Jayapura, Jubi – Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, menjadi panggung bagi kekayaan budaya Papua. Di tengah kemeriahan acara, batik asli Pegunungan Bintang berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Motif-motif unik yang terinspirasi dari alam Papua dan kekayaan budaya lokal menghiasi kain dan pakaian yang dipamerkan.
Ketua Kelompok Ekonomi Kreatif Kabupaten Pegunungan Bintang, Leoni Oktemka, mengungkapkan bahwa batik Pegunungan Bintang memiliki kekayaan motif yang luar biasa.
“Kami telah mendaftarkan sekitar 42 motif batik, namun masih ada ratusan motif lain yang belum tercatat,” ujarnya saat ditemui di lokasi festival, Kamis (21/11/2024).
Motif-motif batik tersebut, lanjut Leoni, terinspirasi dari berbagai aspek kehidupan masyarakat Pegunungan Bintang, seperti flora, fauna, dan upacara adat.
“Kami ingin melestarikan kekayaan budaya kami melalui batik ini,” tambahnya.
Batik Pegunungan Bintang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Leoni mengungkapkan bahwa produk batik mereka telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk di Papua Nugini, Wamena, dan Jayapura.
“Harga batik kami cukup terjangkau, mulai dari Rp60 ribu hingga Rp200 ribu per meter untuk kain, dan Rp60 ribu hingga Rp150 ribu untuk pakaian jadi,” jelasnya.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pegunungan Bintang, Sostenes Oropmabin, menyambut positif partisipasi kelompok ekonomi kreatif dalam festival ini.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk mempromosikan produk-produk lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sostenes menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada para perajin batik untuk mengembangkan usahanya.
“Kami akan berupaya memfasilitasi pelatihan, pemasaran, dan akses modal bagi para perajin,” tegasnya.
Leoni berharap batik Pegunungan Bintang dapat semakin dikenal dan dihargai baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami ingin batik kami menjadi ikon budaya Papua dan dapat bersaing di pasar global,” ujarnya. (*)




Discussion about this post