• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

BPS: Angka kemiskinan di Papua Tengah meningkat pada 2025

February 11, 2026
in Meepago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
BPS

Kepala Badan Pusat Statistik Nabire Dio Ginting saat wawancara di Kontornya, Nabire, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).- Jubi/Larius Kogoya.

0
SHARES
69
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Badan Pusat Statistik atau BPS Nabire mencatat angka kemiskinan di Provinsi Papua Tengah itu meningkat menjadi 28,90 persen pada Maret 2025, dibandingkan pada September 2024, yang berada pada persentase 27,60 persen.

Kepala BPS Nabire, Dio Ginting mengatakan persentase ini menempatkan Papua Tengah sebagai provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi kedua di Indonesia. Urutan pertama adalah Papua Pegunungan dengan persentase 30,03 persen.

Menurutnya, meningkatnya angka kemiskinan itu berdasarkan komsumsi makanan dan bukan makanan. Garis Kemiskinan Makanan atau GKM pada Maret 2025 adalah 625-920 dan dari Garis Kemiskinan Bukan Makanan atau GKBM sekitar 191-194.

“Artinya bahwa untuk garis kemiskinan makanan itu lebih tinggi sekitar 77 persen.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Jadi 77 persen penyumbang garis kemiskinan itu berasal dari makanan. Konsumsi kita di Papua Tengah ini merujuk dari makanan. Jadi yang penduduk kategori miskin itu pengeluarnnya sekitar 77 persen untuk makanan saja,” kata Dio Ginting di Kontornya, di Nabire, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).

Dio Ginting menjelaskan bahwa penghitungan angka kemiskinan itu berdasarkan berdasarkan konsumsi, baik makanan maupun bukan makanan. Pihaknya menghitung sekitar 100 komoditas lebih.

“Bahan komsumsi makanan sekitar 100 komoditas mulai dari beras, jagung, padi, sayur-sayuran, buah-buahan, dan berprotein lainnya,” ucapnya.

BERITATERKAIT

OPD Papua Tengah imbau cegah korupsi dan kendalikan gratifikasi hari raya

Gubernur Meki Nawipa tutup Liga 4 Papua Tengah

Kompetensi ASN Papua Tengah masih terbatas dan mesti terus dikembangkan

Gubernur Papua Tengah instruksikan pembuatan tapal batas adat di Kapiraya

Katanya, untuk garis kemiskinan-bukan makanan mencakup perumahan, fasilitasnya apa saja pengeluaran perumahan seperti air, listrik, renovasi rumah, keagamaan, pendidikan, dan kesehatan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia menjelaskan metode penghitungannya adalah berapa yang dialokasikan atau berapa yang dikeluarkan untuk pengeluaran-pengeluaran selain makanan tersebut. Inilah yang dimasukkan dalam komponen-komponen yang bukan makanan.

“Setelah itu didata, dari situlah kita dapatkan garis kemiskinan. Jadi garis kemiskinan itu bukan dari pendapatan tapi komsumsi makanan dan bukan makanan yang menunjukan Papua Tengah angka kemiskinannya tinggi,” ujarnya.

Dio Ginting menggulas BPS melakukan penghitungan angka kemiskinan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (SSEN). Penghitungan kemiskinan itu dilakukan dua kali dalam setahun, untuk level provinsi yaitu kondisi pada Maret dan September. Dari situlah didapatkan berbagai indikator, salah satunya angka kemiskinan.

“BPS dalam SSEN itu, menghitung terkait kondisi sosial ekonomi, termasuk kemiskinan. Garis kemiskinan BPS dihitung dari konsumsi masyarakat di Papua Tengah. Komoditasnya itu ada di garis kemiskinan makanan, dan garis kemiskinan bukan makanan. Dari rata-rata garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan, itulah kita mendapatkan yang namanya angka atau garis kemiskinan,” katanya.

Penduduk yang dikatakan miskin lanjut Dio Ginting, jika berada di bawah garis kemiskinan. Misalnya untuk garis kemiskinan di Papua Tengah, kondisi pada Maret 2025 itu adalah 817.834 per individu.

“Kalau begini kadang dibacanya itu kecil sekali tapi biasanya dikonversikan ke rumah tangga. Misalnya satu penduduk itu angka kemiskinannya 817.834 per individu. Jika dalam satu rumah tangga terdapat empat orang, berarti itu sekitar 3.271.336. Maka konsumsinya dalam waktu sebulan di bawah 3.271.336, itu maka rumah tangga itu dinyatakan sebagai penduduk miskin,” kata Dio Ginting menjelaskan.

Dio Ginting mengatakan perindividu penduduk di Papua Tengah dikatakan miskin apabila konsumsinya berada pada angka 817.834.

Misalnya, dari angka 817.000 ini, apabila satu rumah tangga terdiri dari empat orang, maka apabila rumah tangga itu konsumsinya sebesar 3271.336 ke bawah maka keluarga itu dinyatakan sebagai keluarga miskin.

Selain itu, dalam hal penghitungan setiap kabupaten mempunyai rentang harga yang berbeda. Misalnya rentang harga di Kabupaten Nabire berbeda dengan Kabupaten Puncak Jaya.

“Jadi itu dalam penghitungannya kita sudah menyesuaikan dengan harga setempat. Makanya garis kemiskinannya pasti berbeda jika dirunut menurut kabupaten dan kota,” ucapnya.

Selain itu lanjut Dio Ginting, dalam melakukan survei garis kemiskinan, BPS membagi kemiskinan menjadi wilayah perkotaan dan perdesaan.

Per Maret 2025, garis kemiskinan di wilayah perkotaan menjadi penyumbang terbesar sekitar 1.011.257 dibandingkan wilayah pedesaan dengan angka 757.877. Rata-rata angka dari wilayah perkotaan dan perdesaan itulah didapati garis kemiskinan di Papua Tengah pada angka 817.834.

Katanya, di perkotaan angka kemiskinannya tinggi karena biaya hidup lebih mahal. Misalnya untuk cicilan perumahan, biaya kos-kosan, tagihan air, listrik, serta fasilitas lainnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: BPSkemiskinanPapua Tengah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
Ditembak

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026

DPRK salurkan bantuan untuk pengungsi asal Puncak di Mimika

March 6, 2026

LEMASA kritik Freeport dan Pemerintah soal hak adat dan pasca tambang

February 24, 2026

Efisiensi anggaran sulitkan Pemkab Intan Jaya subsidi penerbangan

February 23, 2026

Bupati Intan Jaya: Pembangunan sulit terlaksana di daerah rawan konflik

February 23, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

April 3, 2026
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

April 3, 2026
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

April 2, 2026
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

April 2, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
pasifik

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
Residents evacuate one of the victims reportedly killed by gunfire during a police sweep in Kamuu District, Dogiyai Regency, Central Papua, Tuesday (March 31, 2026) - Supplied

Six civilians reported killed in Dogiyai incident

0
noken

Menjahit harapan dari noken: Cerita Yulita menghidupi keluarga

0
Fuel refueling activity at a gas station (SPBU) - Supplied

Pertamina confirms stable fuel prices : Manokwari Trade Office to conduct spot checks

0
KONI Papua

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

0
Ditembak

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

0
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

0

Trending

  • beasiswa

    Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara