• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

PSN adalah bencana mematikan yang terorganisir dan sistematis

June 6, 2025
in Domberai, Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Tolak PSN

Sejumlah organisasi masyarakat adat dan lingkungan menolak rencana PSN di Sorong, Kamis (5/6/2025).-Jubi?Gamaliel

0
SHARES
92
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong,Jubi-Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia , sejumlah organisasi masyarakat adat dan lingkungan menegaskan penolakannya terhadap rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Papua Barat Daya, di Kantor Belantara, Kamis (5/6/2025).

“PSN adalah bencana mematikan yang terorganisir, terstruktur, dan sistematis. Ia hadir untuk menghabisi ruang hidup masyarakat adat Papua,” kata aktivis masyarakat adat, Ayub Paa.

Menurutnya saat ini masyarakat adat tidak membutuhkan janji investasi triliunan yang kemudian membunuh hutan, tanah, dan hidup mereka. “Kami butuh pengakuan, perlindungan, dan ruang untuk hidup sebagai masyarakat adat Papua yang bermartabat,” katanya.

Hutan Papua yang merupakan rumah bagi lebih dari 271 suku dan menjadi pusat keanekaragaman hayati dunia, kini terus dihancurkan demi kepentingan industri.

“Dari transmigrasi, HPH, tambang, sampai kelapa sawit, semuanya dibungkus proyek pembangunan. Tapi sebenarnya itu perampasan ruang hidup kami,” katanya.

Ayub juga menyoroti kebijakan hukum yang semakin jauh dari cita-cita negara. “UU Cipta Kerja UU Minerba, UU IKN semuanya lahir dari semangat penyangkalan terhadap eksistensi masyarakat adat. Negara telah gagal total menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya, ujarnya.

Dalam catatan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), sepanjang tahun 2024 saja telah terjadi perampasan wilayah adat seluas 2,8 juta hektar di Indonesia, termasuk di Papua, dan selalu disertai kekerasan. “Ini bukan sekadar soal izin, tapi ini soal pembunuhan hak hidup masyarakat adat,” tegas Ayub.

BERITATERKAIT

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

tolak PSN
Sejumlah organisasi masyarakat adat dan lingkungan menolak rencana PSN di Sorong, Kamis (5/6/2025).-Jubi./Gamaliel

Ketua PD AMAN Malamoi, Tori Kalami, menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan sawit yang telah beroperasi di Kabupaten Sorong tidak menghargai hukum adat masyarakat Moi. “Kami saksi bahwa dusun sagu dan tempat-tempat keramat kami dirusak. Hutan kami hilang, anak cucu kami tidak akan tahu lagi seperti apa tanah adat itu,” katanya.

Ia juga menyoroti rencana pembangunan industri pangan terpadu senilai Rp24 triliun oleh PT Fajar Surya Persada di atas lahan seluas hampir 99 ribu hektar.

“Kami melihat ini sebagai bentuk konsolidasi bisnis besar. Ini bukan pembangunan, tapi penguasaan pasar oleh segelintir elit dengan mengorbankan masyarakat adat,” ujarnya geram.

Yang diuntungkan adalah korporasi, yang ditindas adalah masyarakat adat. “Sistem ini membuat kami makin tersingkir dan makin miskin. Kami tidak akan diam,” kata Tori Kalami.

Ia menuntut negara segera berhenti mendorong PSN yang merampas ruang hidup masyarakat adat. “Setop menjadikan Papua sebagai ladang uji coba pembangunan rakus dan serakah,” tambah Tori.

Sebagai catatan, saat ini di Kabupaten Sorong telah beroperasi empat perusahaan sawit: PT Henrison Inti Persada (32.546 ha), PT Inti Kebun Sejahtera (38.000 ha), PT Inti Kebun Sawit (37.000 ha), dan PT Sorong Global Lestari (16.305 ha). Tiga perusahaan terakhir merupakan anak usaha dari Ciliandry Anky Abadi (CAA) Group.

“Kami ditipu dengan janji kesejahteraan. Tanah kami dibeli hanya Rp6.000 per hektar. Lalu sungai kami tercemar, hutan kami dibabat, dan tentara menjaga kantor perusahaan, bukan menjaga kami,” ungkap Ayub.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, mereka mendesak agar pelaksanaan Otonomi Khusus Papua berpihak pada masyarakat adat. “Libatkan kami dalam seluruh proses pembangunan. Jangan terbitkan izin tanpa persetujuan kami!” tegas Ayub.

Kebijakan Otonomi Khusus Papua yang dijalankan sejak 2001 untuk meningkatkan taraf hidup orang asli Papua, ternyata gagal menjamin kesejahteraan dan perlindungan masyarakat adat.

“Otsus yang katanya jalan tengah dari teriakan merdeka, ternyata tak mampu memberikan kepastian hidup bagi kami masyarakat adat. Sumber daya alam kami terus dirampok, tapi kami tetap miskin, tetap lapar, dan terus dikorbankan,” ujarnya lantang.

Lebih lanjut mereka menuntut:

  1. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera menghentikan dukungan terhadap proyek PT Fajar Surya Persada dan tidak memberikan izin dalam bentuk apa pun.
  2. Pemerintah pusat dan daerah wajib mengakui dan melindungi wilayah adat sebagai benteng terakhir hutan Papua.
  3. Negara harus menghentikan seluruh proyek ekstraktif dan menghormati prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC).
  4. Pemerintah perlu mendorong program ekonomi kerakyatan yang adil, melibatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama, bukan korban.

 

Tags: Aliansi Masyarakat AdatKabupaten SorongProvinsi Papua Barat DayaPSN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026

Tolak PSN: Suku Awyu meminta dukungan LMA Boven Digoel

September 18, 2026

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara