• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

“All Eyes on Papua” bukti Pemerintah Indonesia abai

June 23, 2024
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Abeth You - Editor: Kristianto Galuwo
Papua

Tangkapan layar slogan 'All Eyes on Papua' yang viral di medsos.-Jubi/Instagram

0
SHARES
2.1k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Beberapa pekan lalu, linimasa media sosial (medsos) riuh dengan kampanye slogan All Eyes on Rafah. Seruan kemanusiaan itu muncul dan dibagikan hampir 50 juta unggahan, sebagai reaksi terhadap korban sipil di Rafah akibat konflik terkini Israel dan Palestina.

Berselang sehari kemudian, slogan All Eyes on Papua tiba-tiba menyusul viral. Hal ini muncul dari penolakan dan perlawanan hukum atas ancaman ekosida di tengah Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel dan Mappi, serta rencana perkebunan atau proyek tebu seluas dua juta hektare di Kabupaten Merauke.

All Eyes on Papua sempat dibagikan lebih dari tiga juta kali per Kamis (6/6/2024). Kampanye penolakan atas deforestasi di Tanah Papua itu, mendapat perhatian luas di West Papua, Indonesia, bahkan komunitas internasional.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Emanuel Gobay mengatakan, perjuangan hak masyarakat adat Awyu melawan pemerintah yang telah mencaplok wilayah adatnya, melalui penerbitan surat rekomendasi kelayakan lingkungan kepada PT Indo Asiana Lestari disidangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura. Kasus itu banding di PTUN Manado, dan saat ini tingkat kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Perlindungan, penghormatan, pemajuan, dan penegakan HAM merupakan tanggung jawab negara melalui pemerintah sesuai Pasal 28i ayat (4) UUD 1945, sehingga dalam kasus masyarakat adat Awyu dan Moi yang mempertahankan hak-hak adatnya melalui sistem peradilan yang dibentuk negara itu, [harus] diselamatkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) yang adalah representatif lembaga pemerintahan pada bagian yudikatif,” katanya, di Jayapura pada Senin (10/6/2024).

MA memiliki kewajiban konstitusional untuk mengimplementasikan Pasal 28i ayat (4) UUD 1945, dari ancaman tindakan penggelapan tanah adat sesuai Pasal 385 KUHP yang dilakukan secara sistematik dan struktural oleh pemerintah. “Demi meloloskan kepentingan eksploitasi sumber daya alam dalam wilayah adat masyarakat Awyu dan Moi,” katanya.

Sementara itu, Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Menase Tabuni, mengatakan Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Luar Negeri dan Presiden Joko Widodo, hanya memberi kecaman terhadap sikap agresi Israel terhadap Palestina. Sementara konflik bersenjata sekaligus agraria di Tanah Papua seolah-olah diabaikan.

BERITATERKAIT

Teror bom di kantor KNPB: Ancaman terhadap kebebasan berserikat

ULMWP keluarkan seruan jelang peringatan 1 Desember

ULMWP kecam rasisme terhadap orang asli Papua

ULMWP kecam dugaan kekerasan terhadap orang asli Papua

“Konflik dan kekerasan [bersenjata] di Tanah Papua telah berlangsung sejak pendudukan Indonesia [terhadap Papua] selama 61 tahun yakni dari Mei 1963 hingga Juni 2024, masih terus terjadi dan tidak mengalami perubahan yang signifikan,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Tabuni mengatakan dalam kurun waktu 61 tahun pendudukan Indonesia di Tanah Papua, orang Papua sedang mengalami slow-motion genocide (pemusnahan manusia secara perlahan), etnosida (pemusnahan etnis) dan ekosida (pemusnahan sumber daya alam). Presiden Joko Widodo dan kabinetnya menggadaikan kekayaan alam milik bangsa Papua, untuk melakukan pinjaman kepada lembaga dan negara donor internasional, serta untuk membayar utang Pemerintah Indonesia yang kini mencapai 8.338 triliun rupiah.

“Sehubungan konflik perlawanan di West Papua antara TNI/Polri dan TPNPB, Kantor Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Papua melaporkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2024 telah terjadi 41 insiden. Komnas HAM Papua mengklaim bahwa insiden kekerasan tersebut telah mengakibatkan 32 orang meninggal dunia dan 21 orang terluka,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia selama ini aktif menyerukan perdamaian di tingkat internasional, tetapi tidak memiliki ‘peta jalan’ penyelesaian konflik di Papua. Pemerintah Indonesia selalu menggunakan argumen bahwa Papua telah diberikan status Otonomi Khusus (Otsus) jilid pertama dari 2001-2021 yang telah gagal dan pemaksaan Otsus jilid kedua 2021 sampai sekarang, yang dalam pelaksanaannya berada di bawah kontrol ketat Pemerintah Pusat.

