Sentani, Jubi – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura Efra Jerry Tunya mengatakan sudah 10 dari total 19 Distrik di wilayah itu sudah selesai melakukan perhitungan suara di tingkat Kabupaten Jayapura.
“Sisa 9 distrik yang akan kami tuntaskan sebelum tanggal 6 desember besok,” ujar Jerry di salah satu hotel di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu malam (4/12/2024)
Dikatakan, pleno rekapitulasi penghitungan suara dimulai pada 1 Desember lalu dengan menyelesaikan Distrik Yokari, lalu pada 2 Desember di Distrik Nimbokrang, Unurum Guay, Gresi Selatan dan Distrik Namblong. Sementara pada 3 Desember kemarin hanya Distrik Kemtuk Gresi.
“Pada hari ini ada Distrik Depapre, Demta, Ravenirara dan distrik Yapsi. Jadi sudah 10 distrik yang sudah selesai rekapitulasi penghitungan suara, baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua maupun bupati dan wakil bupati Jayapura,” katanya.
Pihaknya tetap akan melaksanakan tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 10 TPS di sejumlah distrik di wilayah Kabupaten Jayapura pada 6 Desember nanti, karena tahapan perhitungan atau rekapitulasi ditingkat Provinsi akan berlangsung pada 9 Desember mendatang.
“Awalnya 18 TPS tetapi sudah dilakukan klarifikasi terhadap pihak terkait ternyata hanya 10 TPS saja. Sementara logistik untuk PSU sudah disiapkan, dan petugas KPPS yang kemarin bertugas akan digantikan dengan yang baru. Karena proses PSU hanya sehari dan semua proses kita harapkan selesai pada 8 atau 9 Desember yang langsung diantar ke provinsi,” katanya.
Dia menerangkan, inti dari rekapitulasi hasil suara adalah pencatatan atau administrasi yang tertuang dalam format C dan D hasil serta hasil jumlah suara apakah sudah benar atau tidak. Hal ini yang penting dicermati sehingga tidak berdampak kepada sengketa pada perhitungan atau rekapitulasi pada jenjang berikutnya. Untuk 10 distrik saat ini semuanya berjalan dengan baik.
Tunya juga mengimbau masyarakat Kabupaten Jayapura agar tetap menjaga situasi dan ketertiban dengan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang.
“Saksi dari seluruh paslon baik gubernur maupun bupati seluruh nya ikut ambil bagian dalam pleno rekapitulasi suara termasuk Bawaslu dan Gakkumdu juga, sehingga kita berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jayapura, Zacharias Rumbewas menambahkan dalam tahapan saat ini pleno rekapitulasi hasil suara sedang berjalan dengan baik dan lancar. Kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan atau salah dalam pembacaan langsung diklarifikasi, termasuk pertanggung jawaban langsung oleh pihak terkait.
“Harapan kita bersama semua PPD dapat melaporkan seluruh hasil dari setiap TPS di kampung masing-masing dengan baik dan benar. Karena ketika ada kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan jumlah atau hasil atau salah pengucapan angka dan jumlah akan berbuntut panjang, karena semua saksi dari seluruh paslon turut menyaksikan. Jika yang dilakukan adalah perbaikan dan perbaikan serta klarifikasi terus maka pleno rekapitulasi ini tidak akan selesai, tetapi sejauh ini semua berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Terkait adanya PSU di 10 TPS yang mana sebagiannya sudah diklarifikasi langsung oleh PPD. Rekomendasi yang lain untuk 10 TPS tetap berjalan.
“Kami juga akan melakukan klarifikasi serta Verifikasi jenis pelanggaran yang dilakukan, termasuk klarifikasi. Apakah ada pelanggaran administrasi atau pelanggaran yang berujung pidana nanti kita akan ketahui setelah dilakukan ferivikasi terhadap jenis pelanggaran, saksi dan barang bukti,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat, Maurits Felle mengatakan dari seluruh proses dan tahapan dalam Pilkada serentak ini, masih ada banyak kendala yang terjadi, baik dari segi koordinasi hingga kepada penyampaian informasi kepada publik.
“Masyarakat di luar sana juga sedang menunggu hasil dari hak suara mereka yang telah disalurkan pada 27 november kemarin. Pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Kabupaten Jayapura tidak memberikan informasi yang rinci kepada publik. Ini berlangsung sejak awal. Sekarang sudah ditahapan apa, kalau pleno rekapitulasi suara, sudah berapa distrik, siapa yang unggul di setiap distrik, secara presentasi masyarakat juga harus mendapat informasinya.,” ujar Maurits Felle. (*)



















Discussion about this post