Konfederasi KSTHMP serukan perlindungan hak masyarakat adat Papua

Author : Gamaliel Kaliele

Editor : Syam Terrajana

Sorong, Jubi – Konfederasi Selamatkan Tanah, Hutan, dan Manusia Papua (KSTHMP) menggelar aksi damai, memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Aksi digelar di kantor DPRD Kabupaten Sorong.

Aksi itu mengangkat tema “Bangsa Papua Juga Pu HAM”, bertujuan menyuarakan berbagai isu pelanggaran HAM, deforestasi, dan ancaman terhadap masyarakat adat Papua.

Aksi yang berlangsung sejak Selasa pagi, 10 Desember 2024,  dimulai dengan long march dari alun-alun Aimas menuju kantor DPRD Kabupaten Sorong. Sayangnya, saat para peserta aksi tiba di kantor DPRD, tidak ada anggota DPRD yang hadir untuk menerima aspirasi mereka. Aspirasi akhirnya diterima oleh salah seorang staf bernama Sisilia Yelimolo.

Dalam pernyataannya, Fiktor Kafiyu dari KSTHMP menyoroti ancaman nyata terhadap ruang hidup masyarakat adat Papua yang semakin terpinggirkan,  akibat ekspansi industri ekstraktif.

“Hutan dan tanah masyarakat adat terus dirampas atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Proyek-proyek strategis nasional, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, hanya memperburuk penderitaan masyarakat adat Moi,” ujar Fiktor.

Samuel Moifilit, juru kampanye Selamat Hutan Malamoi, menambahkan  proyek-proyek besar tersebut mengakibatkan deforestasi, konflik horizontal, dan hilangnya hak masyarakat adat atas tanah mereka. “Lebih dari 7,5 juta hektare hutan Papua terancam deforestasi akibat konsesi kelapa sawit, hutan tanaman industri, dan pertambangan,” katanya.

Selain masalah ekonomi, KSTHMP juga menyoroti pelanggaran HAM berat yang terus terjadi di Papua Barat.  Termasuk kasus mutilasi di Timika pada 2022 dan berbagai peristiwa kekerasan terhadap masyarakat asli Papua yang belum terselesaikan. “Sejak 1961 hingga kini, tidak ada upaya serius dari pemerintah Indonesia atau PBB untuk menuntaskan berbagai pelanggaran HAM di Papua,”  Samuel.

BERITATERKAIT

Yohana Awom, Sekretaris Lapangan KSTHMP, juga mengkritik kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai tidak efektif. “Otsus dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) hanya memperpanjang konflik tanpa menyelesaikan masalah mendasar. Hak masyarakat adat Moi terus diabaikan,” katanya.

Melalui aksi ini, KSTHMP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, nasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, di antaranya:Mencabut semua izin eksploitasi sumber daya alam di Papua yang merugikan masyarakat adat. Menghentikan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong yang dinilai hanya memperburuk kondisi masyarakat adat Moi.

selanjutnya melakukan review terhadap kebijakan dan izin berbasis lahan yang tidak melibatkan persetujuan masyarakat adat. Menyelesaikan pelanggaran HAM berat di Papua melalui mekanisme internasional dan PBB.
Perwakilan KSTHMP, Soleman Nibra, menyatakan  dominasi pendatang dan kebijakan transmigrasi telah merusak identitas budaya asli Papua. “Program transmigrasi hanya mempercepat peminggiran masyarakat adat dan mengancam keberlangsungan budaya Papua,” Soleman.

Kondisi ini diperparah oleh eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan tanpa mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat adat. Jenny Salamala, perwakilan dari Gerakan Malamoi, menegaskan pembangunan yang dijalankan pemerintah saat ini lebih menguntungkan korporasi daripada masyarakat Papua.

Melalui momentum Hari HAM Sedunia, KSTHMP menyerukan kepada semua pihak untuk bersuara demi keadilan dan perlindungan hak masyarakat adat Papua. “Kami akan terus menyuarakan keadilan hingga hak masyarakat adat diakui dan dilindungi sepenuhnya,” tutup Fiktor Kafiyu.(*)

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Forest and land fires driven not only by El Niño but also by corporate  expansion

Jayapura, Jubi – Forest and land fires (karhutla) should not be attributed solely to El Niño and climate change, but [...]

Papua conservation agency develops plan to restore pig-nosed turtle  population

Jayapura, Jubi – The Papua Natural Resources Conservation Agency (BBKSDA Papua), in collaboration with WWF-Indonesia’s Papua Programme, is developing a [...]

WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental  restoration at Makimi gold mine

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua has called for the protection of Indigenous communities’ rights [...]

Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture

Jayapura, Jubi – Merauke regency in South Papua province is one of Indonesia’s major food-producing regions, with tens of thousands [...]

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist