• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Uskup Jayapura: Kita stop dengan kekerasan, kekerasan tidak menyelesaikan masalah

February 6, 2024
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
Uskup

Ibadah Syukur Hari Peringatan Injil ke-169 di Tanah Papua yang diikuti denominasi gereja di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura di Gedung GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Senin (5/2/2024). - Jubi/CR-11

0
SHARES
2.3k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You memberikan empat catatan penting pada saat menyampaikan khotbah pada acara Ibadah Syukur Hari Peringatan Injil ke-169 tahun di Gedung GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Senin (5/2/2024).

Pada acara yang dihadiri seluruh denominasi gereja di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura itu, Uskup mengungkapkan ada empat akar atau penyebab munculnya konflik yang berkepanjangan di Papua. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Akaf konflik pertama, kata Uskup, adalah sejarah integrasi Papua yang berdampak pada konflik krusial. Kedua, kekerasan dari pihak militer terhadap orang Papua yang masih berlangsung hingga kini. Ketiga, diskriminasi terhadap orang Papua dengan segala bentuk penindasan harkat dan martabat manusia. Dan keempat, ketidakmerataan pembangunan di seluruh Tanah Papua.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Kita perlu secara jujur mengakui bahwa dari keempat hal yang menjadi penyebab itu, sebenarnya ada yang sudah dan sedang dalam perbaikan. Ada yang dalam perubahan, ada yang dalam solusi,” katanya.

Sehingga, tambah Uskup Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, ada upaya-upaya yang baik. Ada pembangunan yang nyata di seluruh Papua dan pemerintah sudah secara konsekuen membangun Papua dengan dana Otsus. Kemudian membagi wilayah ototnomi baru di Papua untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika kedamaian terusik di Papua bagi orang Papua, dan non-Papua juga merasakan hal yang sama, dan selalu terjadi konflik horizontal, entah kapan akan berakhir? Kita tidak tahu,” ujarnya.

BERITATERKAIT

JDP minta Pemerintah, ULMWP dan TPNPB mulai langkah dialog pada 2026

Jaringan Damai Papua: Saatnya Negara pilih jalan kebenaran, bukan senjata

KNPB Mnukwar hanya dialog jika membahas Papua Merdeka

Mgr. Bernardus Baru OSA ditahbiskan, Uskup Jayapura: Gereja harus berpihak pada kaum tertindas

Kenyataan saat ini, kata Uskup, orang Papua menjadi pengungsi di atas tanah leluhurnya. Lebih sadis lagi banyak orang Papua dibunuh seperti binatang.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Tapi saya juga mengakui bahwa orang non-Papua juga dibunuh seperti binatang. Rupanya manusia tidak ada harganya, seperti binatang yang selalu dibunuh, padahal manusia itu punya martabat yang tinggi, karena manusia adalah ciptaan Allah yang mulia,” katanya.

Bila mana kita hidup dalam damai, lanjut Uskup, kita harus saling mengasihi satu sama lain. Mengasihi kepada siapapun tanpa mengenal muka, tanpa mengenal tempat tinggal, tanpa mengenal tempat asal.

“Siapa pun, kapan pun , di mana pun, mengasihi. Titik. Kita stop dengan kekerasan, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, kapan pun, di mana pun, stop kekerasan. Di dalam keluarga stop kekerasan atas pribadi, stop kekerasan atas kelompok, stop kekerasan atas suku, stop kekerasan atas agama, stop kekerasan antara orang Papua dan kelompok Nusantara, stop kekerasan antara TNI dan TPNPB, stop dengan semua itu,” ujarnya.

Uskup juga menegaskan kita perlu berhenti dengan korupsi, kolusi, nepotisme. Berhenti dengan perbedaan suku, ras, agama, antar golongan, dan kebiasaan untuk mabuk-mabuk.

“Stop, banyak orang Papua mati karena mabuk. Dengan narkoba kita hentikan, dengan seks bebas kita harus hentikan, karena itu menyebabkan peningkatan HIV/AIDS di Kota Jayapura,” ujarnya.

Uskup Dukung upaya Dialog

Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You juga mengajak untuk mendukung agar ada dialog antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua, sebagai sarana komunikasi dan mendukung perdamaian.

“Kenapa harus dialog? Orang Papua bicara dan dikasih kesempatan untuk didengar. Tidak berarti semua yang di katakan orang Papua itu diterima, tapi bahwa ada kesempatan untuk orang Papua menyampaikan unek-uneknya, diterima atau tidak, itu urusan pemerintah. Tetapi kesempatan itu harus dikasih.

Dialog itu, kata Uskup, harus didorong supaya bisa terjadi. Karena dialog itu menjadi sarana terciptanya perdamaian.

“Marilah kita terus hidup bersama dalam persaudaraan yang sejati, Tanah Papua ini tidak hanya diciptakan untuk orang Papua saja, tapi semua orang yang datang, hidup dan tinggal di sini, kita hidup bersama-sama, dalam semangat persaudaraan, dalam semangat kasih, dengan itu kita dapat ciptakan damai itu,” ujarnya.

Uskup juga mengajak untuk saling berlaku adil dan diperlakukan adil dalam segala hal, terutama bagi orang-orang Papua.

“Orang-orang Papua perlu dihargai, perlu diberikan kehormatan, karena ia adalah anak sulung dari negeri ini. Jangan merampas apa yang menjadi hak orang Papua,” ujarnya.

Uskup juga mengajak saling mengasihi satu sama lain, karena manusia itu punya martabat dan nilai yang sama. Tidak ada perbedaan-perbedaan sedikit pun.

“Saya mengajak kepada umat Kristiani, kepada para gembala dan pastor, kepada umat semuanya, mari kita terus benari, terus menyuarakan, suara kenabian gereja, membenahi ketiakadilan, ketidakbenaran, membenahi pelanggaran-pelanggaran hak asasi, itulah Injil,” katanya.

Injil, kata Uskup, berarti mewartakan kebenaran. Injil berarti mewartakan kasih, Injil berarti mewartakan kedamaian, Injil berarti membawa nilai-nilai manusia, dan Injil itu membawa keselamatan.

“Bersuaralah para gembala, bersuaralah para pastor, bersuaralah para pimpinan umat, untuk menciptakan damai, bukan untuk menciptakan kerusuhan,” ujarnya.

Uskup juga mengajak agar menjaga dan melestarikan alam Papua. “Stop jual-jual tanah, olahlah tanah itu, tapi boleh dijual untuk kepentingan umum, asal pihak-pihak yang berhak harus dilibatkan, supaya tidak terjadi pro-kontra. Kalau terjadi pro-kontra timbul lagi masalah, memicu lagi kerusuhan, konflik,” ujarnya.

Uskup juga menngajak untuk menjaga agar kampung dan dusun selalu terawatt. “Kita juga membuat penghijauan, kita juga mencegah global warming, dan kita juga pada akhirnya lawan, lawan, lawan, kolusi yang diciptakan untuk mengeruk sumber daya alam di Tanah Papua,” ujarnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Cegah Aksi kekerasanDialog Damai PapuaPeringatan Injil di Tanah PapuaUskup Jayapura
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
warga sipil

Intimidasi warga, LP3BH desak Panglima TNI proses prajurit

March 24, 2026

TPNPB bertanggung jawab terhadap tewasnya dua prajurit TNI di Maybrat

March 24, 2026

Kontak tembak, LP3BH Manokwari minta Polisi lindungi warga sipil Maybrat

March 22, 2026

JDP pertanyakan penangkapan 12 orang di Tambrauw

March 20, 2026

Satu anggota TPNPB tewas saat kontak senjata di Nabire

March 20, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara