Jayapura, Jubi – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua atau YKKMP menyalurkan bantuan alat tulis bagi anak-anak pengungsi di Sekolah Dasar atau SD Yapesli dan SD Sapalek milik Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan (YPPP) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (30/1/2026).
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem mengatakan, beberapa hari sebelumnya pihaknya mengunjungi kedua sekolah itu, dan berdiskusi dengan para guru membahas kondisi dan kebutuhan murid.
“Dalam diskusi tersebut, banyak hal yang disampaikan oleh pihak sekolah untuk kebutuhan siswa/siswi. Apa yang disampaikan pihak sekolah telah menjadi perhatian penting bagi Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua,” kata Theo Hesegem dalam siaran pers tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Beberapa hari setelah kunjungan itu, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua pun menyalurkan bantuan kepada untuk sekolah tersebut. Bantuan itu lebih dikhususkan bagi anak-anak pengungsi dari Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan yang bersekolah di SD milik Yayasan Yapesli Papua Indonesia dan SD Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua menyalurkan 200 buku tulis, dia buah papan tulis, 200 penggaris, 200 pulpen, 200 pensil, 200 buku gambar, 200 pensil warna, 200 alat raut pensil dan alat peraga lainnya untuk SD Sapalek.
“[Di SD Sapalek milik] Yayasan Pendidikan Papua Pegunungan ada sekitar 394 murid, 300 diantaranya adalah anak-anak pengungsi,” ujarnya.
Sedangkan di SD Yapesli, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua menyalurkan 100 buku tulis, 3 papan tulis, 100 penggaris, 100 bolpoin, 100 pensil, 100 buku gambar, 100 pensil warna, 100 alat raut pensil, dan beberapa alat peraga lainnya.
SD Yapesli memiliki 168 murid, 37 di antaranya adalah anak-anak pengungsi dari Kabupaten Nduga. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada anak-anak di masing-masing sekolah.
Theo Hesegem berharap bantuan itu dapat digunakan dengan baik, dan anak-anak itu dapat tetap bersekolah dengan baik, meskipun kondisi gedung sekolah mereka tidak mendukung.
“Pendidikan sangat penting dan kalian bisa jadi pemimpin untuk masa depan Papua, hanya melalui pendidikan,” ujarnya.
Hesegem juga mengajak anak-anak itu, untuk selalu menuruti nasihat para guru, agar kelak dapat menggapai apa yang menjadi impian mereka.
“Rajin belajar, jangan malas-malas datang ke sekolah, karena pendidikan sangatlah penting bagi masa depan kalian, belajar saling menghargai satu sama yang lain di sekolah ini,” ucapnya.
Hesegem pun berterima kasih kepada guru di dua sekolah atas kerja samanya, sehingga Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua dapat menyerahkan bantuan kepada siswa/i di kedua sekolah ini.
“Saya berharap kerja sama terus kita tingkatkan, untuk masa depan anak-anak dan Papua. Saya juga sangat mengharapkan kepada Pemerintah Nduga, Pemerintah Jayawijaya, dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, melihat kondisi kedua sekolah ini, sehingga gedung sekolahnya di bangun sesuai dengan standar. Sehingga anak-anak belajar dengan sehat dan menjadi pintar dan hebat,” kata Hesegem. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post