• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Status Papua dalam NKRI butuh pelurusan sejarah

May 16, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Papua

Pastor Alexandro Rangga OFM dari Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan Papua dalam webinar “Tindakan Politik Papua” yang diselenggarakan Philojustice JPIC OFM Indonesia. Dok. Tangkapan layar zoom.

0
SHARES
42
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Status Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan pelurusan sejarah.
Hal itu disampaikan Pastor Alexandro Rangga OFM dari Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan Papua dalam webinar “Tindakan Politik Papua” yang diselenggarakan Philojustice JPIC OFM Indonesia, pada Minggu  kemarin (15/05/2022).

Rangga mengatakan yang perlu diluruskan salah satunya adalah status Papua yang berbeda. Itu Karena Pemerintah Indonesia mengklaim Papua sudah sah menjadi bagian dari NKRI. Sebaliknya masyarakat Papua menyatakan mereka telah merdeka sejak 1961.
“Hal ini selalu diangkat orang Papua. Artinya kita (Indonesia) boleh mengklaim bahwa sudah sah tapi jika itu masih menjadi persoalan di akar rumput (masyarakat Papua) yang mempengaruhi kebijakan-kebijakan pembangunan, misalnya kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Papua,” ujarnya.

Menurut Rangga solusi yang dapat dipakai guna meluruskan sejarah adalah melalui jalan dialog damai Jakarta – Papua yang selama ini sudah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh gereja maupun tokoh-tokoh Papua. Akan tetapi dalam dialog semua harus dibicarakan dengan bisa merujuk dari hasil penelitian LIPI termasuk status Papua dalam bingkai NKRI.

“Yang terakhir (dialog) yang dibangun pemerintah Indonesia melalui Menkopolhukam, Mahfud MD dengan menjadikan Komnas  HAM sebagai mediator. Dialog ini pun akan susah terealisasi karena pemerintah Indonesia mau berdialog tetapi jangan minta merdeka. Padahal dalam banyak hal isu ini (Papua merdeka) menjadi salah satu isu yang harus dimasukan dalam dialog,” katanya.

Peserta diskusi, Paulus Laratmase mengatakan demokrasi yang berkeadilan tidak diperoleh dalam jajak pendapat itu sebabnya perlu diluruskan sejarah. Generasi Papua kini hanya meminta sebuah kejujuran negara terhadap masa lalu yang tidak demokratis.

“Konflik akan tetap ada jika kejujuran terhadap sejarah tidak diluruskan,” ujarnya.

Menurut Laratmase perlu rekonsiliasi nasional terhadap sikap negara yang tidak demokratis. Memang dibenak banyak kaum intelektual Papua kecenderungan memilih Papua merdeka adalah pilihan utama biarpun kini menjadi pejabat birokrasi, politisi bahkan akademisi.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

Perbedaan dan keragaman, keniscayaan yang tidak bisa dihindari di Tanah Papua

“Ini artinya perlu pendekatan yang lebih humanis dalam konteks Arend pada ranah publik yang merupakan wujud keadilan dari aspirasi rakyat Papua sendiri,” katanya. (*)

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

 

Continue Reading
Tags: PapuaPelurusan Sejarah PapuaPhilojustice JPIC OFMTanah PapuaWebinar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
Perdamaian di Tanah Papua

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

September 17, 2026
Masalah Papua

Masalah Papua tak bisa diselesaikan dengan pendekatan satu pihak

September 17, 2026

Perbedaan dan keragaman, keniscayaan yang tidak bisa dihindari di Tanah Papua

September 17, 2026

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

September 15, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara