• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Gelombang protes dari Tanah Maybrat yang tak pernah benar-benar pulih

December 11, 2025
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Maybrat

Puluhan mahasiswa, pemuda adat, dan warga dari berbagai distrik di Kabupaten Maybrat memenuhi halaman kantor DPRD, Rabu (10/12/2025).

0
SHARES
259
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Puluhan mahasiswa, pemuda adat, dan warga dari berbagai distrik yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Peduli HAM di Kabupaten Maybrat memenuhi halaman kantor DPRK Maybrat, Papua Barat Daya, Rabu (10/12/2025). Mereka menolak diam terhadap pelanggaran HAM yang terus berulang di Papua. Dengan noken, poster, dan simbol-simbol adat, mereka menegaskan: perjuangan mempertahankan martabat dan ruang hidup sudah tidak bisa lagi ditunda.

Aksi berlangsung di tengah situasi keamanan yang makin rapuh. Di tempat itu, warga Maybrat menyampaikan kekhawatiran atas pola intimidasi, kekerasan bersenjata, dan minimnya keberpihakan negara. Bagi mereka, perlawanan ini bukan sekadar penolakan; ini adalah ikhtiar mempertahankan masa depan generasi Papua.

Koordinator lapangan, Bram Sakof, membuka orasi dengan mengingatkan bahwa perjuangan HAM adalah perjuangan paling tua dalam sejarah manusia. “Sejak zaman kuno, manusia telah memperjuangkan hak-hak dasar untuk hidup secara bebas, adil, dan bermartabat,” ujarnya.

Bram menjelaskan sejarah panjang HAM modern, salah satunya tonggak kelahiran Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada 10 Desember 1948 di Paris. “Dokumen monumental itu lahir setelah dunia mengalami kehancuran moral akibat perang, genosida, ekosida, perbudakan, dan penyiksaan,” katanya.

Indonesia mengadopsi nilai DUHAM lewat ratifikasi dua instrumen internasional: ICCPR (Hak Sipil dan Politik) dan ICESCR (Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya).

Ratifikasi itu ditegaskan kembali ke dalam UU No.39/1999 tentang HAM, yang menjamin perlindungan bagi warga negara. Namun, sebagaimana disampaikan Bram, implementasinya masih jauh dari ideal. “Penegakan hukum sering tajam ke bawah, tumpul ke atas,” katanya.

Sejarah Indonesia menunjukkan daftar panjang pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan, dari Trisakti hingga pembunuhan Munir. Banyak kasus berhenti di meja penyelidikan.

BERITATERKAIT

Ada 26 selongsong peluru di lokasi penembakan tiga warga Maybrat

Hasil visum korban dugaan penembakan Maybrat diserahkan kepada polisi

DPRK bentuk pansus usut penembakan terhadap 3 warga Maybrat

SMM Prodem HAM: Pelaku penembakan 3 warga Maybrat diduga TNI

Untuk Papua, jumlahnya jauh lebih besar dan berlapis. Mulai dari Tri Komando Rakyat 1961, PEPERA 1969, Biak Berdarah 1998, Wasior 2001, Paniai 2014, hingga penembakan sipil di Intan Jaya 2025.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dua laporan terbaru memperlihatkan pola yang mengkhawatirkan:

infografis

Maybrat termasuk wilayah dengan sebaran konflik tertinggi, bersama Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nduga.

Bram menjelaskan bahwa konflik Maybrat tidak berdiri sendiri; ia tumbuh dari dua akar besar: politik dan ekonomi-politik, pertama Konflik Sipil–Politik. Menurut Bram, konflik ideologi antara “Papua Merdeka vs NKRI Harga Mati” menjadi pemantik kekerasan. Pembacokan dan perampasan senjata memicu pendropan aparat militer, pendirian pos-pos baru, hingga gelombang pengungsian di Aifat, Aitinyo, Mare, dan sekitarnya.

Kedua, konflik ekonomi-politik – Kepentingan Lahan dan Perusahaan. Artinya, masuknya perusahaan pembalakan kayu—terutama PT Wanagalang Utama dan PT Bangun Kayu Irian (BKI)—menjadi awal ketegangan baru. Ketika masyarakat memprotes, mereka langsung berhadapan dengan aparat.

  • Bram menggambarkan pola yang berulang:
  • masyarakat melawan perusahaan
  • perusahaan membenturkan kelompok masyarakat
  • kemudian aparat masuk atas nama pengamanan investasi
  • konflik memuncak dan berujung pengungsian

PT BKI, misalnya, tetap beroperasi meski basecamp-nya sempat dibakar warga pada 2021. Penebangan tetap berjalan bahkan ketika masyarakat belum kembali dari pengungsian.

Menurut Sekorlap Pauu Kamat, dua perusahaan lain—PT Mitra Pembangunan Global (MPG) dan PT WGU—memiliki konsesi luas yang meliputi distrik-distrik Aifat Timur hingga Sorong Selatan. Ekspansi ini dinilai mengancam hutan, wilayah adat, dan memperbesar risiko konflik baru.

Pauu juga mengungkapkan kekhawatiran atas surat dari PT Jepindo Raya yang meminta izin survei tambang emas di Aifat Timur, rencana yang muncul di tengah eskalasi konflik. Ia menilai ada elit lokal yang “bersekongkol” dengan investor.

“Kami khawatir, ketika tambang masuk, konflik baru pasti muncul. Ini menambah masalah di atas masalah,” katanya.

Konflik berkepanjangan membuat warga terus hidup dalam ketidakpastian. Di Bintuni, 112 orang masih mengungsi. Warga Aifat Timur pun belum kembali ke kampung mereka.

Kerusakan hutan, hilangnya lahan adat, dan ancaman tambang memperburuk situasi. Bagi masyarakat, hutan bukan hanya ruang hidup tetapi identitas.

Dalam peringatan Hari HAM ke-77, tema global “Human Rights, Our Everyday Essentials” menjadi pengingat sederhana: manusia hanya bisa bertahan jika memiliki hutan yang sehat, air layak, akses pendidikan, kesehatan, dan hidup tanpa diskriminasi.(*)

 

Continue Reading
Tags: Kabupaten MaybratPeringatan Hari HAM SeduniaProvinsi Papua Barat Daya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Peluru

Ada 26 selongsong peluru di lokasi penembakan tiga warga Maybrat

September 2, 2026
Penembakan Maybrat

Hasil visum korban dugaan penembakan Maybrat diserahkan kepada polisi

August 19, 2026
DPRK Maybrat

DPRK bentuk pansus usut penembakan terhadap 3 warga Maybrat

August 18, 2026

SMM Prodem HAM: Pelaku penembakan 3 warga Maybrat diduga TNI

August 18, 2026

Koalisi desak penarikan terduga pelaku penembakan dari Maybrat

August 15, 2026

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

August 10, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara