Jayapura, Jubi – Provinsi Papua telah mendapatkan lampu hijau terkait keikutsertaan mereka dalam ajang kompetisi olahraga multicabang Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh – Sumatera Utara 2024. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Papua, Kenius Kogoya menyatakan Kontingen PON Papua akan diberangkatkan ke Aceh dan Sumatera Utara setelah peringatan HUT RI ke-79.
Provinsi Papua memastikan keikutsertaan atlet Papua dalam PON XXI setelah wakil KONI Papua menghadiri Delegation Registration Meeting (DRM) Wilayah Aceh yang berlangsung pada 11 – 15 Agustus 2024. DRM merupakan tahap penentuan keabsahan atlet dan ofisial yang akan tampil pada PON XXI.
Ketua Umum KONI Papua, Kenius Kogoya menyatakan Kontingen PON XXI dipastikan bisa mengikuti PON XXI setelah Pemerintah Provinsi Papua memastikan ketersediaan dana Rp35 miliar untuk membiayai keberangkatan kontingen itu.
“Papua Ikut PON. Kepastian ini setelah Pemerintah Provinsi Papua memastikan anggaran untuk Kontingen PON telah tersedia. KONI segera akan berkoordinasi untuk jadwal pelepasan Kontingen PON Papua ke Aceh dan Sumatera Utara,” kata Kogoya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Kogoya memperkirakan Kontingen PON Papua akan diberangkatkan menuju Aceh dan Sumatera Utara pada 22 atau 23 Agustus 2024. “KONI dalam beberapa hari ini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua terkait penyesuaian waktu Penjabat Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Papua untuk melepas kontingen,” ujarnya.
Hanya sekitar 160 atlet
Jika mengacu kepada hasil kualifikasi PON XXI, ada 374 atlet Papua yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti PON XXI. Akan tetapi, kucuran anggaran Pemerintah Provinsi Papua senilai Rp35 miliar dinilai tidak cukup untuk memberangkatkan 374 atlet Papua ke Aceh dan Sumatera Utara.
KONI Papua akhirnya memutuskan hanya akan memberangkatkan atlet Grade 1 dan atlet yang sedang menjalani Pemusatan Latihan Nasional atau Pelatnas. Jumlah atlet Grade 1 dan atlet yang sedang menjalani pelatnas itu sekitar 160 orang.
Dengan pemangkasan jumlah atlet itu, KONI Papua akan bisa memberangkatkan sekitar 90 pelatih dan ofisial yang harus mendampingi para atlet. Setelah ditambah dengan pelatih dan ofisial, jumlah anggota Kontingen PON Papua mencapai 250 orang.
KONI mengimbau para atlet, pelatih, maupun ofisial yang akan diberangkatkan ke Aceh dan Sumatera Utara itu menyiapkan diri dengan baik. Kogoya berharap sisa waktu sebelum mengikuti PON XXI digunakan untung memantangkan persiapan para atlet.

Ia mengingatkan bahwa lokasi arena PON XXI terpencar di sejumlah kabupaten yang berbeda, dengan lokasi yang berjauhan. Para atlet maupun pelatih harus mempersiapkan diri dengan baik, sehingga bisa menjaga kondisi mereka saat mengikuti PON XXI.
“Jarak tempuh ke venue di kedua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, cukup jauh dan berada di [beberapa] kabupaten. Atlet kita harus menyiapkan diri dengan baik, karena jarak tempuh cukup jauh. Kami harapkan mereka bisa tiba tepat waktu dan bisa melakukan berbagai penyesuaian,” katanya.
Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong memastikan anggaran Rp35 miliar untuk membiayai keikutsertaan Kontingen PON Papua dalam PON XXI sudah tersedia. Ia mengatakan pembentukan Kontingen PON Papua merupakan tugas KONI Papua.
“Untuk Kontingen PON Papua, sudah clear. Anggaran sudah disepakati dan diserahkan, semua sudah clear. Untuk Pekan Paralimpiade Nasional juga. Kalau untuk [pembentukan] Kontingen PON, itu bukan tugas saya, itu tugasnya KONI [Papua],” ujarnya.
Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw mendesak KONI Papua segera membentuk Kontingen PON Papua. “Kami berharap kontingen segera dibentuk. Tidak hanya bicara soal uang, supaya kami menyiapkan semua hal. Harusnya KONI memahami apa yang harus mereka kerjakan,” kata Banua Rouw.
Respons cabang olahraga
Kabar kepastian Papua mengikuti PON XXI disambut gembira oleh sejumlah organisasi induk cabang olahraga. Sebelumnya, mereka khawatir atletnya tidak bisa mengikuti PON XXI, karena KONI Papua tidak memiliki dana.
Asisten pelatih Tim Sepak Bola Putra PON Papua, Moses Banggo mengatakan senang dengan kepastian itu. “Kami senang mendengar kepastian kami diberangkatkan menuju PON. Kami menunggu jadwal pasti keberangkatan itu, sehingga kami dapat menyesuaikan program yang kami susun menjelang keberangkatan,” kata Banggo.
Pelatih Tim Muaythai PON Papua, Dony Ayorbaba juga mengaku senang mendengar kabar itu. “Tentunya kami atlet dan pelatih berharap dana hibah itu bisa segera sampai ke kami sebagai partisipan dalam PON nanti. Waktu sangat mepet,” kata Ayorbaba.
Ia mengatakan atletnya sudah lama menjalani latihan yang dibiayai secara mandiri. “Itu kami lakukan semata-mata karena harga diri kami sebagai anak Papua. Kami tidak mau dipandang sebelah mata oleh daerah lain. Walau pun berdarah-darah, kami tetap maju terus dengan persiapan mandiri,” ujarnya.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Indonesia (POBSI) Papua, Robby Febriansyah juga senang mendengar kabar itu. Ia berharap kebutuhan peralatan lomba atletnya bisa segera dipenuhi.
“Itu sangat menunjang atlet kami berlaga di PON nanti. Saling bantulah. Selama ini kami sudah melakukan persiapan mandiri tanpa ada kucuran dana dari pihak mana pun. Sekarang, KONI Papua harus dukung kami [dengan menyediakan] peralatan, supaya [atlet] bisa membuahkan hasil yang maksimal,” kata Robby.
PON XXI Aceh – Sumatera Utara akan dibuka secara resmi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada 8 September 2024. PON XXI akan berlangsung hingga 20 September 2024. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post