• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

JDP: 77 tahun Indonesia merdeka, konflik Papua tidak mereda

August 15, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Konflik di Papua

Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari dan Juru Bicara Jaringan Damai Papua, Yan Cristian Warinussy SH - Dok. Pribadi Yan Warinussy

0
SHARES
68
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Hingga perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-77, Jaringan Damai Papua atau JDP menilai pemerintah Indonesia belum mampu menyelesaikan konflik kekerasan bersenjata yang terus menerus terjadi di Tanah Papua. JDP mendesak pemerintah Indonesia membuat jeda kemanusiaan sebagai awalan untuk menggelar dialog damai Papua.

JDP menyoroti konflik bersenjata dan kekerasan yang terus terjadi di berbagai wilayah di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Yahukimo, Tolikara,  Puncak, dan Pegunungan Bintang. Juru Bicara JDP, Yan Cristian Warinussy menyatakan JDP mencatat serangkaian peristiwa konflik bersenjata antara TPNPB OPM dan TNI/POLRI telah membuat rakyat sipil menjadi sasaran atau korban sia sia.

“Rakyat sipil dimaksud meliputi warga rakyat asli Papua di wilayah konflik serta para petugas medis, tenaga guru, pekerja borongan pembangunan jalan atau pembangunan menara telekomunikasi, atau pedagang serta tukang ojek. Ada pula korban yang berjatuhan di antara para pihak [yang bertikai], baik dari TNI, Polri, maupun TPNPB OPM,” kata Warinussy kepada Jubi melalui layanan pesan WhatsApp, Minggu (14/8/2022).

Warinussy mengkritik berbagai kekerasan tidak ditangani dengan tuntas, sehingga motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut tidak diketahui dengan pasti, dan pelakunya tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Para pihak yang bertikai cenderung saling melemparkan tuduhan.

“Yang terjadi adalah saling melempar pernyataan, klaim posisi korban, serta tudingan yang parsial mengenai siapa yang diduga bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Termasuk dalam peristiwa tertembaknya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah [atau Kabinda] Papua  beberapa waktu lalu, maupun ketika tewasnya anggota Brimob bernama Diego Rumaropen di Kabupaten Jayawijaya, Papua belum lama ini,” ujar Warinussy.

JDP mencatat konflik di Tanah Papua yang telah berlangsung kurang lebih 50 tahun itu turut dipicu akibat praktik jual-beli senjata api dan amunisi ilegal. Sejumlah kasus perdagangan senjata api ilegal juga melibatkan anggota TNI/Polri. Perdagangan senjata itu telah mendatangkan ratusan senjata api pabrikan modern maupun rakitan ke Tanah Papua, dan dimiliki oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Terbukti terakhir ini seringkali korban tewas sia-sia dari anggota TNI dan Polri maupun rakyat sipil. Mereka diduga ditembak dari jarak yang sangat jauh,” kata Warinussy.

BERITATERKAIT

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

Warinussy menyatakan pihak TNI dan Polri telah memulai langkah yang lebih lunak dengan mendekati aparat kampung maupun tokoh masyarakat di wilayah konflik. Akan tetapi, belakangan pihak yang didekati oleh TNI dan Polri menjadi sasaran kekerasan yang diduga dilakukan TPNPB.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Bahkan tidak jarang anggota TNI atau Polri yang berupaya melakukan pendekatan sosial tersebut turut menjadi sasaran TPNPB . Situasi seperti itu berulang kali terjadi dan terus terjadi di Tanah Papua,” kata Warinussy.

Dalam rangkaian peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77, Jaringan Damai Papua menyerukan pentingnya jeda kemanusiaan sebagai langkah awal memulai dialog damai di antara para pihak yang bertikai. JDP menyebut Presiden Joko Widodo sebagai salah satu Presiden terbaik yang dapat memberi kado istimewa bagi rakyat Papua.

“Presiden segera dapat mengambil langkah penting bagi upaya penyelesaian dan mengakhiri konflik bersenjata di Tanah Papua yang diduga keras hanya memberi keuntungan bagi kelompok tidak bertanggung jawab di Tanah Papua ini. Korban senantiasa berjatuhan dari hari lepas hari, [termasuk] di pihak rakyat sipil,” ujarnya.

Warinussy menyatakan JDP yakin dan senantiasa percaya bahwa tindakan kekerasan tidak akan pernah mengakhiri konflik di manapun di muka bumi ini. Ia mendesak pemerintah menggelar dialog secara damai dan berkelanjutan demi menyudahi konflik bersenjata di Papua. “JDP ingin agar konflik bersenjata di Tanah Papua segera diakhiri, demi  memberikan kedamaian bagi seluruh rakyat Papua dan Indonesia yang hidup dan berkarya di atas tanah ini,” katanya. (*)

Continue Reading
Tags: Dialog Damai PapuaJaringan Damai PapuaJDPJeda Kemanusiaankonflik bersenjataKonflik Bersenjata di Papuakonflik Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Korban kekerasan dan konflik bersenjata

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026
KNPB

KNPB khawatir pendataan pengungsi oleh pemerintah untuk kepentingan politik

August 24, 2026

KNPB desak TPNPB dan TNI/Polri mengedepankan dialog bermartabat

July 6, 2026

Dikhawatirkan terjadi konflik lanjutan di Tanah Papua setelah pilot Amerika tewas

July 4, 2026

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

June 9, 2026

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara