Jayapura, Jubi – Komunitas Mahasiswa Papua atau KMP melakukan penggalangan dana di sejumlah titik di Kota Jayapura, Papua Kamis (18/9/2025). Aksi itu untuk membantu warga yang terdampak luapan air danau Tage Biru di Distrik Deiyai Miyo, Kabupaten Paniai, Papua Tengah sejak November 2024 lalu.
Beberapa titik yang menjadi lokasi penggalangan dana KMP, di antaranya lampu merah Waena, Distrik Heram, lumpur merah Kotaraja, Distrik Abepura, dan kawasan Lingkaran Abepura.
Koordinator aksi penggalangan dana di Lampu merah Waena, Nason Soll mengatakan pihaknya menggelar aksi donasi sejak pukul 08.00 Waktu Papua.
“Aksi donasi ini karena ada warga di [pinggiran Danau Tege, Paniai] sejak November 2024 hingga kini masih mengungsi, sebab permukiman mereka terendam air danau yang meluap akibat tingginya curah hujan. Kami mahasiswa turun jalan melakukan penggalangan dana untuk bantu masyarakat di sana,” kata Nason Soll saat aksi penggalangan dana.
Sementara itu, koordinator umum, Alex Omiage Youw mengatakan selain melakukan penggalangan dana, pihaknya juga membuka posko umum di kawasan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura atau USTJ.
“Akibat meluapnya air Danau Tage Biru itu, satu balita meninggal dunia pada Juli 2025. Selain itu beberapa rumah warga, bahkan tempat perkebunan semua tergenang air, sampai saat ini disana belum kondusif baik,” ucap Youw.
Katanya, Komunitas Mahasiswa Papua yang terdiri Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi atau BEM-PT dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya melakukan penggalangan dana untuk membantu warga terdampak luapan air Danau Tege.
BERITATERKAIT
“Saya melihat Pemerintah Kabupaten Paniai terutama gugus tanggap bencana agak lamban merespons situasi yang dialami masyarakat sejak kejadian. Setelah kami buka posko pada September 2025 ini, barulah pemerintah respons,” ucapnya. (*)




















