Jayapura, Jubi – Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua mengalami peningkatan pada sejumlah Indikator Kinerja Utama atau IKU, yang menjadi tolok ukur transformasi pendidikan tinggi nasional.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Cenderawasih Dr. Oscar Oswald O. Wambrauw, SE.,M.Sc.,Agr dalam rapat senat wisuda periode II tahun 2025 di Auditorium Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (26/06/2025).
Ia mengatakan, peningkatan pada sejumlah IKU itu berdasarkan hasil evaluasi pada 2024.
“Uncen mengalami kemajuan yang pertama pada IKU lulusan mendapat pekerjaan yang layak dalam waktu cepat, sebagai indikator keberhasilan kurikulum dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Target 60 pencapaiannya 69.65,” kata Oscar Oswald O. Wambrauw.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Kemudian IKU kedua, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus, termasuk magang, proyek sosial, dan pertukaran pelajar target 30 capaian 0.25.
IKU ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus seperti riset kolaboratif, pengabdian masyarakat dan pengembangan kompetensi melalui industri target 20 pencapaian 25.
IKU keempat, praktisi mengajar di dalam kampus, memperkuat keterhubungan antara teori dan praktik langsung dari dunia profesional target 20 capaian 2.38.
IKU kelima, karya mahasiswa mulai mendapatkan pengakuan dari dunia usaha dan industri sebuah sinyal bahwa inovasi kampus mulai mendapat ruang nyata target 05 capaian 0.73.
Kemudian IKU keenam, kerja sama program studi dengan mitra termasuk industri dan pemerintah untuk meningkatkan dan membuka jalur kolaborasi untuk kurikulum dan riset target 0.6 capaian 0,31.
IKU ketujuh, program studi telah membangun kemitraan dengan mitra kelas dunia, meski dalam skala terbatas target 40 capaian 15,16.
IKU kedelapan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif mulai tumbuh melalui pengembangan metode pemb yang lebih interaktif dan berorientasi pada problem solving target 5 capaian 0.
“Capaian tersebut belum sepenuhnya ideal. Kami menyadari beberapa indikator masih memerlukan penguatan kualitas tapi juga dibarengi dengan sistem evaluasi berbasis dampak bukan hanya keterlibatan administratif,” ucapnya.
Menurutnya, pengakuan karya mahasiswa dalam IKU kelima juga harus ditindaklanjuti dengan sistem hilirisasi dan inkubasi lebih kuat.
Begitu pula IKU yang ketujuh dan kedelapan perlu diperluas pada implementasi nyata seperti pertukaran dosen, riset dan kolaboratif atau pengembangan program double degree, harus menjadi budaya buka hanya sekadar proyek.
“Uncen berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem pembelajaran yang lebih transformatif, inklusif, dan berbasis tantangan lokal menuju visi pusat keunggulan akademik dan transformasi sosial di kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.
Berkaitan dengan kebijakan uang kuliah tunggal atau UKT di Uncen yang menjadi sorotan belakangan ini menurut Wambrauw, itu bukan sekadar urusan administrasi. Akan tetapi berkaitan dengan nasib ribuan mahasiswa yang kuliah di Uncen.
Katanya, Uncen tidak serta merta menaikan UKT tanpa landasan dan pertimbangan yang matang. Kebijakan didasarkan pada prinsip keadilan sosial, proporsionalitas kemampuan ekonomi mahasiswa serta kebutuhan riil institut untuk menjaga mutu layanan akademik dan operasional kampus.
“Untuk itu, kritik dari mahasiswa terkait UKT kami terima. Kami harus jujur bahwa menjaga keberlanjutan layanan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan anggaran memerlukan penyesuaian dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Sementara itu, salah satu lulusan dengan predikat cumlaude jenjang S3 Program Ilmu Sosial, program Pascasarjana dengan IPK 3,93 dalam wisuda kali ini, Rut Yogi mengatakan pencapaian itu berkat.usaha dan upaya yang luar biasa selama ia menempuh pendidikan.
“Kalau hari ini saya menangis, saya menangis bahagia juga karena kesukaran, kesulitan yang sudah saya alami selama menjalankan pendidikan,” kata Yogi. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post