• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Dunia

AJI: demokrasi Indonesia sedang “sakit” dan jurnalis dibungkam dengan “cara senyap”

September 13, 2025
in Dunia
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Angela Flassy
Pembukaan Festival Media ke 9 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Gedung Benteng Ujung Pandang, Makassar. - Jubi/Emanuel Riberu

Pembukaan Festival Media ke 9 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Gedung Benteng Ujung Pandang, Makassar. - Jubi/Emanuel Riberu

0
SHARES
84
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Makassar, Jubi – Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Indonesia menggelar Festival Media atau FesMed 2025 di Gedung Benteng Ujung Pandang, Makassar, sejak Jumat hingga Minggu 14 September 2025. Agenda tahunan AJI Indonesia ini mempertemukan ratusan jurnalis, akademisi, aktivis, hingga komunitas sipil dari berbagai daerah.

FesMed ke-9 AJI ini bertema “Kondisi Demokrasi, Kebebasan Bersuara, dan Kebebasan Pers”. Hajatan tersebut dirangkai dengan diskusi, pameran, lokakarya hingga pertunjukan seni. Adapun diskusi terkait kondisi demokrasi, kebebasan pers, HAM, keadilan ekologi hingga kebebasan berekspresi.

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, mengatakan teman festival media tahun ini cukup serius menggambarkan kondisi Indonesia:  kondisi demokrasi, kebebasan bersuara dan kebebasan Pers, juga fokus pada kerusakan lingkungan, inklusivitas dan bagaimana jejaring lintas elemen masyarakat sipil bisa bergerak bersama.

“Ini bukan acara seremonial. Tema ini menunjukkan kita berkumpul kembali, karena ada sesuatu yang penting yaitu demokrasi kita sedang sakit. Penyakit paling berbahaya yang menyerang demokrasi hari ini adalah pembungkaman kebebasan pers,” kata Nany saat membuka FesMed AJI 2025.

Demokrasi sedang sakit

Nany Afrida menegaskan bahwa demokrasi tidak lahir dari istana, bukan dari meja para penguasa. Demokrasi lahir dari suara rakyat. Jurnalis berperan menjaga agar suara rakyat itu tetap terdengar, sebab kebebasan pers adalah nafas demokrasi. Tanpa pers yang bebas, rakyat hanya diberi propaganda. Tanpa jurnalis yang bisa bekerja merdeka, yang tersisa hanyalah kebohongan yang dipoles jadi kebenaran semu.

“Yang kita saksikan hari ini jurnalis terus dibungkam, diintimidasi, dikriminalisasi. Kamera dirampas, ponsel disita, bahkan dipukul di lapangan hanya karena mereka menjalankan tugas. Ada sensor halus melalui tekanan iklan dan kepentingan politik. Ada undang-undang yang dijadikan alat untuk menakut-nakuti media. Apakah ini demokrasi? Atau jalan kembali ke sistem otoriter dengan wajah baru,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Akibat pendekatan keamanan berlebih, Indonesia Timur alami krisis kebebasan pers

Catatan dari festival media di Nabire: Melawan bias, merangkul inklusi

Papua Pegunungan pamerkan 26 foto di Festival Media Papua I

Festival Media: Jurnalis Papua diminta menjaga kekompakan dan kebersamaan

Dibungkam secara senyap

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Nany Afrida menyoroti ancaman lain terhadap kebebasan Pers yang dianggap mematikan, yakni pemutusan hubungan kerja atau PHK massal jurnalis. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 1.300 jurnalis di-PHK. Di balik setiap angka itu, ada keluarga yang kehilangan nafkah, ada anak yang kehilangan masa depan. Dan lebih dari itu, ada publik yang kehilangan mata dan telinga.

“PHK bukan hanya soal pekerjaan. PHK jurnalis adalah pembungkaman dengan cara senyap. Ketika satu jurnalis di-PHK, satu mata rakyat ditutup. Ketika satu media dimatikan, satu telinga rakyat ditulikan. Dan ketika pers mati, seluruh rakyat dibutakan,” katanya.

Nany berujar jurnalis merupakan orang-orang terpilih. Profesi jurnalis adalah untuk orang-orang yang berani. Mereka maju ke garis depan. Mereka berhadapan dengan aparat, berhadapan dengan pengusaha, bahkan berhadapan dengan ancaman keselamatan diri.

“Jurnalis tidak punya senjata, tidak punya kekuasaan. Yang mereka bawa hanya pena, kamera, dan keberanian. Tapi dengan itu, mereka bisa membongkar korupsi, menyingkap kerusakan lingkungan, dan memperjuangkan suara rakyat kecil. Itu pekerjaan paling berani,” tegasnya.

Nany mengatakan jurnalis itu pekerjaan untuk orang-orang terpilih, yang siap dengan hal yang tidak populer. Siap dengan hal yang buruk karena berdiri di atas fakta untuk kepentingan umum. Para pihak menggunakan segala cara untuk membungkam fakta yang disampaikan jurnalis, dan mereka sering menggunakan alat-alat negara untuk membungkam si pemberi berita.

“Jurnalis dibenci karena mereka konsisten bekerja memberikan kebenaran. Orang yang melakukan kesalahan membenci jurnalis. Orang yang korupsi membenci jurnalis. Pemerintah yang otoriter membenci jurnalis. Pengusaha yang merusak lingkungan membenci jurnalis. Makin banyak jurnalis yang jadi korban kekerasan, maka artinya negara juga dalam masalah,” ujarnya.

Jurnalis harus dilindungi 

Nany Afrida mengatakan jurnalis harus dilindungi. Melindungi jurnalis berarti melindungi demokrasi. Sebab mesti diingat,  kebebasan pers hanya berarti kalau ia inklusif. Suara jurnalis perempuan, suara jurnalis daerah, suara media kecil—semua harus dilindungi. Karena justru dari merekalah lahir cerita-cerita yang sering diabaikan.

“Dan perjuangan ini [kebebasan Pers] tidak bisa dilakukan sendirian. Jurnalis harus membangun jejaring lintas elemen masyarakat sipil. Aktivis lingkungan, pegiat HAM, buruh, mahasiswa, komunitas adat, seniman—semua harus bergandengan tangan. Karena tanpa pers, perjuangan mereka juga akan hilang,” kata dia.

Apabila jurnalis dibungkam, tidak ada orang yang akan meliput kerusakan hutan, sungai yang diracuni limbah, menyuarakan masyarakat adat yang kehilangan tanahnya, masalah korupsi hingga persoalan-persoalan lainnya dalam konteks demokrasi dan keadilan masyarakat.

“Yang meliput itu jurnalis. Bukan influencer. Bukan Buzzer. Jurnalis, karena mereka meliput dengan jujur dan demi publik. Kebebasan pers bukan hanya urusan wartawan. Kebebasan pers adalah urusan rakyat. Karena pers yang bebas berarti informasi yang bebas untuk rakyat. Karenanya jurnalis tidak bisa berjuang sendiri,” tutupnya. (*)

Tags: AJI IndonesiaFestival Media Tanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

diskusi

Akibat pendekatan keamanan berlebih, Indonesia Timur alami krisis kebebasan pers

February 4, 2026
festival media

Catatan dari festival media di Nabire: Melawan bias, merangkul inklusi

January 30, 2026

Papua Pegunungan pamerkan 26 foto di Festival Media Papua I

January 14, 2026

Festival Media: Jurnalis Papua diminta menjaga kekompakan dan kebersamaan

January 14, 2026

Kehadiran wartawan senior Papua menguatkan festival media perdana se-Tanah Papua Raya

January 13, 2026

Festival Media Se-Tanah Papua Siap Digelar 13-15 Januari 2026 di Nabire

January 7, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara