• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pemerintah disebut gunakan empat pola ‘merampok’ alam Tanah Papua

January 29, 2026
in Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Alam Tanah Papua

Tangkapan layar Diskusi dan Catahu 2025 "Seperti Biasanya, Torang Tra Dianggap Ada: Tahun Penuh Penjarahan Alam Papua" yang digelar Yayasan Pusaka dan disiarkan secara daring di YouTube Pusaka Bentala Rakyat, Kamis (29/1/2026) - YouTube Yayasan Pusaka Bentala Rakyat

0
SHARES
30
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menyebut ada empat pola yang digunakan pemerintah untuk ‘merampok’ alam Tanah Papua. 

Pernyataan itu disampaikan Tigor Hutapea dari Pusaka Bentala Rakyat ketika Diskusi dan Catahu 2025 “Seperti Biasanya, Torang Tra Dianggap Ada: Tahun Penuh Penjarahan Alam Papua” yang digelar Yayasan Pusaka dan disiarkan secara daring di YouTube Pusaka Bentala Rakyat, Kamis (29/1/2026).

Tigor Hutapea mengatakan, Tanah Papua dijadikan wilayah yang dikorbankan dengan alasan swasembada pangan dan energi, yang seakan menggambarkan bahwa negara kekurangan pangan dan energi, sehingga mesti ada wilayah yang dikorbankan yaitu Tanah Papua.

“Itu yang terjadi pada 2025 dan ini tragedi yang terus berulang di [Tanah] Papua, perampasan sumber daya alamnya. Kami menyebutnya ini sebagai perampokan alam, karena ada empat pola yang digunakan oleh pemerintah,” kata Tigor Hutapea.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Menurut Tigor Hutapea, pola pertama yang digunakan pemerintah ‘merampok’ alam Tanah Papua adalah autocratic legalism (penggunaan hukum untuk melegitimasi suatu tindakan).

Katanya ada berbagai masalah yang bertentangan dengan aturan undang-undang (UU) dalam pelaksanaan program strategis nasional atau PSN di Tanah Papua.

“Akan tetapi pemerintah mengubah aturan undang-undang, seakan-akan tidak ada masalah undang-undang. Misalnya kasus pembangunan jalan swasembada di Merauke, Papua Selatan. Tidak ada Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) ketika masyarakat mengkritik, Amdal dibuat dan peraturan pemerintah diubah bahwa Amdal bisa belakangan. Seakan kerja yang salah dibenarkan melalui aturan undang-undang, juga dengan cara melemahkan lembaga yang mengawasi,” ujarnya.

BERITATERKAIT

DPRK Tambrauw janji tindaklanjuti aspirasi penolakan PSN

Aliansi Masyarakat Adat Lembah Kebar tolak PSN

Okmin Cup I menjadi wadah pengembangan SDM di Tanah Papua

Pernyataan Prabowo dikhawatirkan perparah kerusakan lingkungan di Tanah Papua

Tigor Hutapea mengatakan, cara lain yang dipakai pemerintah untuk merebut wilayah di Tanah Papua adalah kolonialisasi hukum.

Katanya, di Tanah Papua adanhukum adat. Akan tetapi pemerintah menggunakan instrumen hukum negara untuk mengkolonialisasi hukum adat. Seakan hukum adat tidak berfungsi.

Pola ketiga lanjut Hutapea, adalah dengan cara militerisasi. Di wilayah yang menjadi lokasi proyek besar pemerintah, selalu dibangun batalyon yang disebut dengan Teritori Pembangunan (TP).

Katanya, ada banyak batalyon baru yang dibangun hanya untuk mensukseskan program-program pembangunan versi pemerintah.

“Pemerintah merencanakan 450 batalyon dan itu sekitar 450 ribu tentara baru yang bekerja mengurusi peternakan, pertanian, dan lainnya,” ucapnya.

Cara keempat, melalui korporasi negara. Pemerintah mendirikan Danantara (Daya Anagata Nusantara yang merupakan badan pengelola investasi nasional) yang dinilai sebagai korporasi negara, karena bertujuan mencari untung dari hasil ‘perampokan’ alam.

Pihaknya mendapat mendapat informasi bahwa di Tanah Papua, proyek cetak sawah atau proyek biofuel nantinya akan disuport oleh Danantara dengan perusahaan negara melalui PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan-perusahaan lainnya.

