinggalkan orang tua menempuh pendidikan di kota ini tetapi ternyata kami tinggal di tanah bermasalah, ” ungkap Echa Komber, Mahasiswa Unipa asal Kabupaten Fakfak saat berorasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi, di Manokwari, Papua Barat, Jumat (15/11/2024).

Echa Komber mengatakan sejak diminta mengosongkan asrama tempat mahasiswa Putra dan Putri tempati, aktivitas kuliah mereka sangat terganggu. Orang tua di kampung kerap menanyakan kondisi mereka karena tak ada keluarga atau kerabat dekat di Manokwari.

Pada Senin (11/11/2024) 60 mahasiswa asal Fakfak terpaksa mengosongkan asrama yang mereka tempati karena status bangunan asrama yang ternyata bermasalah dengan pemilik tanah. Mereka awalnya ditampung di Bumi Perkemahan Arowi, namun atas permintaan warga Fakfak lainnya terpaksa mahasiswa pindah ke sebuah rumah di kawasan Reremi Manokwari.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

IMG20241115114348 scaled
Aksi dan orasi gabungan BEM dan gabungan mahasiswa di depan kantor Kejaksaan Papua Barat, Jumat (15/11/2024). Mereka prihatin dengan kondisi mahasiswa Fakfak yang terusir dari asramanya -Jubi/Adlu Raharusun

Mereka lalu menggelar demontrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat pada Junat (15/11/2024), karena ada indikasi perbuatan melawan hukum dibalik kasus terusirnya mereka dari asrama yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak di kawasan Anggori, Kelurahan Amban, Kabupaten Manokwari.

“Mengapa kami harus demo ke Kantor Kejaksaan, tidak ke Kantor Pemda Fakfak atau DPRD Fakfak, karena kami melihat ada indikasi perbuatan melawan hukum dimana selama ini Pemerintah Daerah terus membayar sejumlah dana kepada PT Fulika yang mengatasnamakan sebagai pemilik tanah tempat dibangun Asrama Fakfak, kami minta pihak kejaksaan mengusut tuntas masalah ini,” kata Rusmanudin, mahasiswa asal Fakfak yang berkuliah di Manokwari.

Rusmanudin mengatakan berdasarkan pengecekan mereka, sertifikat tanah bangunan asrama mahasiswa Fakfak itu ternyata berstatus Hak Pakai bukan Hak Milik atau aset Pemda Fakfak. Sementara Pemerintah Daerah Fakfak sejak tahun 2007 dan 2015 telah membayar uang dengan total Rp2 Miliar kepada PT. Fulika sebagai pihak yang menjual tanah ke Pemda Fakfak.

BERITATERKAIT

Kejati Papua Barat tetapkan tiga tersangka korupsi proyek dermaga Apung Sowi Marampa

Raker Kejati Papua Barat, para Kejari bahas penanganan korupsi hingga pidana umum

Gubernur Papua janji perhatikan kebutuhan mahasiswa di setiap asrama

Kejati Papua Barat setor Rp5,8 Miliar uang korupsi jalan Mogoy–Mardey

“Demi kemanusiaan kami minta pihak Kejaksaan memanggil dan memeriksa pihak terkait di Pemda Fakfak dan PT Fulika,” pinta Rusmanuddin.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pengakuan pemilik tanah

Agustina Mandacan, pemilik tanah dimana berdiri bangunan asrama itu mengaku permasalahan tanah lokasi pembangunan Asrama Mahasiswa Fakfak itu pernah dia bicarakan langsung dengan Pemda Fakfak di Fakfak. Namun menurutnya tidak ada hasil kesepakatan yang dicapai.

Soal duduk persoalan tanah tersebut, Agustina  Mandacan menjelaskan bermula dari kerabatnya yang datang ke mereka (pihak pemilik) untuk meminta izin untuk mengeruk tanah (galian c) di lokasi tersebut.

“Bapak Benny (Fulika) itu dengan Bapak Nani. Bapak Nani itu kasih tau sama kami pemilik tanah bahwa, anak Agustina kami datang bawa hamparan tanah dari sini (Anggori) ke sana (lokasi pembangunan jembatan) jadi tanah itu tidak dibeli,” tutur Agustina Mandacan.

