Jayapura, Jubi – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jayawijaya, Provinsi Papua Tengah menyatakan unjuk rasa yang digelar rakyat di wilayah adat Lapago memprotes Perjanjian New York pada 15 Agustus 2026, merupakan bukti kedewasaan demokrasi di sana.
Ketua KNPI Jayawijaya, Hengky Hilapok mengatakan, unjuk rasa yang berlangsung damai sejak awal hingga akhir itu, menjadi bukti kekedewasaan politik dan keteguhan nilai adat masyarakat Lapago.
Menurut Hilapok, pihaknya pun mengapresiasi Kapolres Jayawijaya dan jajarannya yang memberikan jaminan keamanan kepada semua pimpinan pergerakan untuk bersama mengamankan masa aksi, serta membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk mengkoordinir masyarakat Lapago menyampaikan aspirasinya.
“Sikap progresif jajaran kepolisian Jayawijaya dalam mengayomi hak berpendapat di muka umum patut diapresiasi. Pendekatan humanis ini menciptakan iklim politik lokal yang kondusif dan saling menghormati,” kata Hengky Hilapok kepada Jubi melalui aplikasi pesan singkatnya, Minggu (16/8/2026).
Katanya, penyampaian aspirasi yang berjalan tertib dan bermartabat membuktikan bahwa nilai-nilai adat rakyat Lapago yang luhur mampu menyatu dengan prinsip kebebasan berdemokrasi.
Sikap bijak aparat keamanan di Jayawijaya ini lanjut Hilapok, menjadi teladan nasional bagi aparat keamanan di daerah lain di Tanah Papua yang dinilai selalu menjadi aktor pembungkaman ruang demokrasi, dan tidak pernah junjung tinggi nilai demokrasi.
“KNPI Jayawijaya terus mendesak penanganan situasi keamanan secara persuasif melalui penarikan pasukan non-organik serta pembuka ruang dialog komprehensif dan bermartabat guna mencapai penyelesaian masalah politik bagi masyarakat Papua,” ucapnya. (*)





















Discussion about this post