Jayapura, Jubi – Sejumlah pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Puncak, Papua Tengah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok di antaranya beras satu ton dan uang tunai, kepada pengungsi asal kabupaten mereka di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (5/3/2026).
Bantuan itu disalurkan kepada pengungsi asal Distrik Amungkalpia dan Distrik Ralmakawiya, Kabupaten Puncak yang ada Distrik Kwamki, Kabupaten Mimika.
Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni mengatakan ia bersama Ketua I DPRK, Soni Wandikbo, Ketua Komisi I, Deminikson Wonda, dan anggota DPRK yaitu Teanus Alom, Melince Magai, Elisabeth Wafom dan Edi Yolemal.
“Masyarakat ini merupakan pengungsi akibat konflik [bersenjata] yang terjadi antara pihak TNI/Polri dan TPNPB/OPM di Distrik Amungkalpia dan Ralmalkawiya. Mereka telah kosongkan tempat tinggal mereka [dan] keluar mengungsi di sini,” kata Thomas Tabuni melalui panggilan teleponnya usai penyaluran bantuan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Thomas Tabuni mengatakan, pihaknya mengunjungi pengungsi asal Puncak di Kabupaten Mimika, untuk melihat langsung kondisi mereka di tempat pengungsian.
Katanya masyarakat di lokasi pengungsian menyampaikan aspirasinya ke DPRK, meminta TNI/Polri non organik distrik mereka segera ditarik.
“Kami juga mendapatkan aspirasi secara tertulis mengenai permintaan dan keluhan masyaraka. Rencananya secara kelembagaan [kami] akan melaksanakan pertemuan tertutup dan selanjutnya akan dilakukan tindak lanjuti aspirasi ini,” ujarnya.
Thomas Tabuni berharap bahwa apa yang disampaikan masyarakat ini menjadi perhatian dan perlu ditangapi oleh semua pihak. Sebab, negara hadir karena adanya rakyat.
“Masyarakat meminta dengan tegas segera dibentuk panitia khusus atau pansus. Mereka sudah trauma, karena pasukan non organik sudah menyebar luas di pelosok-pelosok, makanya mengungsi,” ucapnya.
Ketua I DPRK Puncak, Soni Wandikbo mengatakan, masyarakat sejumlah distrik di Puncak mengungsi karena aparat keamanan menguasai gereja dan rumah-rumah mereka, sehingga warga trauma.
“Karena itu masyarakat mengungsi di mana-mana. Sebagian besar ada di sini (Mimika), dan sebagian masih ada di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak,” kata Soni Wandikbo.
Soni Wandikbo mengatakan, pihaknya sebagai wakil rakyat menghimbau TNI/Polri di Kabupaten Puncak, agar keluar dari perkampungan supaya masyarakat bisa kembali ke kampung halaman mereka. Katanya itu menjadi harapan bersama masyarakat.
“Hari ini, inisiatif ketua DPRK bisa membantu para pengungsi. Kami sampaikan bahwa yang ada di tempat ini (Mimika) merupakan masyarakat Puncak, bukan penduduk Timika,” kata Soni Wandikbo.
Perwakilan tokoh pemuda di lokasi pengungsian, Mistius Alom mengatakan aspirasi masyarakat sudah serahkan kepada Ketua DPRK Puncak.
Katanya, masyarakat ingin TNI/Polri yang ada di distrik dan kampung mereka segara ditarik supaya masyarakat bisa kembali ke kampung.
“Semoga aspirasi yang kami sampaikan ini bisa di dengar oleh DPRK Puncak dan pihak yang berwajib.” Kata MistiusAlom. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post