IMG20241115120051
Agustina Mandacan (tengah) saat ikut di kegiatan aksi mahasiswa di depan Kantor Kejaksaan Papua Barat, Jumat (15/11/2024)-Jubi/Adlu Raharusun

Dia menegaskan bahwa lokasi yang dikeruk tanahnya tidak sampai di lokasi tanah yang dibangun Asrama Fakfak itu.

“Baru kenapa Fulika bisa jual tanah itu ke Pemda Fakfak tapi kami tidak tau? Kami punya dokumen surat-surat lengkap,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Muhammad Bardan, setelah menerima aspirasi mahasiswa Fakfak mengaku prihatin mendengar kondisi mahasiswa Fakfak saat ini.

“Kami terima aspirasi, karena dari penyampaian semua perwakilan saya sangat rasakan. Saya membayangkan ade-ade mahasiswa sementara belajar tapi asrama masih jadi beban bermasalah,” kata Asintel Kejaksaan Tinggi Papua Barat saat menerima pendemo dari Mahasiswa Fakfak.

Bardan berjanji apa yang disampaikan para mahasiswa melalui aspirasi aksi akan ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum.

“Sesuai arahan Jaksa Agung kita tidak hanya menindak tetapi juga memperbaiki, jika ada indikasi pelanggaran hukum akan kita tindaklanjuti,” tegas Asintel kepada para mahasiswa Fakfak.

Solidaritas antar mahasiswa

Esten Pihiwi, mahasiswa FKIP Unipa Asal Fakfak yang juga merupakan kordinator aksi mengatakan aspirasi mahasiswa Fakfak adalah meminta Kejaksaan Tinggi segera memanggil Pemda Fakfak dan pihak PT Fulika terkait persoalan sengketa tanah asrama mahasiswa Fakfak di Manokwari.

“Kami mahasiswa Fakfak [menuntut] segera memanggil Pemda Fakfak agar segera memeriksa terkait fasilitas pendidikan yang terjadi di Kabupaten Manokwari maupun seluruh kota studi di Indonesia,” katanya sembari memohon pihak kejaksaan segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, BEM Universitas Papua, Yenuson Rumaikew mengatakan persoalan yang dihadapi oleh mahasiswa Fakfak di Manokwari itu merupakan potret masalah pendidikan di Tanah Papua secara keseluruhan.

“Kami BEM melihat masalah ini salah satu dari masalah pendidikan, mereka datang dari Fakfak agar menerima ilmu [tetapi] tidak didukung oleh fasilitas asrama. Ini mereka saat ini tidak belajar dengan tenang,” kata Yenuson Rumaikew.

BEM sebagai bagian dari mahasiswa datang menyampaikan aspirasinya kepada Kejaksaan Tinggi Papua Barat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar mahasiswa mahasiswi Fakfak dapat tetap menerima ilmu dengan baik.

Yostan Hilopak, Ketua PMKRI Manokwari menambahkan, persoalan pendidikan yang dialami oleh mahasiswa Fakfak ini juga merupakan potret masalah yang ada di Tanah Papua, ditengah besarnya anggaran yang dikucurkan.

Yostan pun meminta Kejaksaan Tinggi agar serius terhadap aspirasi mahasiswa Fakfak. “Pihak kejaksaan Tinggi berkordinasi dengan Pemda Fakfak untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Aksi demo mahasiswa berakhir setelah pihak kejaksaan menerima aspirasi yang dibacakan dan diserahkan langsung ke Asisten Intelijen Kejati Papua Barat. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Asrama MahasiswaKejati Papua BaratMahasiswa Fakfak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026

Kasus pembunuhan ART di manokwari dilimpahkan ke Jaksa

April 1, 2026

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026

Kuasa Hukum terdakwa korupsi KUR Bank Papua pertanyakan bukti kerugian negara

March 30, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

April 3, 2026
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

April 2, 2026
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026
LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
pasifik

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

0
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

0
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

0
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

0
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

0
LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

0
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

0

Trending

  • beasiswa

    Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara