Gaza City, Jubi – Israel kembali menyerang permukiman dan sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di Jalur Gaza, Senin (26/8/2024). Sedikitnya 15 warga sipil Palestina tewas dan puluhan orang terluka akibat serangan tersebut.
Pesawat nirawak (drone) Israel menghantam sebuah rumah di Kota Gaza bagian barat, menewaskan lima korban, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan, serta melukai 15 orang lainnya, kata sumber medis kepada Anadolu. Dua korban lainnya tewas dalam serangan drone di tenggara Deir al-Balah di Gaza bagian tengah.
Selain itu, dua perempuan juga kehilangan nyawa mereka ketika drone Israel menjatuhkan bom di sebuah sekolah yang menampung orang-orang yang mengungsi di daerah Al-Mufti, di utara kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Petugas medis Palestina menemukan enam jenazah, termasuk dua perempuan, yang tewas akibat serangan Israel di kota-kota selatan Khan Younis dan Rafah. Sementara tiga orang lainnya terluka akibat serangan drone Israel di sebuah bangunan tempat tinggal di Khan Younis.
Para saksi mata mengatakan kendaraan militer Israel bergerak maju ke bagian selatan kawasan Zaytoun di Kota Gaza, di tengah penembakan hebat.
Israel terus melancarkan serangan brutalnya di Jalur Gaza menyusul serangan oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 40.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 93.000 orang terluka.
Blokade yang diberlakukan Israel di Gaza telah memicu kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan serta menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Israel dan Hizbullah memanas
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin memerintahkan dua kelompok penyerang dari kapal induk Amerika, USS Abraham Lincoln dan USS Theodore Roosevelt, untuk tetap berada di Timur Tengah setelah Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon kembali saling serang.
Pengumuman itu muncul dalam pernyataan Departemen Pertahanan AS, Minggu (25/8/2024), mengenai pembicaraan telepon antara Austin dan Menhan Israel Yoav Gallant.
Selama pembicaraan itu, Austin membahas tindakan Israel untuk mempertahankan diri dari serangan Hizbullah dan menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri.
Austin juga menyatakan tekad kuat Amerika Serikat untuk mendukung pertahanan Israel terhadap ancaman dari Iran atau musuh-musuhnya di kawasan.
“Sebagai bagian dari dukungan itu, Menteri (Austin) telah memerintahkan dua kelompok penyerang dari kapal induk untuk tetap berada di wilayah tersebut …,” kata juru bicara Dephan AS Mayjen Pat Ryder melalui pernyataan.
“… juga menyatakan dukungan bagi penyelesaian negosiasi gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera,” kata Ryder, menambahkan.
Pada Minggu, Hizbullah mengumumkan telah meluncurkan ratusan roket dan drone ke wilayah Israel pada Sabtu (24/8/2024) malam, sebagai bagian dari pembalasan pertama atas pembunuhan komandan senior mereka, Fouad Shukr, di Beirut pada Juli.
Pengumuman itu disampaikan tak lama setelah tentara Israel menyerang Lebanon selatan dengan serangan udara berskala besar, yang diklaim bertujuan untuk mencegah Hizbullah melancarkan serangan selanjutnya.
Hizbullah menyebut klaim Israel tentang serangan pendahuluan adalah omong kosong, dan tidak sesuai dengan situasi sebenarnya di lapangan.
Sekretaris jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dijadwalkan menyampaikan pidato pada Minggu untuk menanggapi situasi tersebut. (*)





















Discussion about this post