Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H menyatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Komarudin Watubun berperan penting dalam pembentukan Provinsi Papua Tengah dan tiga provinsi lain di Tanah Papua.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Nawipa dalam saat puncak perayaan Hari Ulang Tahun atau HUT Provinsi Papua Tengah ke-4 di Kabupaten Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah, Rabu (22/7/2026) malam.
“Salah satu orang yang terlibat pembentuk Provinsi Papua Tengah adalah Bapak Komarudin Watubun. Sebagai Ketua Pansus DPR RI [saat itu] yang membahas tentang Otsus yang di dalamnya pemekaran provinsi baru. Hari ini sudah ada empat provinsi baru [di Tanah Papua] dan banyak orang asli Papua yang menjadi gubernur,” kata Gubernur Nawipa.
Menurut Gubernur Nawipa, dulunya hanya ada dua provinsi di Tanah Papua, yaitu Provinsi Papua dengan ibu kota Jayapira dan Papua Barat, yang beribukotan Manokwari. Kini ada enam provinsi di Tanah Papua, yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
“Dulu [gubernur] hanya di Jayapura dan Manokwari. Sekarang kita sudah enam gubernur dan enam wakil gubernur, Ketua DPR [provinsi], Ketua MRP, DPR Otsus di mana-mana sampai di kabupaten/kota,” ucapnya.
“Kita ada karena ada orang-orang lain sebelum kita. Maka itu, saya mewakili masyarakat Provinsi Papua Tengah menyampaikan terimakasih banyak kepada Bapak Komarudin Watubun yang terlibat dalam pembahasan ini”.
Selain itu kata Gubernur Nawipa, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Komarudin Watubun juga yang membantu memperjuangkan agar ibu kota Provinsi Papua Tengah berada di Nabire.
“Jadi orang Nabire ingat baik-baik itu. Bapak-ibu, kalau tidak ibu kota sudah ada di tempat lain. Dengan kekuatan besar tapi dengan hati yang rendah luar biasa, Pak Komarudin bilang tidak, karena Otsus untuk orang asli Papua. Kalau ibu kota di Nabire, itu bisa menjangkau orang-orang asli Papua yang lain ” ucapnya.
Gubernur Meki Nawipa menyatakan, letak Kabupaten Nabire memang sangat strategis untuk menjadi ibu kota. Dari sana, kabupaten lain seperti Deiyai, Dogiyai, Paniai dapat dijangkau menggunakan akses jalan darat.
“Orang asli Papua bisa akses dengan baik, sehingga Nabire layak menjadi ibu kota provinsi,” kata Gubernur Meki Nawipa. (*)





















Discussion about this post