Jayapura, Jubi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Indonesia, termasuk Tanah Papua, selama sepekan ke depan mulai 31 Maret hingga 6 April 2026. Meski mulai memasuki masa transisi menuju Monsun Australia yang bersifat kering, aktivitas gelombang atmosfer memicu curah hujan tinggi yang signifikan di wilayah selatan Papua.
Berdasarkan data pantauan BMKG pada periode 26-29 Maret, curah hujan tertinggi di Indonesia justru tercatat berada di Papua Selatan dengan intensitas mencapai $140.0~mm/hari$. Angka ini jauh melampaui wilayah lain seperti Sumatra Utara ($105.2~mm/hari$) maupun wilayah Papua secara umum yang tercatat sebesar $78.6~mm/hari$.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca dalam sepekan ke depan sangat dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, hingga lokal. Salah satu faktor utama yang memengaruhi wilayah Papua adalah aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).”Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan melintasi wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah serta sebagian Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tulis Direktorat Meteorologi Publik BMKG dalam rilis resminya pada Senin, 30 Maret 2026.
Selain MJO, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprakirakan aktif melintasi sebagian besar wilayah Papua. Kondisi ini diperkuat dengan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi, sehingga meningkatkan konsentrasi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Secara lokal, BMKG memantau adanya labilitas atmosfer yang kuat yang mendukung proses konvektif di hampir seluruh provinsi di Tanah Papua, mulai dari Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, hingga Provinsi Papua.Prakiraan Wilayah Terdampak di Tanah PapuaDalam rincian potensi hujan mingguan, BMKG membagi peringatan dalam dua periode waktu yang krusial bagi warga di Tanah Papua:
Periode 31 Maret – 2 April 2026; selama tiga hari pertama, seluruh provinsi di Tanah Papua diprakirakan akan mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah yang masuk dalam daftar waspada meliputi: Papua Barat Daya Papua Barat Papua Tengah Papua Papua Pegunungan Papua Selatan.
Periode 3 – 6 April 2026; memasuki pertengahan pekan, kondisi cuaca ekstrem ini diprakirakan belum akan mereda. BMKG kembali mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang menetap di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan.

Meskipun intensitas hujan di Papua tetap tinggi, secara nasional Indonesia mulai bersiap menghadapi musim kemarau. Hal ini ditandai dengan penguatan Monsun Australia yang membawa aliran massa udara yang umumnya bersifat lebih kering dari Benua Australia menuju Indonesia. “Hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia yang menjadi salah satu indikasi bahwa sebagian wilayah mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau,” sebut BMKG.
Namun, pemanasan siang hari yang intens turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang sering kali memicu hujan mendadak dan cuaca ekstrem.
Imbauan keselamatan dan mitigasi
BMKG meminta masyarakat, khususnya pengendara dan warga yang melakukan aktivitas luar ruang di Papua, untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan,” tulis BMKG dalam imbauannya.
Selain itu, warga diminta untuk mewaspadai ancaman fisik di lingkungan sekitar. “Masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir,” tulis BMKG dalam rilis tersebut.
Bagi masyarakat Papua yang berencana melakukan perjalanan laut maupun udara, BMKG mengingatkan agar memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala. Kondisi cuaca yang berubah sewaktu-waktu dapat memengaruhi jadwal ibadah, kegiatan wisata, serta transportasi publik. Informasi terbaru dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi www.bmkg.go.id. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post