• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Features

Melepas ratusan juta emisi karbon demi 2,7 juta Ha Food Estate di selatan Papua

February 16, 2022
in Features, Lingkungan
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
28
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sekitar 2,7 juta hektar kawasan hutan dan gambut  di tiga kabupaten: Merauke, Mappi, dan Boven Digoel akan dikonversi untuk proyek Food Estate. Sekitar 200 kampung dan penghidupan masyarakatnya akan terdampak dari rencana proyek Food Estate Papua yang minim informasi.

Merauke, Mappi, dan Boven Digoel adalah wilayah tapal batas di bagian selatan Provinsi Papua yang patut mendapat perhatian lebih. Bukan saja karena perkara pemekaran provinsi, melainkan juga karena potensi kawasan hutan lindung dan gambutnya terus dirongrong oleh berbagai proyek konversi hutan, termasuk yang terbaru: rencana Food Estate.

Tanah Papua kerap dibanggakan sebagai benteng terakhir kawasan lindung di Nusantara. Namun kebijakan yang kini disebut Proyek Strategis Nasional (PSN) akan berpotensi melindungi rencana pengembangan kawasan Food Estate baru di Papua yang berpotensi mendegradasi kawasan hutan lindung dan gambut yang meliputi 3 kabupaten tersebut.

Padahal belakangan ini, kawasan hutan Papua sudah digerus proyek-proyek yang mengkonversi kawasan hutan dan lahan gambut dalam skala luas untuk kepentingan agroindustri dan ekonomi lainnya. Proyek Strategis Nasional, Food Estate ini akan menjadi faktor pendorong baru bagi perubahan lanskap ekologi dan kehidupan sosial orang asli Papua.

Keresahan ini menjadi latar dalam diskusi webinar bertajuk Nilai Jasa Lingkungan dan Sosial Budaya: Implikasi Proyek Food Estate Papua, pada Selasa (15/2/2022) yang diselenggarakan oleh Yayasan Pusaka Bentala Rakyat. Pusaka telah melakukan studi awal potensi jasa lingkungan yang akan terdegradasi dari kawasan sasaran proyek Food Estate ini.

Ratusan juta ton karbon terancam lepas

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Dalam diskusi webinar itu, Popi Puspitasari, peneliti dan penulis laporan studi awal Implikasi Proyek Food Estate Papua ini memaparkan estimasi cadangan karbon pada 2,7 juta hektar kawasan hutan dan gambut di Merauke, Mappi, dan Boven Digoel yang akan dikonversi untuk proyek Food Estate.

Kawasan hutan lindung dan hutan gambut disebutkan dalam pembukaan presentasi laporan sebagai kawasan yang menyerap karbon terbesar dibanding jenis kawasan tutupan lahan lainnya. Lahan gambut menduduki posisi pertama (200,23 ton/ha) dan hutan lindung posisi kedua (144,75 ton/ha).

“Khusus untuk lahan gambut di Papua ini, padahal jenis tanahnya unik sekali, tanah organik yang jarang ditemui di wilayah negara-negara lain, paling banyak di Papua. Dan melihat data potensi cadangan karbon di 3 kabupaten calon kawasan Food Estate ini saya rasa ngeri sekali, membayangkan jumlah emisi karbon yang akan lepas,” ujar Popi.

Pada data yang dipaparkan, terdapat sekitar 200 ribu hektar lahan gambut yang menyerap 50an juta karbon yang akan terancam rusak. Jumlah itu hanyalah bagian dari kawasan tutupan lahan lainnya yang mencapai 2,7 juta hektar yang mampu menyerap sekitar 268 juta ton karbon.

Angka itulah yang akan dipertaruhkan Indonesia di hadapan komitmen internasional sesuai perjanjian Glasgow tahun lalu untuk mengurangi emisi karbon hingga 26 persen hingga 2030.

Masyarakat tak tahu Food Estate

Agil Prakoso dari jaringan Pantau Gambut, menjelaskan bagaimana masyarakat tak tahu persis apa itu Food Estate. Hal itu tak saja di Papua tapi juga di wilayah seperti Kalimantan yang telah lebih dulu jadi sasaran proyek Food Estate yang akhirnya terbengkalai.

“Masih banyak masyarakat yang bingung sebenarnya Food Estate ini apa. Mereka dengarnya akan dapat bantuan bibit, pupuk, dan lain lain tapi konsep secara keseluruhannya tidak tahu. Jadi semacam menjalankan saja permintaan pemerintah tapi ke depannya seperti apa tidak tahu,” ujarnya.

Agil mengingatkan dampak yang buruk akan menanti tanpa informasi yang jelas, “Akan mengerikan dampaknya seperti contoh di Kalimantan pada proyek sejuta lahan gambut 1996 lalu yang kini terbengkalai, dan lahan rusak tak bisa lagi diolah, dan setiap tahun terbakar,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa pemerintah mengklaim akan memperhatikan berbagai aspek lingkungan dalam pemanfaatan gambut budidaya di rencana Food Estate, tapi pihaknya sangat ragukan pernyataan itu disebabkan rekam jejak kebijakan sebelumnya serta rumitnya tata kelola pemanfaatan gambut.

“Peta AOI [Area of Interest] pemerintah dalam proyek ini juga susah diakses. Beberapa kali kami minta pada KLHL tapi tidak berhasil,” tambah Agil.

Tanpa konsultasi luas

Franky Samperante, Direktur Eksekutif Yayasan Pusaka, menyebutkan pentingnya konsultasi masyarakat luas atas proyek-proyek yang dimasukkan pemerintah ke dalam kategori Proyek Strategis Nasional.

“Seharusnya [proyek semacam ini] mensyaratkan konsultasi skala luas, bukan hanya masyarakat adat pemilik ulayat maupun masyarakat terdampak.”

“Seperti contoh kasus MIFFE di Merauke tahun 2010 lalu. Launching dilakukan di sebuah kampung kawasan [ulayat] dan diklaim sebagai sosialisasi… padahal itu kan menyangkut pemilikan dan pemanfaatan tanah,” ujarnya.

Franky mengingatkan bahwa Di UU Otsus yang baru juga menjelaskan bahwa sebelum mengeluarkan izin (untuk konversi) mesti ada konsultasi dulu sebagai syarat yang harus dilakukan.

“Bahkan setelah izin pun masih ada tanggung jawab untuk melindungi dan menghormati hak-hak masyarakat adat,”.

Pusaka juga mengatakan sejauh pengamatan mereka di ketiga kabupaten kawasan Food Estate masyarakat tidak punya pengetahuan soal rencana itu.

“Sejauh pengamatan kami di kawasan yang juga menjadi areal kerja Pusaka, belum ada sosialisasi ke masyarakat adat. Mereka tidak tahu Food Estate itu proyek apa,” kata Franky.

Dia menyebutkan sempat ada sosialisasi BCLS (Badan Cadangan Logistik Strategis) Kementerian Pertahanan dan KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) metode cepat secara online tahun lalu, tapi hanya di tingkat pemerintah kabupaten.

“Tapi cara-cara semacam ini kan tidak cukup bagi masyarakat adat yang memiliki keterbatasan dalam menerima program-program baru. Butuh waktu dan tidak boleh cepat-cepat. Tapi kan UU baru Cipta Kerja ini konsepnya mudah dan cepat jadi bertentangan dengan masyarakat,” tegasnya.

Dibalik nuansa terburu-buru dan tertutup dari proyek Food Estate baru di selatan Papua ini, tampak peran Kementerian Pertahanan yang begitu menonjol.

Mengutip laporan investigasi Gecko Project dengan Tempo, dalam situs geckoproject.id yang diakses pada 15/2/2022, ditemukan bukti bahwa Kementerian Pertahanan tengah berupaya untuk mengarahkan proyek-proyek food estate, yang nilainya bisa mencapai puluhan triliun rupiah, kepada sebuah perusahaan tanpa rekam jejak yang jelas dalam pengembangan perkebunan, yakni PT Agro Industri Nasional (Agrinas).

Investigasi mengatakan bahwa hubungan erat Prabowo, Menteri Pertahanan, dengan para pejabat eksekutif Agrinas dan komisarisnya melahirkan konflik kepentingan yang serius. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Tags: emisi karbonFood EstatePapuaselatan Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta
28 October 2026
West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta

Manokwari, Jubi – West Papua Provincial Legislative Council Golkar faction leader Amin Ngabalin has urged Governor Dominggus Mandacan to return [...]

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

October 29, 2026
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

October 29, 2026
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

October 29, 2026
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

October 29, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Pekerja mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bukan penerima upah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

October 28, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Kerusakan laut di Kepulauan Solomon

Permukaan rendah timbulkan kerusakan laut di Kepulauan Solomon

October 28, 2026
Kepala Dinas tersangka lakalantas

Kepala Dinas Pemkab Jayapura menjadi tersangka kasus tabrak lari

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Warga Nduga ditembak: KNPI Jayawijaya desak investigasi dan evaluasi keamanan

October 28, 2026
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

0
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

0
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

0
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

0
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

0
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

0
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara