Wamena, Jubi – Kabera Kerebea (20 tahun), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosoma, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, kini sedang menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya di salah satu rumah sakit di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Tiga warga sipil ditembak di Kampung Yosoma pada 23 Oktober 2026. Penembakan diduga dilakukan oleh Satgas Rajawali VI Den 1 Koops Habema.
Dua korban meninggal dunia dalam peristiwa itu adalah Masut Serera (27 tahun) yang merupakan aparat Kampung Gilingan, Distrik Gearek, dan seorang pelajar bernama Kelikia Kerebea (14 tahun).
Masut Serera luka tembak di bagian dada dan kepala dengan empat bekas tembakan. Kelikia Kerebea mengalami luka tembak di bagian dada dan perut. Kabera Kerebea luka tembak pada bagian lengan kanan.
Jhoni Kerebea, perwakilan pihak keluarga korban luka tembak, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan Kabera Kerebea mengalami luka berat, sel-sel jaringan terputus dan tulang dalamnya hancur.
“Penanganan lebih lanjut di [salah satu rumah sakit di] Mimika terkendala kekurangan fasilitas. Kondisi fisik korban sangat lemah, sel-sel jaringan terputus, tulang-tulang hancur, namun makan minum lancar,” kata Jhoni Kerebea melalui telepon selulernya, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang disampaikan dokter kepada pihak keluarga, korban direncanakan akan dirujuk ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Katanya, rujukan tersebut direncanakan karena fasilitas kesehatan di Mimika dinilai belum memiliki peralatan medis yang lengkap untuk menangani kondisi korban.
“Dokter kasih informasi kepada kami bahwa korban akan dirujuk ke Makassar untuk berobat, belum pasti kapan akan berangkat karena fasilitas di sini tidak lengkap,” ujarnya.
Keluarga korban pun meminta dukungan doa dari berbagai pihak dalam proses penyembuhan dan pengobatannya. (*)

























Discussion about this post