“Jadi kita melihat adalah inilah pola yang digunakan untuk mengambil wilayah Papua yang dikorbankan untuk swasembada pangan dan energi. Kami melihat ini adalah ambisi seorang presiden,” kata Tigor Hutapea.

Ia mengatakan, ditengah gencarnya masalah perampokan alam ini, Pusaka Bentala Rakyat juga menemukan ada banyak kerja-kerja perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat.

Ada pula kerja-kerja perawatan, khususnya dilakukan oleh mama-mama Papua melawan industri ekstraktif ini. Namun tentu itu butuh solidaritas, karena Tanah Papua sebagai wilayah konflik butuh banyak solidaritas dari banyak pihak untuk melihat dan memantau kondisi di Tanah Papua.

Di sisi lain, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat juga menulis 11 tulisan yang terbagi dalam empat bagian. Pertama bagaimana perampokan alam terjadi, kedua bagaimana masyarakat melakukan perlawanan, ketiga bagaimana masyarakat melakukan perawatannya, dan Pusaka Bentala Rakyat menyajikan data bagaimana kondisi deforestasi di Papua. (*)

Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!

Tags: Alam PapuaPSNTanah PapuaYayasan Pusaka Bentala Rakyat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

sawit

Gubernur Fakhiri tegaskan tak ada Izin baru perkebunan sawit

January 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri canangkan penanaman perdana padi 640 hektare di Sarmi

December 13, 2025

Komunitas peduli lingkungan tanam 500 bibit pohon di cagar alam Cycloop

November 26, 2025

Bupati Jayapura imbau warga jaga kebersihan dan kenyamanan RSUD Yowari

November 25, 2025

Temu ilmiah ISMEI Maluku-Papua bahasa dampak PSN

November 17, 2025

Suku Na-Sfa-Tehit Sorsel lawan Negara lewat upacara sakral

November 11, 2025

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Alam Tanah Papua

Pemerintah disebut gunakan empat pola ‘merampok’ alam Tanah Papua

January 29, 2026
Nduga

Pemkab Nduga salurkan 50 ton beras dan minyak goreng bagi warganya di Wamena

January 29, 2026
US Visa

Tongans are frustrated with Trump’s policies

January 29, 2026
samoa

Sāmoa approves millions in school payout as funding questions remain

January 29, 2026
vanuatu

Hakim tunda putusan jaminan tersangka perampokan bandara di Port Villa Vanuatu

January 29, 2026
USWIM

Rektor USWIM apresiasi bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah

January 29, 2026
menteri

Usulan RUU Kelapa Sawit di Papua Nugini

January 29, 2026
Lampu Lalu Lintas

Pemkab Jayapura pasang lampu lalu lintas di tiga titik untuk tertibkan pengendara

January 27, 2026
UMKM

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

January 26, 2026
USWIM

Rektor USWIM apresiasi bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah

January 29, 2026
Pesawat Jatuh

Cerita warga ketika pesawat milik Smart Air jatuh di perairan Nabire

January 28, 2026
Dinas UMKM

Dinas UMKM berharap OAP di Papua Tengah tidak menjadi penonton

January 28, 2026
izin pertambangan

Penyebab IPR di Manokwari belum di proses terungkap di Komisi III DPRK

January 28, 2026
Utusan perusahaan sawit datang ke rumah, Ambrosius Klagilit - Jubi/IST

Sudah ditolak, perwakilan perkebunan sawit terus datangi warga kampung

January 20, 2026
Alam Tanah Papua

Pemerintah disebut gunakan empat pola ‘merampok’ alam Tanah Papua

0
Nduga

Pemkab Nduga salurkan 50 ton beras dan minyak goreng bagi warganya di Wamena

0
US Visa

Tongans are frustrated with Trump’s policies

0
samoa

Sāmoa approves millions in school payout as funding questions remain

0
vanuatu

Hakim tunda putusan jaminan tersangka perampokan bandara di Port Villa Vanuatu

0
USWIM

Rektor USWIM apresiasi bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah

0
menteri

Usulan RUU Kelapa Sawit di Papua Nugini

0

Trending

  • Lampu Lalu Lintas

    Pemkab Jayapura pasang lampu lalu lintas di tiga titik untuk tertibkan pengendara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rektor USWIM apresiasi bantuan pendidikan dari Pemprov Papua Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita warga ketika pesawat milik Smart Air jatuh di perairan Nabire

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas UMKM berharap OAP di Papua Tengah tidak menjadi penonton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara