• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home KMAN VI

Tari Lenso sambut komunitas masyarakat Maluku di Tanah Tabi

October 17, 2022
in KMAN VI
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Tari Lenso

Tarian Lenso sambut kedatangan rombongan peserta KMAN VI dari masyarakat adat Maluku di Jayapura, Minggu (16/10/2022) siang. - Jubi/IST

0
SHARES
42
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kedatangan 57 orang peserta dari komunitas Masyarakat Adat dari Bumi Raja Raja Maluku disambut dengan tari Lenso oleh Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Tanah Tabi, Papua, ‘Negeri Matahari Terbit’ pada Minggu (16/10/2022) di pelabuhan Port Numbay, Kota Jayapura.

Tarian Lenso ini ditampilkan untuk  menyambut para tamu masyarakat adat Maluku peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara atau KMAN VI yang akan berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Lalu dari mana asalnya tarian Lenso itu? Sejak kapan Lenso mulai dikenal oleh masyarakat Maluku hingga ke manca negara?

Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, yang waktu itu mempopulerkan tarian Lenso saat melakukan kunjungan ke beberapa negara maupun ketika menerima tamu negara di Istana Negara. Bahkan pertama kali berkunjung ke Papua di Biak, rombongan perempuan penari tarian Lenso pun ikut dalam kunjungan Presiden Soekarno pada 1963 ke Irian Barat kala itu.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Penyebaran tarian Lenso di Bumi Raja-Raja Maluku, mengutip gramedia.com menyebutkan penyebaran tari Lenso di Maluku banyak ditemukan di wilayah yang mayoritas masyarakatnya beragama Kristen, seperti di Pulau Ambon, Seram, dan Kepuauan Lease.

Namun seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman juga berkembang di wilayah lainnya yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Awalnya tarian Lenso ini memiliki pasangan penari laki-laki dan perempuan dalam jumlah yang banyak. Kemudian tarian Lenso saat ini lebih utama perempuan dengan jumlah berkisar antara empat sampai 10 orang, bahkan bisa ditarikan secara massal.

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

Kehangatan Peta dan kegembiraan “anak kaleng” saat hari raya di Jayapura

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

Tari Lenso sebenarnya merupakan tarian rakyat yang menjadi hiburan rakyat. Namun dalam perkembangannya tari Lenso tampil pula dalam penjemputan tamu-tamu kehormatan maupun acara adat penting lainnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Tari Lenso memiliki tiga gerakan dasar, walau demikian bisa dilakukan modifikasi sesuai dengan keinginan yaitu gerakan maju, gerakan jumput, dan juga gerakan mundur. Salah satu keunikan dari tarian ini adalah penggunaan sapu tangan di jari penari. Komponen ini tampak lebih dominan di jari penari, hingga tak heran kalau disebut tari Lenso.

Menelisik sejarah di Bumi Raja Raja Maluku, sebenarnya tak lepas pula dari pengaruh bangsa Portugis. Maklum saat itu pelaut Portugis tiba di Maluku hanya untuk menguasai rempah-rempah dari sana yaitu cengkeh dan pala. Sejak itu pula bangsa Portugis memperkenalkan tari Lenso berabad-abad lalu.

Selanjutnya Belanda kembali mempopulerkannya pada 31 Agustus 1612 bertepatan dengan perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina oleh Belanda di Ambon. Dulunya hanya masyarakat di Kampung Kilang yang bisa membawakan tarian ini. Sejak itu pula tarian Lenso ditampilkan secara terbuka di depan masyarakat umum dalam pesta yang dibuat Belanda.

Penulis Piter A. Syaranamual, S.Sos – Pamong Budaya Ahli Pertama menyebutkan bahwa Tari Lenso muncul sejak bangsa Portugis datang ke Maluku pada 1513.

Kata Lenso berasal dari bahasa Portugis yang artinya sapu tangan. Sapu tangan yang biasa digunakan warna putih atau merah.

“Lenso bermakna ungkapan selamat datang dan rasa gembira dari masyarakat karena kedatangan tamu. Ini bisa terlihat dari ekspresi dan gerakan tarinya yang lemah lembut,” kata Syaranumual. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: JayapuraKMAN VImasyarakat adat MalukuPapuaTari Lenso
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dogiyai

Cek logistik, komitmen Forkopimda Papua Tengah dukung penyelenggara Pemilu 2024

February 9, 2024
Jayapura

Kepedulian terhadap adat istiadat mulai tumbuh di Kabupaten Jayapura

November 8, 2022

Berpamitan dengan ondofolo, Sekjen AMAN mohon doa restu

November 3, 2022

Dampak positif pandemi Covid-19 bagi masyarakat adat

November 3, 2022

Satu miliar rupiah beredar selama KMAN VI berlangsung

November 2, 2022

17 poin Maklumat Tanah Tabi dari Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI

October 31, 2022
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara