Jayapura, Jubi – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Kota Jayapura, Papua mensosialisasikan advokasi program dan launching gerakan orangtua Asuh cegah stunting atau Ganting, di Kota Jayapura, Kamis (19/6/2025).
Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty Puy mengatakan kegiatan tersebut untuk mencegah tingginya anak penderita stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kota Jayapura, yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak.
Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi, juga akibat lingkungan yang buruk dan kurangnya akses air bersih, sanitasi yang buruk, sehingga menyebabkan infeksi.
Katanya, untuk itulah dibutuhkan kolaborasi dari instansi BUMD, BUMN agar erlibat dalam upaya penanganan anak-anak stunting di Kota Jayapura
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Untuk mencegah itu, pada kegiatan advokasi hari ini kami melibatkan dari berbagai instansi di Kota Jayapura, maka sosialisasi ini penting karena masalahnya gerakan orangtua Asuh cegah stunting,” kata Betty Puy.
Ia berharap, setelah kegiatan ini semua pihak dapat berkolaborasi bersama, untuk menurunkan tingginya angkanstunting pada anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, baik secara perorangan maupun sekelompok orang.
Sementara itu, Asisten II Kota Jayapura Widi Hartanti mengatakan, untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang sehat, cerdas dan produktif, maka DP3AKB mensosialisasikan advokasi program dan launching gerakan orangtua Asuh cegah stunting atau Ganting.
” Oleh sebab itu kita mempunyai kewajiban untuk berperan aktif penurunan stunting untuk meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga menjamin asupan gizi. Saya berharap melalui sosialisasi ini, semua pihak bekerja secara sinergitas, libatkan semua elemen masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi berkelanjutan, dan memantau masyarakat mengenai gizi,” kata Hartanti.
Diharapkan, agenda itu dapat merumuskan kegiatan yang efektif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sinergitas dalam menangani anak penderita stunting, karena gerakan orangtua asuh cegah stunting merupakan sebuah langkah strategis dan sangat penting agar menjadi wujud nyata.
” Saya menegaskan bahwa komitmen penuh pemerintah kota Jayapura untuk terus berupaya menurunkan angka stunting melalui program-program yang terukur,” ujarnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post