• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Penembakan warga Maybrat: YKKMP surati Komnas HAM RI

August 18, 2026
in Rilis Pers, Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Penembakan warga Maybrat

Korban saat mendapat perawatan di rumah sakit - Dok. LBH Papua pos Sorong

0
SHARES
193
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyurati Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) berkaitan dengan dugaan penembakan 3 warga di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya pada 13 Agustus 2026.

Surat YKKMP Nomor : AO1/PTI/YKKMP/WMX/PG/VIII/2026 yang ditandatangani Direktur Eksekutif/Pembela HAM Papua, Theo Hesegem itu, terkait permohonan pembentukan tim pemantauan dan investigasi.

Dalam suratnya, YKKMP menyampaikan keprihatinan dan meminta perhatian segera Komnas HAM RI atas dugaan penembakan yang melukai Selviana Sorry, Ana Fatie dan Silvester Assem.

YKKMP menyatakan, berdasarkan informasi awal yang dihimpun lembaga itu, pada saat kejadian ada masyarakat sipil sedang berada di sebuah pondok/tenda, yang digunakan sebagai tempat beristirahat setelah melakukan aktivitas berkebun dan mengolah sagu.

Menurut keterangan awal dari saksi, pada saat kondisi mulai gelap terdapat sejumlah personel yang menurut saksi merupakan anggota Satgas BKO TNI datang ke sekitar lokasi.

Selanjutnya terjadi rentetan tembakan ke arah pondok dan lingkungan sekitar tempat warga berada.

“Para korban dan saksi dilaporkan baru dapat dievakuasi pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIT, karena kejadian berlangsung pada malam hari dan lokasi berada cukup jauh dari pusat distrik,: tulis YKKMP dalam suratnya.

BERITATERKAIT

Puluhan warga di Kimaam terserang diare

Tim SAR cari dua warga yang hilang di Hutan Ulilin

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

YKKMP menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan keterangan awal yang masih harus diverifikasi melalui proses investigasi yang independen, objektif, dan berbasis bukti.

YKKMP menyatakan tidak bermaksud mendahului hasil penyelidikan maupun menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab, sebelum seluruh fakta diperiksa secara menyeluruh.

Namun, karena terdapat dugaan penggunaan kekuatan bersenjata yang mengakibatkan warga sipil mengalami luka, YKKMP menilai kasus ini perlu mendapatkan perhatian serius dari lembaga negara yang memiliki mandat dalam pemantauan dan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM.

Karenanya, YKKMP secara terbuka mendesak Komnas HAM RI untuk segera membentuk tim Pemantauan dan Investigasi guna mengungkap fakta sebenarnya mengenai peristiwa 13 Agustus 2026 itu.

Tim tersebut diharapkan dapat bekerja secara independen, objektif, profesional, transparan, serta mengedepankan keselamatan dan kepentingan korban.

YKKMP memohon agar investigasi sekurang-kurangnya mencakup pemeriksaan langsung terhadap ketiga korban untuk mendapatkan keterangan mengenai kronologi kejadian dan kondisi mereka.

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi pada saat kejadian. Pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui posisi korban, arah tembakan, jarak tembak, serta kondisi lingkungan sekitar.

Pemeriksaan medis terhadap korban, termasuk dokumentasi luka dan rekam medis, untuk memastikan penyebab dan mekanisme terjadinya luka.

Pengumpulan barang bukti, termasuk proyektil, selongsong peluru, bekas tembakan, maupun bukti lain yang ditemukan di lokasi.

Verifikasi jenis senjata dan amunisi yang digunakan apabila bukti memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan balistik.

Verifikasi keberadaan dan pergerakan personel keamanan di sekitar lokasi pada saat kejadian.

Pemeriksaan terhadap informasi dan laporan operasi keamanan yang berkaitan dengan keberadaan personel di wilayah tersebut.

Pemeriksaan terhadap pemerintah kampung, pemerintah distrik, tenaga medis, dan pihak-pihak lain yang mengetahui kejadian dan proses evakuasi korban.

