Jayapura, Jubi – Indonesia dan Papua Nugini (PNG) sepakat bekerja sama menuju nota kesepahaman kesehatan yang akan memungkinkan spesialis Indonesia bertugas di rumah sakit PNG, dan memberi dokter PNG kesempatan mendapatkan pengalaman dan pelatihan spesialis di fasilitas medis Indonesia.
Papua Nugini kini terus menghadapi kekurangan dokter dan spesialis. Karenanya Menteri Kesehatan PNG, Dr. Billy Joseph pun memanfaatkan pertemuan Komite Regional WHO di Manila untuk mencari kemitraan praktis yang dapat memperkuat layanan kesehatan di negaranya.
Selama pembicaraan dengan Indonesia, Vanuatu, dan Australia, fokusnya adalah pada pelatihan lebih banyak tenaga kesehatan, peningkatan perawatan spesialis, dan penguatan kerja sama dalam mengatasi tantangan kesehatan di perbatasan, dikutip Jubi dari tvwan.com.pg, Kamis (21/10/2026).
Dr. Joseph mengatakan, kerja sama sangat penting karena kedua negara memiliki tantangan kesehatan yang sama seperti malaria dan penyakit tropis lainnya.
“Perbatasan seharusnya bukan penghalang bagi kesehatan, tetapi jembatan bagi kesehatan,” katanya.
Ia juga bertemu dengan delegasi Vanuatu, di mana diskusi berpusat pada pengembangan tenaga kerja. Berdasarkan proposal tersebut, mahasiswa kedokteran Vanuatu akan dapat belajar di universitas kedokteran baru PNG dan kemudian berkontribusi pada layanan kesehatan di PNG.
Pembicaraan juga mengeksplorasi gagasan tentang kelompok regional tenaga kesehatan terlatih dan spesialis keamanan kesehatan yang dapat mendukung negara-negara Pasifik selama wabah penyakit dan keadaan darurat.
Kemudian, Dr. Joseph bertemu dengan pejabat kesehatan Australia untuk membahas dukungan bagi layanan kesehatan provinsi, pelatihan spesialis, pasokan medis, program kesehatan perbatasan, dan jalur rujukan.
Ia mengatakan bahwa diskusi tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan PNG untuk membangun kemitraan yang lebih kuat yang memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi rakyatnya. (*)





















Discussion about this post