• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Mengenal tradisi sasi dalam bahasa-bahasa lokal di Tanah Papua

July 6, 2024
in Seni & Budaya, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Timoteus Marten
Nelayan dengan berbagai alat tangkap, bagan bergerak di Kampung Nelayan, Hamadi Distrik Jayapura, Papua- Jubi/dam

Nelayan dengan berbagai alat tangkap, bagan bergerak di Kampung Nelayan, Hamadi Distrik Jayapura, Papua- Jubi/dam

0
SHARES
1.1k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sasi dalam bahasa Maluku adalah tradisi atau aturan tidak tertulis masyarakat adat, yang melarang masyarakat untuk menangkap hewan laut, dalam waktu tertentu. Pelarangan untuk penangkapan ikan atau hewan laut itu berlangsung sekitar 24 bulan.

“Larangan ini dalam bahasa modern bisa dibilang sama dengan konservasi tradisional,“ kata Dr. JR Mansoben, MA pakar antropologi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) kepada Jubi.id pada Sabtu (6/7/2024).

Dia mengatakan bahwa biasanya dalam melakukan tutup sasi di zaman dulu ada klan-klan tertentu yang wajib memimpin upacara tradisi pelaksanaan tutup sasi maupun buka sasi.

“Misalnya, memberikan doa kepada Sang Pencipta alam semesta sesuai kepercayaan suku, berbeda dengan sekarang–bisanya pendeta yang memimpin dalam doa untuk pelaksanaan sasi,” katanya seraya menambahkan, inti dari sasi sebenarnya menjaga pelestarian sumber daya alam laut.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Berikut nama-nama sasi dalam bahasa lokal, yang dihimpun jurnalis Jubi.id dari dari hasil beberapa peneliti dan NGO di Tanah Papua.

Suku Byak

Di Pulau Biak Numfor, masyarakat menyebut sasi dalam bahasa Biak adalah sasisen,.yang artinya, melarang warga mengambil biota laut di wilayah yang telah ditentukan selama beberapa waktu.

BERITATERKAIT

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

Di Biak ada pula sasisen di wilayah darat, misalnya, warga dilarang mengambil kelapa, terkecuali kelapa muda yang jatuh–biasanya diserahkan ke gereja.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Suku Matbat

Di Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, juga mengenal sasi dalam bahasa setempat dengan nama samsom.

Tradisi ini telah lama dikenal dan sekarang  tetap dipraktikkan kembali.

Fakfak

Warga di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak menyebut sasi dengan nama kera-kera adat, dengan melarang warga mencari biota laut selama setahun, dan baru dibuka kembali sehingga warga bisa mengambil hasil laut.

Kaimana

Warga di Kampung Marsi, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana menyebut sasi dengan gama dan sudah menjadi tradisi bagi suku Mairasi di Kaimana, Papua Barat.

Pelaksanaan tiyatiki di Kampung Tablasupa, Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. - Jubi/ist
Pelaksanaan tiyatiki di Kampung Tablasupa, Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. – Jubi/ist

Tablasupa

Warga di Kampung Tablasufa menamakan sasi dalam bahasa lokal suku Tepera, Kabupaten Jayapura dengan nama tiyatiki.

Teluk Wondama

Warga di Kampung Menarbu, Pulau Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat  menyebutnya dengan nama kadup.

Kepulauan Yapen

Warga Kampung Asai di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua menamakan sasi dengan tasamu–rawanang.

Sorong dan sekitarnya

Di Kampung Malaumkarta, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, masyarakat menyebut sasi dengan egek. Sedangkan di Fakfak mereka menyebutnya juga dengan nama rojaha, dan di beberapa lokasi di Kabupaten Raja Ampat menamakan sasi dengan kabus dan di Misool disebut samsom.

Sarmi

Orang Sobei di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, juga mengenal tradisi sasi dengan sebutan fetrauw.

Fetrauw berlaku seperti sasi di laut. Fetrauw sebagai hukum adat yang hanya dikeluarkan oleh seorang kepala klan atau marga. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: BudayaPapuaSasi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

April 1, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

April 1, 2026
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

April 1, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
Ditembak

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026
Sumule

Pemprov Papua Tengah Belum putuskan pengurangan P3K

March 30, 2026
Merauke

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

0
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

0
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

0
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

0
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

0
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

0
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

0

Trending

  • gubernur

    Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah Belum putuskan pengurangan P3K

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara