Jayapura, Jubi – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, Papua, bersama penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Jayapura menggelar kegiatan pembinaan spiritual dan moral.
Acara ini bertujuan mencegah penyakit sosial yang kian marak di masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (9/9/2024).
Wakil Sekretaris FKUB Kota Jayapura yang juga Ketua Panitia, Patinus Wenda, menegaskan bahwa Jayapura, sebagai miniatur Indonesia dengan keanekaragaman suku, ras, dan agama, menghadapi tantangan kompetisi sosial yang dapat memicu perpecahan.
“Kecenderungan masyarakat untuk bersaing dan berkembangnya praktik keagamaan yang ekstrim dapat mengesampingkan nilai kemanusiaan dan membahayakan harmoni sosial,” ungkap Wenda.
Ia juga menambahkan, penyuluh agama memainkan peran vital dalam memberikan nasihat dan pedoman moral kepada masyarakat.
“Penyuluh agama bertugas menyampaikan ajaran agama yang relevan untuk membantu masyarakat menghadapi masalah sosial seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan pernikahan dini,” jelasnya.
Selain itu, penyuluh agama juga berperan dalam menjembatani dialog antarbudaya dan antaragama, guna memperkuat toleransi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. “Pendekatan ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial,” tambahnya.
Pembimbing Zakat Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Hj. Ani Matdoan S.Ag, MM, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan penguatan moderasi beragama, di mana penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Tugas utama kami adalah memastikan pendidikan agama berjalan baik, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ujar Ani.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan SKPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Melalui sinergi ini, penyuluh agama dapat lebih efektif memberikan bimbingan yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Ani.
Ketua FKUB Kota Jayapura, Pdt. Hein Carlos Mano, menyoroti pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah sosial di Jayapura.
“Tugas kami adalah mendorong moderasi beragama agar masyarakat bersikap lebih moderat dan toleran terhadap agama lain. Kami juga bekerja sama dengan penyuluh agama untuk mendampingi umat dalam menangani masalah sosial, seperti HIV/AIDS,” ujar Mano.
Pdt. Mano menambahkan, FKUB akan menggandeng guru BK dan ketua OSIS pada November untuk memberikan pembinaan kepada siswa SMP, terutama terkait bahaya narkoba dan pergaulan bebas. “Kami ingin membangun generasi yang lebih baik, agar Kota Jayapura tetap aman dan damai,” tutupnya. (*)
























Discussion about this post