Jayapura, Jubi – Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia atau Perdhaki Papua menyelenggarakan pelatihan strategi komunikasi dan penggerakan masyarakat bagi tokoh kunci, sebagai langkah percepatan eliminasi malaria.
Pelatihan itu digelar di salah satu hotel di kawasan Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua Senin sampai Rabu (10-12/11/2025).
Tokoh kunci yang dilibatkan ada 33 orang, yang berasal dari Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Mamberamo Raya.
Kepala Seksie Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silas Mabui mengatakan pentingnya kegiatan ini untuk menunjang eliminasi malaria 2030.
“[Dengan melibatkan] tokoh kunci ini terutama kepala kampung, Bamuskam, tokoh masyarakat, supaya memperkuat sistem komunikasi sehingga tidak lagi kerja sendiri-sendiri,” kata Mabui saat pelatihan.
Sementara itu, Ketua Perdhaki Papua, Thomas Darmadi mengatakan kegiatan ini fokus terhadap tokoh kunci seperti kepala kampung dan Bamuskam, yang dipersiapkan untuk menangani dan percepatan eliminasi malaria.
“Mereka nantinya yang akan kerja hebat di lapangan [dalam menangani malaria]. Malaria ini bisa habis [eliminasi] atau berkurang, kalau mereka bergerak pasti berhasil,” kata Thomas Darmadi.
Katanya, tokoh kunci yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi penggerak di kampung, sehingga eliminasi malaria 2030 dapat terwujudkan
Ketua Panita, Jeverson Aud mengatakan bahwa malaria merupakan salah satu penyakit menular dan sebarannya masih tinggi di Kawasan Indonesia Timur.
Oleh karena itu, Perdhaki dan Dinas Kesehatan baik provinsi dan kabupaten/kota menilai pentingnya tokoh kunci dilibatkan dalam kegiatan pengendalian dan penanggulangan malaria.
“Dibutuhkan strategi yang tepat untuk melibatkan dan menggerakkan secara masif dalam berbagai gerakan eliminasi malaria,” kata Jeverson Aud.
Melalui pelatihan ini, tokoh kunci diberikan pemahaman seputar malaria yang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan secara lengkap dan utuh.
“Materinya nanti tidak hanya dengan presentasi, tetapi ada diskusi juga praktik menggunakan tools-tools seperti gambar-gambar agar peserta bisa lebih cepat paham misalnya, menyusun pola penularannya seperti apa,” ucapnya. (*)























Discussion about this post