Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM Kodap Sinak Puncak Jaya, membantah terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Puncak Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
TPNPB Kodap Sinak Puncak Jaya bersikukuh, bahwa pembunuhan tersebut dilakukan karena kemarahan warga sipil atas pembunuhan tiga orang asli Papua yang ditembak mati oleh militer Indonesia sejak 16 Juli 2024. Pembunuhan itu disebut sebagai balasan pihak korban terhadap warga non-OAP (Orang Asli Papua).
“Dan dalam hal tersebut Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB OPM tidak bertanggung jawab. Sebab, aksi tembak mati dan awal mulai kericuhan itu dilakukan oleh militer Indonesia yang dikirim oleh Presiden Indonesia dalam menjalankan tugas pengamanan negara di tanah Papua,” demikian pernyataan TPNPB Kodap Sinak Puncak Jaya melalui siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Kamis (18/7/2024).
Maka dari itu, TPNPB Kodap Sinak Puncak Jaya meminta Presiden Joko Widodo, panglima TNI dan Polri bertanggung jawab atas kericuhan yang terjadi di Puncak Jaya. Kericuhan itu mengorbankan warga sipil.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Sekali lagi kami dari manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB OPM tidak terlibat dalam pembunuhan warga imigran dan itu adalah aksi spontanitas warga Papua, yang melakukan pembunuhan terhadap warga imigran akibat dari ketiga warga sipil asli Papua, yang dibunuh oleh aparat militer pemerintah Indonesia secara ditembak mati dalam penyerangan terhadap pasukan TPNPB di Mulia Puncak Jaya kemarin,” kata Panglima Tinggi TPNPB-OPM Jenderal Goliath Naaman Tabuni penanggung jawab TPNPB-OPM seperti dikutip dari siaran pers tersebut. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post