Jayapura, Jubi — Kabut asap tebal melanda Kota Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kabut asap ini merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Papua Selatan, khususnya Kabupaten Merauke, yang terbawa angin sampai ke Provinsi Papua Tengah.
Situasi ini dikeluhkan warga, dan anak-anak sekolah diliburkan dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak 12 Oktober 2026, sedangkan siswa SMP dan SMA/SMK tetap masuk dengan kewajiban memakai masker berdasarkan surat edaran Bupati Mimika.
“Iya, banyak yang mengeluh sakit kepala dan pusing, terutama anak-anak sekolah. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD diliburkan sementara. Timika mirip hidup di gunung, awan merayap di tanah,” kata John Magal, Ketua LEMASA di Timika melalui aplikasi pesan singkat kepada Jubi, Rabu (14/10/2026).
Keluhan yang sama dikatakan Humas Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Miskan.
“Di Timika sudah parah. Tra pake (tidak menggunakan) masker, bau asap, mata perih..Air Conditioner (AC) di rumah siang malam hidup (digunakan),” kata Miskan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika telah membagikan 30 ribu masker kepada warga sebagai upaya mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di wilayah itu.
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyao kepada Antara, mengatakan pembagian masker tersebut melibatkan beberapa organisasi kemasyarakatan dan profesi yang dilaksanakan di enam titik di Kota Timika.
“Kemarin kami sudah membagikan 30 ribu masker kepada masyarakat di enam titik, yakni perempatan lampu lalu lintas SP 1 dan SP 4 Distrik/Kecamatan Wania. Sisanya di wilayah Distrik Mimika Baru, yakni lampu lalu lintas depan Timika Mall, lampu lalu lintas Jalan Hasanuddin, Jalan Patimura, lampu lalu lintas depan Bank Papua, dan depan lampu lalu lintas depan Kantor KPPN Timika,” katanya di Timika, Senin (12/10/2026)
Ia mengatakan, pembagian masker akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah yang ada di Mimika agar para pelajar di sekolah tetap menggunakan masker di tengah situasi kabut asap yang semakin parah.
“Kabut beberapa hari ini semakin tebal dan kami tidak bisa harus menunggu lama. Kami juga akan meminta kepada puskesmas dalam Kota Timika ini untuk turun dan membagikan masker kepada masyarakat di masing-masing wilayah kerja mereka,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau agar secara mandiri membeli masker untuk dibagikan kepada masing-masing anggota keluarga agar dapat digunakan saat beraktivitas di luar rumah.
“Kalau keluar rumah wajib pakai masker dan kalau bisa kurangi aktivitas yang tidak perlu di luar rumah karena kondisi kabut asap saat ini semakin tebal,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat ketika mengalami gangguan pernapasan akibat dari kabut asap segera menuju ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
“Untuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tim kami lagi bekerja di lapangan, apakah ada peningkatan kasus ISPA sejak terjadi kabut asap atau tidak. Nanti datanya semua sudah terkumpul maka saya akan sampaikan,” katanya. (*)





















Discussion about this post