Jayapura, Jubi – Harga beras eceran baik medium, premium dan juga Bulog di Pasar Youtefa sudah naik sejak beberapa bulan lalu jauh sebelum pemerintah menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras per satu Juni 2024.
Rara (58) seorang pedagang di Pasar Youtefa mengatakan beras eceran sudah naik dari dua bulan lalu sebelum pemerintah menaikkan harga beras eceran per satu Juni 2024. Baik beras medium atau premium harganya sudah naik, sedangkan beras Bulog baru saja naik sekitar dua satu bulan lalu.
Beras Makasar Raja Udang per kilogram dipatok Rp16 ribu, beras Kano Rp17 ribu, beras Bulog Rp13 ribu, beras medium 99 Rp18 ribu, dan beras Putri Kiko Rp18 ribu.
“Kalau sebelumnya saya jual beras premium dan medium per kilo hanya berkisar Rp14 ribu sampai Rp16 ribu tapi sekarang naik Rp18 ribu, mau kasih naik 20 ribu juga nanti pelanggan sepi tapi memang beras eceran sudah naik harganya,” kata Rara saat ditemui Jubi di Pasar Youtefa, Kota Jayapura Provinsi Papua pada Selasa (04/06/2024).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Seorang pedagang lainnya di Pasar Youtefa, Didi (40) mengatakan sebelum pemerintah menaikkan harga beras eceran pada beras premium dan medium sejak tanggal 1 Juni 2024, di Pasar Youtefa harga beras eceran sudah naik sejak Lebaran Idul Fitri hingga sekarang.

Menurut Didi harga beras yang dijual di Youtefa tergantung dari masing-masing pedagang mau ditetapkan berapa. Harga beras yang ia jual per kilogram yaitu beras Kano Rp17 ribu, beras Makasar Rp15 ribu, beras Putri Koki Rp18 ribu, beras 99 Rp18 ribu dan beras Kentang Rp27 ribu.
“Beras premium sebelumnya saya jual harga per kilogram Rp14ribu sampai Rp15 ribu, sedangkan Bulog sebelumnya Rp12 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp13.500 per kilogram,” katanya.
Pedagang lain, Sriartati (50), juga mengatakan beras eceran sudah naik dari beberapa bulan lalu dan harganya juga bermacam-macam. Tergantung dari jenis beras dan harga beli dari sales. Ada yang menjual Rp18 ribu, Rp17 ribu dan Rp15 ribu.
“Memang harga beras naik sudah lama, tidak tahu lagi dengan adanya kenaikan harga dari pemerintah pedagang mau kasih naik lagi kah atau batas Rp18 ribu saja dan itu kembali lagi ke masing-masing pedagang,” kata Sriartati.
“Biasanya kalau terlalu mahal pembelinya kurang sehingga mau kasih naik juga takut tidak ada yang beli,” lanjutnya.
Santi (45) yang ditemui Jubi saat membeli beras di Pasar Youtefa mengatakan harga beras yang semakin hari semakin naik merugikan masyarakat.
“Makin hari makin mahal, pemerintah bagaimana sosialisasi stunting kasih makanan yang sehat untuk anak-anak sedangkan barang-barang saja mahal, anak-anak mau sehat bagaimana kalau beras saja mahal begitu,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post