Mendokumentasikan kondisi keamanan masyarakat sipil di wilayah Aifat dan Maybrat setelah kejadian untuk mencegah terjadinya intimidasi atau kekerasan lanjutan.

YKKMP juga meminta Komnas HAM RI memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan korban dan saksi.

“Korban dan saksi harus diberikan ruang yang aman untuk menyampaikan keterangan tanpa tekanan, intimidasi, ancaman, atau bentuk intervensi apa pun”.

YKKMP memandang bahwa keberanian masyarakat memberikan kesaksian merupakan bagian penting dalam proses pengungkapan kebenaran.

Karenanya, keselamatan mereka harus menjadi salah satu prioritas dalam proses pemantauan dan investigasi.

“YKKMP meminta agar seluruh pihak terkait memberikan akses yang diperlukan kepada Komnas HAM RI untuk melakukan pemeriksaan secara objektif,” tulis YKKMP dalam suratnya.

Selain itu kata YKKMP, tidak boleh ada upaya menghilangkan barang bukti, menghalangi saksi memberikan keterangan, atau membatasi akses terhadap lokasi kejadian tanpa alasan hukum yang jelas.

Apabila terdapat perbedaan informasi antara keterangan masyarakat dan keterangan aparat keamanan, perbedaan tersebut harus diuji melalui proses investigasi berbasis bukti, bukan melalui pernyataan sepihak.

Selain mengungkap fakta, YKKMP meminta agar Komnas HAM RI memperhatikan hak-hak ketiga korban,
termasuk hak mendapatkan pelayanan medis, hak atas keamanan dan perlindungan.

Hak untuk mendapatkan informasi mengenai proses penanganan kasus, hak untuk memperoleh pemulihan apabila terbukti menjadi korban pelanggaran HAM, serta hak mendapatkan keadilan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

YKKMP menyerukan kepada TNI, Polri, pemerintah daerah, kelompok bersenjata, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pihak yang berada di wilayah Maybrat menahan. Tidak melakukan
tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan serta meningkatkan risiko jatuhnya korban sipil.

YKKMP menegaskan bahwa masyarakat sipil bukanlah sasaran konflik. Dalam setiap situasi keamanan, keselamatan dan perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas.

“Komnas HAM RI memiliki posisi penting dalam memastikan bahwa dugaan pelanggaran HAM terhadap masyarakat dapat diperiksa secara objektif dan tidak berhenti pada saling tuduh antara para pihak”.

Oleh karena itu, YKKMP meminta Komnas HAM RI segera mengambil langkah konkret dengan mengirimkan Tim Pemantauan dan Investigasi ke Maybrat, melakukan pemeriksaan terhadap korban
dan saksi.

Memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, serta menyampaikan hasil pemantauan kepada publik secara transparan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

YKKMP menyatakan siap bekerja sama dan memberikan informasi awal yang dimiliki.kepada Komnas HAM RI, sepanjang proses tersebut dilakukan secara profesional, independen, dan mengutamakan perlindungan korban serta saksi.

“Besar harapan kami agar Komnas HAM RI memberikan perhatian serius dan segera mengambil langkah. Atas perhatian dan tindak lanjut Komnas HAM RI, kami menyampaikan terima kasih,” tulis YKKMP. (*)

Tags: HAMKomnasMaybratPenembakanWargaYKKMP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Diare di Kimaam

Puluhan warga di Kimaam terserang diare

October 7, 2026
Warga Merauke hilang

Tim SAR cari dua warga yang hilang di Hutan Ulilin

October 5, 2026

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026

YKKMP: Indonesia mesti menjawab masalah HAM di Papua dengan data

September 28, 2026

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

September 26, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

October 9, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Bendungan Sirinumu PNG

Tingkat air bendungan Sirinumu PNG mencapai level konservasi darurat

October 9, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Tentara Australia dan PNG

250 tentara Australia dan PNG berpartisipasi dalam latihan prajurit Wantok

October 9, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

0
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

0
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

0
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

0
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

0
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

0
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara