Jayapura, Jubi – Warga Papua kembali mendapat perlakuan rasisme. Kali ini, perlakuan itu menimpa para mahasiswa dari Kabupaten Lanny Jaya yang mengontrak di Perumahan Taman Kota, Jakarta Barat.
Gernus Yoman mengatakan mereka mendapati sebuah poster bernada rasisme di halaman rumah kontrakan tersebut pada Rabu malam. Isinya bernada rasisme terhadap Orang Papua.
“Kami mendapat perlakuan rasis. Ada poster bertuliskan, ‘Wooiii, jangan buang sampah di sini…!!! MONYETT’ [terpampang] di halaman rumah kontrakan kami,” kata Yoman, salah seorang penghuni kontrakan tersebut dalam tayangan video berdurasi 02:30 menit yang diterima Jubi pada Kamis (30/5/2024).
Yoman memastikan tudingan bernada rasis itu juga salah alamat. Para penghuni kontrakan tidak pernah membuang sampah sembarangan. Mereka juga tidak pernah melakukan kekerasan dan keributan di kompleks perumahan tersebut.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kami sangat tidak nyaman dengan situasi ini [tudingan bernada rasisme]. Namun, kami tidak akan tinggal diam sehingga berupaya menyelidikinya,” kata Yoman, yang juga ketua penghuni kontrakan tersebut.
Dia juga meminta aparat keamanan tidak menyepelekan kejadian itu. Mereka harus menyelesaikan kasusnya hingga tuntas agar tidak berulang.
Ketua RT007/RW05 Perumahan Taman Kota Chandra Wijaya mengatakan mereka telah melaporkan kejadian itu kepada aparat keamanan setempat. Pelakunya juga sudah ditangkap, tetapi dilepas kembali karena telah meminta maaf secara tertulis. Pernyataan maaf tersebut dibuat saat pertemuan pelaku dengan mahasiswa, yang difasilitasi kepolisian setempat.
“Pelakunya bernama Rita Sahara. Dia telah membuat pernyataan [permintaan maaf] dalam surat bermaterai Rp10 ribu,” kata Chandra, saat dihubungi Jubi melalui pesan instan seluler. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua


















Discussion about this post