Jayapura, Jubi – Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Jayapura, Provinsi Papua Semuel Revassy mengatakan, hasil perhitungan surat suara harus transparan kepada masyarakat atau peserta Pemilu tahun 2024.
Hal itu dikatakan Revassy saat gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Kota Raja Dalam, Distrik Abepura, Kota Jayapura Provinsi Papua pada Rabu (31/1/2024).
Komisi Pemilihan Umum berharap hasil perhitungan surat suara harus transparan kepada peserta Pemilu agar mereka mengetahui proses demokrasi yang dilakukan oleh pihak kelompok penyelengara pemungutan surat suara – KPPS pada 14 Februari mendatang.
“Hasil perhitungan surat suara akan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara atau Sirekap agar dapat menginformasikan kepada masyarakat atau peserta pemilu,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Setelah selesai pemungutan surat suara KPPS akan melakukan proses perhitungan terhadap lima jenis pemilihan yaitu pemilihan Presiden, wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota.
Revassy mengatakan, pada kegiatan ini, masyarakat dapat melihat penyelenggara secara khusus PPD, PPS, hingga menjadi bagian dari pendidikan demokrasi bagaimana melayani, secara benar dan baik.
Selain itu ia meminta masyarakat pada 14 Februari datang ke TPS membawa surat pemberitahuan kemudian pemilih akan diperiksa nama sesuai daftar pemilih tetap, lalu melakukan pencoblosan surat suara [kemudian] dimasukkan dalam kotak suara.
Revassy menambahkan simulasi ini diutamakan kepada KPPS yang dilantik sebanyak 6.580 orang.
Sementara itu, Yosina Maniagasi satu di antara pemilib pemula yang mengikuti simulasi itu mengaku sedikit kaku dalam melaksanakan simulasi.
“Saya baru pemula akan mengikuti Pemilu tahun 2024, sehingga melalui simulasi ini saya bisa tahu bagimana caranya. Awalnya saya merasa kaku, namun dengan tenang saya tau dan saya memilih. Awalnya bingung akan memilih yang mana [tapi] saat simulasi suara tidak merasa kendala karena saya sudah punya [keyakinan] untuk memilih,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua
















Discussion about this post