Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menyatakan ikan bukan komoditas, melainkan basis ketahanan pangan bagi generasi emas 2045.
Ini disampaikan Gubernur Papua saat puncak peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANAS) ke-12 di halaman kantor Gubernur Papua, Jalan Soa Siu Dok II, Kota Jayapura, Selasa (25/11/2025).
“HARKANAS adalah momentum penting bagi seluruh daerah di Indonesia, khususnya Papua, untuk menegaskan kembali posisi strategis bahwa ikan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi merupakan basis ketahanan pangan, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa,” kata Fakhiri.
Gubernur Fakhiri menekankan, ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi, kaya omega-3, DHA, EPA, vitamin, dan mineral, yang sangat penting bagi kecerdasan, tumbuh kembang anak, serta kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Untuk itu, diperlukan intervensi lintas sektor yang efektif, termasuk dorongan konsumsi ikan sebagai sumber protein yang murah dan mudah diakses.
“Melalui gerakan makan ikan, kita berupaya meningkatkan status gizi masyarakat dan mencegah stunting,” ucapnya.
Upaya ini, ujar Fakhiri, sejalan penuh dengan visi besar Pemerintah Provinsi, “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis,” yang diimplementasikan melalui tiga misi utama, yaitu Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
“Papua dengan potensi lautnya yang melimpah, memiliki kebiasaan konsumsi ikan yang sangat baik, mencapai 75,78 kg/kapita/tahun, jauh di atas rata-rata nasional. Angka ini menjadi modal besar dalam menjalankan misi Papua Produktif,” ujarnya.
Gubernur Fakhiri menegaskan empat hal strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan, yakni meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat gizi ikan, memperkuat kesehatan keluarga Papua dan akses pangan bergizi, mendukung UMKM, nelayan, serta Unit Pengolahan Ikan di Papua, embangun ekosistem ekonomi perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan HARKANAS sebagai titik awal gerakan besar untuk memastikan bahwa setiap rumah di Papua menyediakan ikan sebagai sumber gizi utama keluarga,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Iman Djuniawal dalam laporannya menyampaikan Gemar Makan Ikan atau GEMARIKAN merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian KKP.
Oleh karena itu kata Iman, dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan Sumber Daya Manusia (SDM), GEMARIKAN menjadi salah satu program prioritas untuk mengatasi kasus stunting dan pemenuhan gizi masyarakat.
Kedua, mendorong penyerapan produk perikanan lokal, penguatan perusahaan penyedia makanan dan minuman UMKM, serta unit pengolahan dan pemasaran ikan (UPI).
Ketiga mendorong konsumsi ikan lokal, produksi lokal perikanan, dan penyerapan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan.
“Ini harus kita dorong terus, apalagi ikan dikenal kaya akan protein, omega-3, DHA, dan nutrisi penting lainnya yang sangat baik untuk pertumbuhan, otak, dan kesehatan fisik, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Iman. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post