Jayapura, Jubi – Salah satu tokoh politik di Tanah Papua, Laurenzus Kadepa berharap tak ada lagi konflik antarwarga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah setelah kesepakatan damai dua kelompok yang sempat terlibat pertikaian di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Senin (12/1/2026).
Tokoh politik dari Papua Tengah ini mengatakan, perdamaian disepakati kedua pihak setelah hampir empat bulan terlibat konflik.
“Turut berdukacita bagi korban [konflik antarwarga itu] dan keluarga yang ditinggal. Saya apresiasi dua kubu yang selama beberapa bulan terlibat konflik, karena sepakat untuk berdamai. Ini sikap yang luar biasa. Harapannya tidak boleh ada perang lagi,” kata Laurenzus Kadepa saat menghubungi Jubi melalui panggilan teleponnya, Rabu (14/1/2026).
Mantan anggota komisi bidang pemerintahan, politik, keamanan, hukum dan HAM DPR Papua periode 2014-2019 dan 2019-2024 itu juga mengapresiasi para pihak yang terlibat mengupayakan perdamaian bagi kedua kelompok warga itu.
“Saya juga mengapresiasi bupati dan wakil Bupati Mimika berserta jajarannya, Pemda Puncak, Wakil Bupati Puncak, Sekda Puncak dan jajarannnya, juga aparat keamanan, negosiator dari tokoh adat, agama, intelektual yang terus berupaya mendorong perdamaian kedua kubu,” ucapnya.
Katanya, setelah kesepakan damai ini, tidak boleh lagi ada konflik di Mimika. Sebab, konflik antarwarga atau kelompok bukan solusi dalam menyelesaikan masalah. Konflik hanya akan menyebabkan jatuhnya korban jiwa, korban luka dan harta benda.
“Apalagi perang dalam satu suku tidak boleh ada. Tanah Papua sangat luas. Tidak sebanding dengan jumlah penduduk asli. Butuh kelahiran, bukan kematian yang meningkat. Kalau kematian yang meningkat nanti siapa yang menduduki tanah pusaka ini,” ujarnya.
Kadepa juga mengingatkan pemerintah daerah di Tanah Papua untuk berpran menjaga Tanah Papua dari konflik antarwarga, dengan melakukan pelayanan nyata, sentuhan lansung kepada akar rumput, dan komunitas suku, agar mereka merasa tersentuh oleh program pemerintah. Bukan menciptakan jarak yang mengakibatkan ketimpangan sosial.
“Butuh distribusi keadilan dalam pengambilan kebijakan pada semua sektor. Untuk semua suku yang ada di Mimika, mari jaga persatuan, kedamaian. mari jaga Mimika rumah kita bersama sebagai tempat yang nyaman aman bagi semua orang,” kata Kadepa. (*)




Discussion about this post