• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Selesaikan akar masalah Papua, Presiden Prabowo diminta lihat rekomendasi BRIN

November 1, 2025
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Angela Flassy
Pers

Politikus Papua, Laurenzus Kadepa. Jubi/IST.

0
SHARES
676
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Tokoh Politik Tanah Papua, Laurenzus Kadepa meminta kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk melihat kembali rekomendasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang kini sebut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang penyelesaian akar masalah Papua.

Menurutnya ada empat rekomendasi yaitu sejarah status politik yang belum tuntas, Kekerasandan pelanggaran HAM di Papua, Diskriminasi dan marjinalisasi Orang Asli Papua (OAP), dan kegagalan pembangunan dalam Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Demikian hal itu disampaikan tokoh politik Laurenzus Kadepa melalui panggilan telepon kepada Jubi di Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (1/11/2025).

Saat menyikapi situasi Tanah Papua yang eskalasi konflik kekerasan terus meningkat, ditambah penempatan militer di Tanah Papua yang berdampak pada warga sipil dan mengungsi dari halaman kampungnya.

Laurenzus Kadepa mengatakan sudah 60 tahun lebih lebih konflik Papua ini terus dipelihara.

Dari pertama Presiden ganti Presiden  sampai sekarang Presiden Prabowo sama dan tidak berubah justru memperburuk situasi. K

atanya dari konflik itu ada pihak-pihakyang mendapat keuntungan, ada pihak-pihak yang mendapatkan kerugian, ada pihak-pihak menjadi korban.

BERITATERKAIT

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Penyelesaian konflik di Tanah Papua butuh pendekatan sipil dan dialogis

Komarudin Watubun: Penempatan pasukan di Papua harus ciptakan rasa aman

Bentuk KEPPO Papua, negara kehilangan akal tangani pembangunan Papua

“Memang begitu sudah namanya konflik itu harus ada yang korban, ada yang untung. Sekarang dari semua ini terjadi di depan kita semua. Kitas emua sudah paham, sudah mengerti bahwa yang korban baik yang meninggal dunia sejak dulu hingga hari ini, ini adalah warga-warga sipil, warga negara Indonesia,” kata Kadepa.

Kadepa merasa miris dengan kenyataan di Tanah Papua bahwa warga masyarakat yang menjadi korban ini ada di lingkup kerja jajaran pemerintahan dari Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala Distrik, sampai KepalaKampung. Dan ada pula Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga dari tingkat pusat hingga daerah.

Ia ibaratkan semua orang seperti sedang menonton tragedi kemanusiaan seperti sebuah film di TV. Tokoh Tanah Papua itu meminta kepada Presiden Prabowo kembali mengundang BRIN yang dulu pernah merekomendasikan beberapa persoalan, sertabeberapa solusi alternatif kepada pemerintah terkait dengan konflik Papua.

Presiden juga mengundang BRIN, OGN, Lembaga HAM, seperti Amnesty International Indonesia untuk bicarakan soal Papua terkait rekomendasi BRIN itu.

“Untuk mengupas, dan bersama-sama lembaga-lembagaindependen lain, untuk koreksi dan rekonstruksi semua kebijakan pemerintah Indonesia terhadap Papua. Karena saya lihat, dari dulu sampai sekarang pendekatan ke Papua sama, pendekatan politik dan pendekatan keamanan. Cumaitu, dan itu tidak akan mendapatkan sebuah solusi,” katanya.

Ia menyarankan kepada Prabowo agar mendengarkan Komnas HAM RIsebagai penyambung lidah masyarakat sekarat menderita akibat pendekatan dan kebijakan pemerintah. Dimana para pengungsi menitip pesan melalui Komnas HAM untukdisampaikan kepada Prabowo untuk penarikan militer sebab masyarakat tidakmerasa aman adanya pos-pos dan penempatan pasukan militer nonorganik.

“Pak Presiden Prabowo juga harus dengar seruan suara kenabian dari pemimpin-pemimpin gereja, Sinode, Uskup dan sebagainya. Karena mereka punya umat yang menjadi korban dari kekerasan konflik itu. Prabowo harusmengambil langkah yang berani untuk mengakhiri konflik di Papua,” katanya.

Sebelumnya pada Senin (27/10/2025) Uskup Keuskupan Timika,Mgr Bernardus Bofitwos Baru OSA mengeluarkan seruan misa sembilan hari berturut berkaitan tentang situasi konflik bersenjata di seluruh tanah Papua, khususnyadi wilayah Puncak dan Intan Jaya.

Ia menyerukan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto dan Panglima TNI agar menghentikan kekerasan bersenjata dan kebijakan pengiriman pasukan nonorgananik ke Papua.

“Presiden secepatnya mengambil langkah dialog agar menemukan solusi terbaik untuk mengakhiri konflik bersenjata ini, yang telah memakan korban ribuan nyawa manusia, baik di pihak masyarakat sipil, TNI-POLRI maupun di pihakTPNPB,” katanya melalui seruan Keuskupan Timika yang diterima Jubi.

Uskup Bernardus mengatakan untuk mendorong upaya dialog tersebut agar terwujudnya perdamaian di Tanah Papua ini, maka ia menilai bahwa diperlukan juga dukungan spiritual berupa doa-doa, puasa dan misa khusus.

Uskup menyerukan kepada semua imam (pastor), baik imam yang berkarya di paroki maupun di bidang kategorial lainnya agar mempersembahkan Misa khususberturut-turut selama sembilan (9) hari, dimulai pada November 2025.

“Wujudnya, mendoakan para pihak yang bertikai – berkonflik, baikPemerintah Pusat, TPNPB, TNI-POLRI dan seluruh masyarakat Papua serta Indonesiaagar membuka hati, duduk berdialog untuk menemukan solusi terbaik mengakhirikonflik bersenjata yang telah memakan ribuan korban manusia,” ujar Uskup Timika, Mgr Bernardus Baru OSA.(*)

Tags: Dialog DamaiLauranzus Kadepapasukan non organikUskup Timika
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pasukan Non-organik

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026
Tanah Papua

Penyelesaian konflik di Tanah Papua butuh pendekatan sipil dan dialogis

February 11, 2026

Komarudin Watubun: Penempatan pasukan di Papua harus ciptakan rasa aman

November 6, 2025

Bentuk KEPPO Papua, negara kehilangan akal tangani pembangunan Papua

October 10, 2025

Jumlah aparat keamanan yang berlebihan malah membuat warga takut beraktivitas

October 8, 2025

Komnas HAM Papua: Penyelesaian konflik di Tanah Papua butuh dialog kemanusiaan 

September 30, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

October 22, 2026
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi Papua Tengah: Petani lokal berpeluang memperluas akses pasar

October 22, 2026
Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

0
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

0
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

0
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

0
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

0
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara