Jayapura, Jubi – Badan Urusan Logistik atau Bulog Papua menyediakan stok beras sebanyak 50.339 ton, menghadapi perayaan Natal dan tahun baru atau Nataru 2024/2025 di enam Provinsi se-Tanah Papua.
Jusri Pakke, Wakil pimpinan wilayah Bulog Papua di Jayapura, Papua pada Rabu (11/12/2024), mengatakan penyediaan beras menjelang hari raya Natal dan tahun baru di Papua sudah dipastikan aman hingga Maret 2025.
Beras yang sudah tersedia di gudang Bulog Papua sementara ini sebanyak 22.860 ton. Hari ini juga sedang ada pemindahan beras dari gudang buruh ke gudang bulog sebanyak 12.479 ton sehingga jumlah sementara yang tersedia sebanyak 36.339 ton beras di kantor Bulog Papua.
“Ada lagi beras yang mau masuk itu dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sebanyak 14 ton sehingga secara keseluruhan beras yang tersedia di gudang bulog itu sebanyak 50.339 ton,” katanya.
Menurutnya jumlah stok beras bulog yang tersedia mencapai 50.339 ton sudah bisa tanggulangi kebutuhan Natal dan tahun baru.
Jusri merincikan penyaluran beras per bulan itu rata-rata sekitar 9.000 ton yang dibagikan 42 Kabupaten/Kota di 6 Provinsi Se-Tanah Papua,melalui program stabilisasi harga dan pasokan pangan atau PSHP, bantuan pangan dan penyaluran golongan TNI/Pegawai.
“Dengan stok yang ada ini sudah cukup sampai 3 dan 4 bulan ke depan,” ujarnya.
Jusri Pakke mengatakan Perum Bulog menyalurkan beras tahap kedua itu sudah dilakukan pada Agustus sampai dengan Oktober, sudah berjalan 95 persen. Sementara itu, untuk alokasi bulan Desember, pihaknya berupaya menyelesaikan hingga pada 31 Desember 2024.
“Tinggal kita lihat kondisi, wilayah-wilayah yang terlambat penyalurannya adalah wilayah yang transportasi menggunakan pesawat,” katanya.
Ia mengatakan, program stabilisasi harga dan pasokan pangan atau operasi pasar terus dilakukan setiap hari oleh Perum Bulog bekerjasama dengan pedagang pasar serta pemerintah daerah di setiap kabupaten/kota di 6 Provinsi se-Tanah Papua.
“Kami berharap untuk ketersediaan pangan pada Nataru, masyarakat tidak perlu resah,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras Bulog di pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Rizky Abidin mengatakan menjelang Natal dan tahun baru 2025 ini stok beras bulog sudah tersedia, sehingga ia bisa menjual per karung maupun eceran.
“Stok sudah tersedia karena baru didatangkan dari kantor bulog yang ada di Jayapura, saya menjual eceran beras bulog 1 kg Rp13.000 dan kalau satu sak beras 50 kilogram RP650.000,” ujarnya. (*)




Discussion about this post