“Argumen lain adalah dengan menerapkan pemekaran wilayah administrasi pemerintahan baik provinsi maupun kabupaten, yang secara langsung akan diikuti dengan penambahan Markas Komando Teritorial baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sampai Desember 2023, Indonesia telah menempatkan 47.261 personel militer di Papua, di mana sekitar 24 ribu personel telah dimobilisasi ke titik konflik yang masih bergolak. Pemekaran wilayah administrasi di West Papua merupakan proyek politik pendudukan Indonesia, dalam mempercepat proses pemusnahan orang Papua di atas tanah leluhurnya sendiri,” katanya.

signal 2024 06 10 211604 002
Presiden Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Menase Tabunin. -Jubi/Dokumentasi pribadi

Kasus pelanggaran HAM tak kunjung selesai

Sekretaris Eksekutif ULMWP Markus Haluk mengatakan, sejauh ini belum terlihat model pendekatan komprehensif yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, dalam menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua. Komnas HAM dan beberapa jaringan kerja mereka di Tanah Papua, lebih cenderung mendorong pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR), dengan berlandaskan pada regulasi Otsus.

ULMWP berpandangan bahwa pembentukan KKR merupakan upaya terselubung untuk menyembunyikan kasus pelanggaran HAM Papua dari pengawasan internasional. “Kami anggap itu sebagai cara untuk sembunyikan kasus Papua dari perhatian internasional. KKR membuat orang Papua yang menjadi korban pelanggaran HAM hanya dibayar dengan uang, sementara tidak ada keadilan yang diberikan. Sudah terbukti kasus Abepura 2000 dan Paniai 2014 yang dibawa ke Pengadilan HAM, pelakunya divonis bebas. Orang Papua tidak akan pernah mendapat keadilan di dalam sistem hukum Republik Indonesia,” katanya.

Pemerintah Indonesia juga secara ketat telah melarang akses lembaga kemanusiaan, pekerja sosial, dan jurnalis internasional untuk mengunjungi West Papua. Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk menutupi semua tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan di Tanah Papua.

Menurutnya, ULMWP telah menerima informasi rencana kebijakan tertutup yang dikoordinasikan melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam RI), yang akan melakukan beberapa langkah strategis guna menghentikan seluruh upaya perjuangan bangsa West Papua.

Kebijakan tersebut akan dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara, dan lembaga lainnya yang berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam.

“Kebijakan dimaksud menargetkan bahwa hingga tahun 2045 bertepatan dengan 100 tahun Republik Indonesia, separatisme akan dihilangkan,” katanya.

Mencermati situasi sebagaimana yang telah disebutkan di atas, ULMWP menyerukan agar Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) agar segera membentuk suatu Misi Pencari Fakta, untuk melakukan penyelidikan berbagai kasus pelanggaran HAM di West Papua, dan meninjau kembali keanggotaan Indonesia dalam badan tersebut, karena selama ini tidak menghargai instrumen hukum humaniter internasional.

“Pemerintah Indonesia segera membuka akses kepada Perdana Menteri PNG Hon. James Marape dan PM Fiji Hon. Sitiveni Rabuka, sejalan dengan hasil Komunike Forum Pemimpin Kepulauan Pasifik pada November 2023 di Cook Islands, untuk berkunjung ke Indonesia guna melakukan dialog dengan Pemerintah Indonesia masalah konflik West Papua,” ujarnya.

Pihaknya juga menyerukan para pemimpin Melanesia, Pasifik, Afrika, dan komunitas Internasional untuk mengambil tindakan dan langkah-langkah tegas dan nyata dalam menyelamatkan bangsa Papua dari tiga fakta ancaman besar yakni slow-motion genocide, etnosida, dan ekosida oleh Indonesia di West Papua.

“Lembaga dan Mitra Strategis ULMWP terus meningkatkan kerja sama dalam rangka mendorong advokasi penyelesaian masalah West Papua secara damai dan bermartabat. Korban pelanggaran HAM dan rakyat West Papua wajib berhati-hati dengan gagasan KKR yang didorong oleh Komnas HAM dan berbagai institusi lokal lainnya, karena bertujuan untuk meredam kampanye dan advokasi isu HAM Papua di tingkat regional dan internasional,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: All Eyes on PapuaSuku AwyuULMWP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
warga sipil

Intimidasi warga, LP3BH desak Panglima TNI proses prajurit

March 24, 2026

TPNPB bertanggung jawab terhadap tewasnya dua prajurit TNI di Maybrat

March 24, 2026

Kontak tembak, LP3BH Manokwari minta Polisi lindungi warga sipil Maybrat

March 22, 2026

JDP pertanyakan penangkapan 12 orang di Tambrauw

March 20, 2026

Satu anggota TPNPB tewas saat kontak senjata di Nabire

March 20, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara