• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Penundukan perempuan menguat seiring lemahnya demokrasi

February 4, 2026
in Perempuan dan Anak, Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Perempuan

Diskusi yang dilakukan Perempuan Mahardhika menjelang 115 Tahun Hari Perempuan Internasional dengan tema “Aku Mau Merebut Kemerdekaanku, Melawan Politik Penundukan Perempuan” melalui zoom meeting pada Selasa (03/02/3026).

0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Ika Pratiwi dari Perempuan Mahardhika Mutiara mengatakan, praktik politik penundukan perempuan semakin menguat seiring melemahnya demokrasi.

Hal itu disampaikan Ika Pratiwi dalam diskusi daring yang diselenggarakan Perempuan Mahardhika, Selasa (3/2/2026).

Diskusi dengan tema “Aku Mau Merebut Kemerdekaanku, Melawan Politik Penundukan Perempuan” ini digelar menjelang 115 Tahun Hari Perempuan Internasional.

Ika Pratiwi mengatakan, berbagai strategi pelemahan demokrasi yang terjadi kini, juga menyasar perempuan secara sistematis. Salah satunya melalui pembatasan akses pendidikan dan ruang partisipasi publik.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Situasi yang dihadapi perempuan Indonesia semakin berat, kekerasan yang terjadi di berbagai daerah bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Melainkan bagian dari manifestasi ideologi yang dilegitimasi negara.

“Sepanjang tahun 2025, gelombang protes besar yang muncul di awal pemerintahan juga dinilai banyak diabaikan. Kita juga melihat persoalan penetapan upah yang terus menempatkan perempuan dalam kategori upah murah,” kata Ika Pratiwi.

Katanya, persoalan ekonomi turut menjadi sorotan. Penetapan upah yang terus menempatkan buruh, terutama perempuan dalam kategori upah murah dan tidak layak, makin memperparah ketimpangan sosial.

BERITATERKAIT

Mitos dan fakta: Melihat secara kritis larangan Perempuan Moi konsumsi Tikus Tanah dan Kuskus Pohon

Koalisi HAKTP serukan pengembalian ruang aman bagi perempuan

Seni sebagai Katalisator Menghadapi Tantangan Segitiga Terumbu Karang di Kepulauan Solomon

Gadis disabilitas di Merauke diduga diculik, diperkosa, dan dibunuh

Menurutnya, karakter pemerintahan seperti ini tidak hanya menghilangkan partisipasi rakyat dalam arah ekonomi-politik negara, juga menghancurkan kedaulatan rakyat, khususnya perempuan.

“Kalau kita lihat data global menunjukkan bahwa setiap hari 137 perempuan dibunuh, dengan sekitar 60 persen pelaku berasal dari sekitar keluarga terdekat,” ucapnya.

Menurutnya, tercatat ratusan kasus feminisida, dengan 183 pemberitaan dan 239 kasus teridentifikasi terjadi di Indonesia selama 2025. Fakta ini pun mendapat perhatian serius dari berbagai kelompok perempuan.

Ia menjelaskan, feminisida merupakan bentuk kekerasan berlapis karena selain kehilangan nyawa, korban dan keluarganya kerap dihadapkan pada proses hukum yang tertutup dan tidak transparan.

“Praktik tersebut tidak terlepas dari ideologi militeristik yang dilegitimasi negara dan memperkuat dominasi atas tubuh perempuan,” ujarnya.

Selain itu lanjut Ika Pratiwi, eksploitasi terhadap tenaga kerja perempuan masih terus terjadi, dan hak-hak perempuan seperti cuti hamil, cuti melahirkan, cuti haid, dan hak atas asi susu ibu atau ASI eksklusif hanya menjadi janji kebijakan, tanpa implementasi nyata di tengah situasi kerja yang tidak pasti dan sistem kesehatan yang dinilai belum manusiawi.

Diskusi ini pun diharapkan memberikan perspektif dari para narasumber dapat membantu kita memahami strategi dan arah ekonomi politik negara hari ini, sehingga pentingnya menempatkan politik penundukan perempuan sebagai isu sentral dalam membaca kebijakan negara yang dianggap anti-kritik dan anti-kebebasan berpikir.

“Meski situasinya berat, kita perlu tetap optimis dan terus berjuang bersama untuk mengubah sistem menuju dunia yang lebih adil dan manusiawi,” katanya.

Katanya diskusi ini berangkat dari refleksi atas hak-hak paling mendasar warga negara, khususnya bagaimana kepekaan publik perlu dibangun untuk melawan praktik politik yang menindas dan melemahkan demokrasi.

Sebab, perjuangan perempuan hari ini tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan-perempuan Indonesia sebelumnya yang penuh pengorbanan dan keberanian.

Katanya, dari sanalah lahir inspirasi bagi perempuan untuk terus melanjutkan perjuangan, agar perubahan dapat dirasakan secara nyata.

Ia mengutip pemikiran R.A. Kartini yang menyatakan, “Aku mau mampu merdeka,” kalimat ini disebut menjadi semangat dalam proses perjuangan perempuan Indonesia menuju pembebasan yang sesungguhnya, diwujudkan melalui pendidikan yang kuat, kebebasan bersuara, dan kebebasan bertindak yang diperjuangkan lintas generasi.

Sementara itu, Siti Maimunah dari Mama Aleta Fund mengatakan, kondisi politik saat ini tidak netral, dan bergerak ke arah yang semakin ekstrim.

Katanya, situasi yang terjadi hari ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terutama kelompok rentan semakin terbatas. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengapa perlawanan terus lahir di berbagai tempat.

“Fenomena perlawanan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, juga di banyak wilayah lain. Saya memilih menggunakan istilah ekstremisme, untuk menggambarkan kondisi politik dan ekonomi saat ini, bukan sekadar menyebutnya sebagai persoalan pertambangan, ekonomi, atau lingkungan,” kata Siti Maimunah.

Ekstrim yang dimaksud menurutnya, adalah cara pandang yang membenarkan kerusakan alam secara besar-besaran, demi kepentingan segelintir pihak.

Ia mengatakan, awalnya konsep ini banyak digunakan untuk menjelaskan praktik pertambangan, tetapi kini meluas ke berbagai sektor lain, termasuk pariwisata premium, industri saham, dan sektor-sektor ekonomi baru lainnya.

“Penting untuk kita diingat bahwa tidak ada hak yang diberikan secara cuma-cuma oleh negara. Semua hak termasuk hak memilih, hak bersuara, dan hak bekerja diperoleh melalui perjuangan panjang,” ucapnya.

Ia mengatakan, politik bersifat dinamis dan terus merespons perkembangan zaman, termasuk lahirnya kesadaran baru terhadap isu lingkungan.

Isu lingkungan hari ini lanjut Siti, tidak bisa dilepaskan dari krisis iklim global. Karena itu, pendekatan seperti ekofeminisme menjadi relevan untuk menunjukkan bahwa persoalan perempuan berkaitan erat dengan dinamika politik dan ekonomi.

“konsolidasi ini perlu diperluas, tidak hanya antar-manusia, juga dengan alam. Dinamika eksploitasi sumber daya alam saat ini sangat berkaitan dengan kekerasan terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan,” katanya. (*)

Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!

Tags: Hari Perempuan InternasionalperempuanPerempuan Mahardhika Mutiara
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

diskusi

Akibat pendekatan keamanan berlebih, Indonesia Timur alami krisis kebebasan pers

February 4, 2026
Kabupaten Sorong

Disdukcapil Kabupaten Sorong siapkan loket khusus untuk pendataan OAP

February 2, 2026

Lonjakan kecelakaan lalu lintas 2025 jadi catatan Operasi Lalin 2026

February 2, 2026

Pengelolaan hutan adat dalam kawasan konservasi menghadapi tantangan, kewenangan, dan keseimbangan

February 2, 2026

Pembangunan yang timpang: Kisah Mama Doo di Kota Sorong

January 30, 2026

Penyebab IPR di Manokwari belum di proses terungkap di Komisi III DPRK

January 28, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Samsat Jayapura

Penerimaan PKB di Samsat Jayapura melebihi target 2025

February 4, 2026
Pemprov Papua Tengah

Para kepsek berterimakasih kepada Pemprov Papua Tengah terkait bantuan pendidikan

February 4, 2026
Menteri Hukum

Vanuatu ikut pertemuan Menteri Hukum Persemakmuran di Suva, Fiji

February 4, 2026
Perempuan

Penundukan perempuan menguat seiring lemahnya demokrasi

February 4, 2026
Steven Ratuva

Putusan pengadilan Fiji terhadap Malimali mempermalukan PM Rabuka

February 4, 2026
SERU

Fiji Opposition leader Seruiratu labels PM’s resignation talk ‘theatrics’

February 4, 2026
diskusi

Akibat pendekatan keamanan berlebih, Indonesia Timur alami krisis kebebasan pers

February 4, 2026
Kelantan FC

Bek Asal Papua Yohanes Kandaimu Resmi Gabung Kelantan FC di Liga Super Malaysia

February 3, 2026
TPNPB

TPNPB klaim tembak empat BIN yang menyamar sebagai guru di Yahukimo

February 3, 2026
Guam

Guam, CNMI indigenous values at odds with U.S national security priorities on deep-sea mining

February 2, 2026
Thobias Silak

Terpidana penembak Thobias Silak diduga tidak ditahan seperti semestinya

February 3, 2026
Jurnalis kit

Departemen jurnalisme DWU, Madang Papua Nugini menerima MOJO Kit

February 3, 2026
Kabupaten Sorong

Disdukcapil Kabupaten Sorong siapkan loket khusus untuk pendataan OAP

February 2, 2026
MUSPA Mee

MUSPA Mee VIII: Pemprov Papua Tengah harapkan sinergi pemerintah dan gereja terus terjalin

February 3, 2026
Samsat Jayapura

Penerimaan PKB di Samsat Jayapura melebihi target 2025

0
Pemprov Papua Tengah

Para kepsek berterimakasih kepada Pemprov Papua Tengah terkait bantuan pendidikan

0
Menteri Hukum

Vanuatu ikut pertemuan Menteri Hukum Persemakmuran di Suva, Fiji

0
Perempuan

Penundukan perempuan menguat seiring lemahnya demokrasi

0
Steven Ratuva

Putusan pengadilan Fiji terhadap Malimali mempermalukan PM Rabuka

0
SERU

Fiji Opposition leader Seruiratu labels PM’s resignation talk ‘theatrics’

0
diskusi

Akibat pendekatan keamanan berlebih, Indonesia Timur alami krisis kebebasan pers

0

Trending

  • Kelantan FC

    Bek Asal Papua Yohanes Kandaimu Resmi Gabung Kelantan FC di Liga Super Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TPNPB klaim tembak empat BIN yang menyamar sebagai guru di Yahukimo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guam, CNMI indigenous values at odds with U.S national security priorities on deep-sea mining

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terpidana penembak Thobias Silak diduga tidak ditahan seperti semestinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Departemen jurnalisme DWU, Madang Papua Nugini menerima MOJO Kit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara