Jayapura, Jubi – Selain tidak efisien, pemberian air secara terus menerus berakibat buruk pada padi sawah dan terkesan boros dalam penggunaan air.
Untuk itu, diperlukan inovasi atau kreativitas dalam mengantisipasi petani gagal panen padi salah satunya dengan penghematan air melalui irigasi pada musim kemarau.
“Teknik hemat air pada padi sawah untuk menekan kehilangan air dipetakan sawah,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (17/6/2022).
Dikatakan Rollo, teknik tersebut untuk meningkatkan hasil gabah per satuan luas dan volume air dengan menekan pengairan melalui irigasi agar padi sawah tidak tergenang.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Musim kemarau menyebabkan curah hujan makin pendek akibat perubahan iklim, cadangan sumber air lokal juga berkurang, sehingga terjadinya pendangkalan waduk,” ujar Rollo.
Dikatakan Rollo, penggunaan air untuk pengairan padi sawah pada musim kemarau membutuhkan 11.000 sampai 14.000 meter kubik per hektar. Sedangkan saat musim hujan membutuhkan 8.000 sampai 10.000 meter kubik per hektar.
“Pembinaan dan pendampingan terus kami lakukan agar mencegah petani padi gagal panen saat musim kemarau sehingga tetap menjaga ketersediaan pangan,” ujar Rollo.
Rollo berharap dengan memprioritaskan air sawah di aliran irigasi pada musim kemarau agar mencegah kekeringan dan meningkatkan produksi padi, yang setiap tahunnya rata-rata 250 ton.
“Kami juga mengutamakan varietas padi yang di tanam. Penghematan air sawah pada aliran irigasi untuk mengurangi aliran air yang tidak produktif, seperti rembesan. Hal ini dimulai saat persiapan lahan, tanam, dan selama pertumbuhan tanaman,” ujar Rollo. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post