• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Mengenang ‘Mansar’ Filep Karma (3/3)

November 7, 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Filep Karma

Mendiang Filep Karma dengan baju dinas ASN dan Bintang Kejora. – Jubi/IST

0
SHARES
38
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Siorus Degei

Mansar Filep Karma adalah anak dari mantan Bupati Wamena dan mantan Bupati Yapen Waropen, Andarias Karma. Nama yang akrab dipanggil Filep Karma ini adalah pejuang Papua merdeka tanpa kekerasan.

Semenjak Reformasi 1998, Filep Karma memimpin pengibaran bendera di tower PDAM Biak dan sempat ditembak kakinya oleh aparat keamanan. Peristiwa itu dikenal dengan Biak Berdarah.

Seorang ASN dan anak dari mantan pejabat nomor wahid di tingkatan kabupaten ini meninggalkan kemewahan dan kenyamanan, untuk berjuang bersama rakyatnya demi sebuah cita-cita yang luhur yaitu kebebasan.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Memilih jalan damai dan berjuang tanpa kekerasan adalah prinsipnya, menyampaikan aspirasi dengan cara santun adalah pilihannya. Bagi Filep kekerasan hanya melahirkan kekerasan, maka ia berjuang dengan cara damai.

Walau sudah ditembak kakinya, walau divonis penjara 15 tahun, ia tidak menyurutkan semangat perjuangannya untuk membebaskan tanah leluhurnya yang masih terjajah. Ia bernazar, selama perjuangan belum tercapai jenggotnya tidak akan dicukurnya. Jika Papua merdeka, maka ia akan mencukur jenggotnya.

Di depan dadanya selalu melekat bendera bintang kejora. Ia secara terang-terangan menggunakan simbol bendera yang selalu dianggap bertentangan oleh negara Indonesia itu.

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

Berbagai tawaran jabatan dan fasilitas oleh pemerintah agar ia berbalik dari perjuangan ditolaknya. Itu karena ia tidak mau mengkhianati hati nuraninya, demi cita-cita yang luhur dan mulia.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Filep juga dengan lantang mengatakan bahwa lebih baik berjuang untuk pemekaran negara, sehingga orang Papua bisa jadi presiden dan menteri, dari pada pemekaran provinsi yang hanya menjadi budak Jakarta, dan makan tulang-tulang saja.

Filep Karma selalu konsisten memperjuangkan kemerdekaan Papua dengan cara damai. Ketika Pemerintah Indonesia hendak memberikan grasi ia menolaknya dan tetap menjalani hukumannya hingga tuntas di penjara dan keluar dari penjara disambut meriah oleh rakyat Papua sebagai seorang pahlawan.

Filep menulis sebuah buku yang sangat bagus dan menjadi opus magnum-nya yang par excellence bagi bangsa Papua, yaitu, “Seakan Kitorang Setengah Binatang: Rasialisme Indonesia di Papua” (2014).

Buku ini menjelaskan 52 tahun salah penanganan Papua Barat oleh pemerintah Indonesia. Faktanya, hingga hari ini, orang Papua Barat diperlakukan ‘setengah binatang’, bahkan hemat penulis sudah melampaui “binatang buas”.

Hal ini sangat konkret dalam purna karya misi keselamatan bangsa Papua yang diemban oleh Mansar Filep sendiri, di mana layaknya “binatang buas” tubuhnya terdampar mengenaskan di bibir Pantai Base G.

Mengenang Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Papua, Filep Karma
Ibadah dan pemasangan lilin mengenang kematian tokoh pergerakan kemerdekan Papua, Filep Karma di Kampung Darfuar, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (4/11/2022). – Jubi/Dok. Izah Awom

Menyoal kronologi kematian yang ambigu

Patut diduga kronologi kematiannya terbungkus secara sistematis dan profesional. Bahwa ada upaya pembungkaman fakta kronologi kematiannya di bawah todongan senjata.

Pasca kejadian hingga kini belum satu pun media yang mampu mengungkapkan secara terperinci, detail dan valid atas informasi kematian Filep Karma. Hanya mentok pada kronologi seputar penemuan mayat, lokasi kejadian, alasan kematiannya, yakni tenggelam, dan hal-hal seputar saksi dan keluarga.

Mansar Filep Karma keluar rumah jam berapa? Dengan siapa-siapa saja? Orang-orang atau pihak itu darimana? Enam orang yang beredar di foto persiapan penyelaman itu apakah keluarga kenal? Apakah itu foto yang benar atau tidak? Apakah mereka anggota keluarga atau teman atau kenalan Bapak Filep? Mereka dari mana? Saat itu mereka kemana, buat apa, dan makan apa? Untuk apa? Menyelam dalam rangka apa? Dan informasi-informasi sejenisnya yang paling kurang secara naratif mengisahkan kronologi misteri kematian Filep Karma sebelum ia meninggal hingga akhirnya ia benar-benar meninggalkan Bumi Papua.

Dari sinilah muncul beberapa kecurigaan; ini murni dan urgen pembunuhan berencana dan dieksekusi oleh orang-orang profesional. Dari keterangan keluarga korban yang beredar terkesan bahwa ada upaya penyederhanaan dan penutupan fakta kematian Filep yang sebenarnya.

Ada dua kemungkinan yang melatarbelakangi ini. Pertama, keluarga berada di bawah dua tekanan ekstrem di satu sisi pihak aparat keamanan mengintimidasi dan meneror keluarga, dan di sisi lain emosi massa bangsa Papua yang terus menuntut pengungkapan kebenaran atas kematian Filep Karma.

Kemungkinan kedua adalah bahwa ada oknum “pengkhianat”. Kita tidak bisa menafikan bahwa ada aktor “orang dalam” dalam kematian Filep Karma. Kita juga mesti sadar bahwa semua pejuang besar bangsa Papua, bahkan dunia terbunuh lantaran dikhianati: Yesus dikhianati Yudas Iskariot, Soekarno dikhianati Soeharto, dan lain-lain.

Penulis menyangsikan bahwa ada “musuh dalam selimut” dalam kematian Filep Karma. Bila mengikuti dan merefleksikan keterangan-keterangan dari pihak keluarganya, tampaknya ada upaya penyederhanaan kejadian tersebut.

Apakah benar bapak Filep Karma tenggelam karena kecelakaan? Apakah sebagai orang Byak sejati, yang nenek moyangnya adalah para navigator dan pelaut sejati Mansar Karma kurang cakap menyelam dan berenang di laut/pantai? Apakah Mansar Karma adalah orang gunung yang baru belajar menyelam dan berenang di pantai sehingga mengalami kecelakaan yang mengenaskan dan misterius? Di manakah wajah-wajah oknum dan pihak yang pergi menyelam bersama Mansar Karma?

Penulis tidak menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan substansial seperti di atas ini.

Pasalnya, narasi yang dikemukakan oleh Kapolres Kota Jayapura bahwa rakyat Papua jangan terpancing dan keterangan dari keluarga tidak beda-beda tipis. Sehingga terlihat suatu upaya pembungkaman fakta pembunuhan yang sistematis dan terstruktur. (*)

Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Filep KarmaPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dana

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
Leluhur

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Masyarakat menolak MBG juga merupakan HAM

February 27, 2026

Menagih janji Otsus di Kabupaten Sorong: Mengapa pendidikan menengah masih terjebak formalitas administratif?

February 11, 2026
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara