Dunia  

Mengenang Paus Benediktus XVI: Dari Doktor Teologi hingga Takhta Suci Vatikan

Vatikan
Paus Benediktus XVI saat resmi diangkat sebagai Paus dalam Misa terbuka di Lapangan Santo Petrus di Roma, Italia pada tanggal 24 April 2005. (Photo by Eric VANDEVILLE/Gamma-Rapho via Getty Images)

Jakarta, Jubi – Eks Paus Benediktus XVI meninggal dunia pada Sabtu (31/12/2022) di Kediamannya di Biara Mater Ecclesiae, Vatikan.

“Paus Emiretus Benediktus XVI meninggal dunia pada Sabtu pukul 9.34 di kediamannya di Biara Mater Ecclesiae, Vatikan,” demikian keterangan dari Kantor Pers Takhta Suci Vatikan.

Paus Benediktus XVI meninggal pada usia 95 tahun.

Benediktus XVI mundur dari jabatan Paus atau pimpinan pemuka Katolik dunia itu pada 28 Februari 2013. Pria asal Jerman bernama asli Joseph Alois Ratzinger itu semula terpilih jadi Paus pada 2005 silam menggantikan Paus Johannes Paulus II asal Polandia.

Sementara Fransiskus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio asal Argentina terpilih menjadi Paus setelah Benediktus mundur.

Menurut hukum Gereja Katolik, seorang Paus dapat mengundurkan diri jika memiliki alasan meyakinkan. Dia adalah Paus kedua setelah Coelestin V yang mengundurkan diri atas keinginan sendiri pada 1294 silam.

Sejak mundur dari Takhta Suci Kepausan pada 2013 silam, Benediktus tetap tinggal di Vatikan sepanjang sisa hidupnya.

Paus Jerman pertama setelah 1.000 tahun

Dilansir dari Vatican News, Joseph Ratzinger lahir pada 1927 dari sebuah keluarga Katolik sederhana di Bavaria. Ayahnya seorang komisaris polisi di Jerman.

Vatikan
Paus Benediktus XVI didampingi Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip bertemu anak-anak dalam kunjungan Paus ke Edinburg, Skotlandia pada 16 September 2010. (Pool/Anwar Hussein Collection/Getty Images).

Ia ditahbiskan menjadi imam bersama dengan saudaranya, Georg, pada tahun 1951. Ia kemudian meraih gelar doktor dalam bidang teologi dua tahun kemudian. Pada tahun yang sama ia diberi lisensi untuk mengajar sebagai profesor teologi dogmatis.

Benediktus XVI merupakan paus pertama dari Jerman dalam seribu tahun saat dia terpilih pada 19 April 2005. Dia dipilih kardinal menggantikan Paus John Paulus II yang telah memerintah selama 27 tahun.

Sebelum menjadi Paus, dia pernah menjabat sebagai kardinal selama hampir 25 tahun. Dia merupakan kepala kantor doktrinal Vatikan yang saat itu dikenal sebagai Kongregasi Ajaran Iman (Congregation for the Doctrine of the Faith/CDF).

Sepanjang hidupnya, melansir dari Reuters, Benediktus menulis lebih dari 60 buku sejak 1963 silam.

Selain itu, dia dikenal pula mahir dalam berpiano dan kerap memainkan musik klasik seperti gubahan Mozart dan Bach.

Skandal seksual gereja di masa Paus Benediktus

Ketika menjabat sebagai Paus, kepemimpinan Benediktus dibayangi skandal pelecehan seksual di Gereja Katolik.

Dia diduga terlibat dalam kasus-kasus terkait pendeta pedofilia pada 1980-an. Benediktus kemudian merilis surat berisi permohonan ampun kepada para korban pelecehan seksual tersebut.

“Saya hanya bisa mengungkapkan kepada semua korban pelecehan seksual soal rasa malu saya yang mendalam, kesedihan saya yang mendalam dan permintaan tulus saya untuk pengampunan,” ujarnya dalam sebuah surat yang diterbitkan Vatikan, seperti dikutip AFP, Februari 2022.

“Saya memiliki tanggung jawab besar di Gereja Katolik. Yang lebih besar adalah rasa sakit saya atas pelanggaran dan kesalahan yang terjadi di tempat yang berbeda selama masa mandat saya,” tulisnya, tanpa membahas kasus tertentu.

Surat itu dirilis sebagai tanggapan atas penyelidikan Jerman pada Januari yang mengkritik penanganannya terhadap kasus-kasus yang melibatkan pendeta pedofilia pada 1980-an.

Sebelumnya, penyelidik Jerman menuduh Benediktus dengan sengaja gagal menghentikan empat imam yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak ketika dia menjadi uskup agung Munich antara 1977 dan 1982.

Pada 15 Januari 1980, pengacara Ulrich Wastl sempat memberikan salinan laporan kasus ini dalam sebuah pertemuan pemimpin gereja Munich.

Wastl mengaku kaget karena Benediktus menyangkal keberadaannya dalam pertemuan tersebut. Padahal notulen menunjukkan Benediktus hadir.

Pada 2010, Keuskupan Agung Munich mengklaim Benediktus tidak mengetahui ada seorang pastor di keuskupan yang melakukan pelecehan seksual.

Namun, mantan Paus ini menulis esai kontroversial terkait pelecehan seksual yang terjadi di Gereja Katolik. Saat itu ia menilai krisis tersebut terjadi karena revolusi seksual di 1960-an dan liberalisme ajaran moral gereja. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250