Nabire, Jubi – Warga yang berada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat perintis milik Smart Air PK-SNS di perairan Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026), membagikan ceritanya ketika insinden itu terjadi.
Salah satu saksi Niko Rayki, pemuda yang rumahnya berada dekat dengan Pantai Karadiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, lokasi jatuhnya pesawat mengatakan mendengar ada bunyi pesawat yang lepas landas dari Bandara Udara Douw Aturure Nabire.
Saat itu Rayki yang selesai membabat rumput di halaman rumahnya, berjalan ke pantai.
“Tapi suara bunyi pesawat itu kayak makin mendekat dan suara makin besar. Saya pikir pesawat mau ambil air, ternyata saya sudah di pinggir pantai itu pesawat sudah jatuh di perairan dan meluncur kayak speed [boad] baru mulai tenggelam,” kata Raiky.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Dalam insiden itu, Niko Rayki bersama kawannya Albert dan empat karyawan Perusahaan, PT Jati Dharma Indah Plywood Industries menjadi orang pertama menyelamatkan penumpang dan kru pesawat dari air.
Katanya, karena melihat pesawat tenggelam ia bersama temannya dan empat karyawan PT Jati Dharma segara berlari ke pantai. Ketika itu lokasi pesawat sekitar 200-300 meter dari tepi pantai.
Menurutnya, saat pesawat mulai tenggelam ke air, penumpang dan kru pesawat sudah berusaha mulai keluar, mereka semua naik ke badan pesawat.
“Jadi saya dengan teman Albert ini ambil tali panjang, ikat di badan lalu berenang bawah tali ikat [di] ekor pesawat. Sementara empat karyawan dari darat tarik pakai mobil. Sampai dekat [tepi pantai] baru kita kasih naik penumpang dan pilotnya ke darat. Puji Tuhan semua selamat,” ujarnya.
Rayki mengatakan, ketika pihaknya berupaya mengevakuasi penumpang dan kru pesawat, gelombang laut cukup besar disertai angin kencang.
“Kalau barang bawaan dan lain-lain ditinggal [di dalam pesawat] yang penting semua orang selamat. Tadi pas evakuasi saya lihat penumpang sekitar 7 orang ka begitu, termasuk kru pilot itu mungkin 8 orang. Penumpang tidak ada anak-anak, hanya penumpang ada remaja dan dewasa saja. Semua selamat,” katanya.
Ia mengatakan, setelah pihaknya berhasil mengevakuasi penumpang dan kru pesawat, barulah Tim Basarnas, kepolisian dan pihak Bandara datang untuk mengevakuasi pesawat di ke tepi pantai Karadiri.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Resor atau Wakapolres Nabire, Komisaris Polisi Piter Kendek mengatakan, pihaknya mengamankan tempat kejadian perkara atau TKP untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
“Memang kejadiannya itu sangat cepat. Sampai saat ini pesawat masih diusahakan agar pesawat bisa ditarik dengan menggunakan alat berat. Situasi aman terkendali hanya menunggu ditarik pesawat untuk taruh di tempat yang lebih aman,” kata Piter Kendek.
Pesawat Smart Air Charter PK-SNS berhasil dievakuasi menggunakan alat berat milik perusahaan PT Jati Dharma Indah Plywood Industries, Selasa sore pukul 17.30 WP.
Sementara itu, dalam laporannya, pihak Safety & Quality Department, PT. Smart Cakrawala Aviation menjelaskan kronologis kejadian yang menyebut pesawat lepas landas dari Bandar Udara Nabire (NBX), Papua Tengah menuju Kaimana (KNG), Papua Barat.
Sesaat setelah take off, pesawat mengalami gangguan pada engine dan Pilot in Command (PIC) memutuskan RTB (Return to Base) atau memutar kembali ke bandara, namun karena thrust power semakin turun. PIC akhirnya melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Bandara Nabire. (*)
Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!



















Discussion about this post