Waropen, Jubi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Kabupaten Waropen, Papua mendata situs cagar budaya yang ada di wilayah itu.
Sebanyak sebelas cagar budaya di Kabupaten waropen telah didata oleh Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waropen. Tiga situs di antaranya telah dilestarikan dan terus diupayakan perawatannya.
Kepala Seksi Kepurbakalaan, Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Waropen, Adrian Aibini mengatakan sebelas cagar budaya tersebut terbagi dalam dua kategori sesuai sejarah dan fungsinya masing-masing.
Tujuh di antaranya merupakan cagar budaya alam atau yang tercipta secara alami dan empat lainnya merupakan cagar budaya religius atau keagamaan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Waropen punya sebelas cagar budaya yang terbagi dalam dua kategori sesuai sejarahnya masing-masing,” kata Adrian Aibini saat ditemui Jubi di ruangan Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Waropen, Papua, Senin (02/02/2026).
Aibini merincikan kesebelas cagar budaya tersebut yakni, cagar budaya Goa Wakoiwai di Kampung Waren II (dua), Goa Batu Woumi di Kampung Urfas II (dua), Batu Kembar Suami Istri di Kampung Batu Zaman, Batu Begha di Kampung Batu Zaman, Bambu Zembai di Kampung Mambui, Tempat Keramat Sefaser dan Kokowi di Distrik Masirei.
Selanjutnya, Goa Peninggalan Tentara Jepang di Distrik Wapoga, Tugu Patung Yesus di Pulau Nau, Tugu Injil Masuk ke Waren di Kampung Waren I (satu), Tugu Injil Masuk ke Paradoi di Kampung Ruwui, Tugu Injil Masuk ke Nubuai di Kampung Nubuai.
“Dari sebelas cagar budaya itu, tiga di antaranya yang telah dilestarikan adalah cagar budaya Goa Wakoiwai di Kampung Waren II, Distrik Waropen Bawah, Goa Batu Woumi di Kampung Urfas II, Distrik Urei Faisei, dan Tugu Patung Yesus di Kampung Pulau Nau, Distrik Waropen Bawah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Waropen, Adi Fredi Iwanggin menyampaikan, pihaknya bakal terus mengupayakan pelestarian setiap cagar budaya, agar semuanya dapat terawat dengan baik dan terus terlindungi sebagai ikon budaya waropen yang masih ada.
“Tentunya tahun [2026] ini, akan kami upayakan pelestariannya melalui program-program dari bidang kami. Namun, prospek pelestarian bakal dilaksanakan secara bertahap sesuai standar pendanaan yang kami punya,” ujar Adi Fredi Iwanggin.
Menurutnya, peran penting semua pihak untuk melindungi cagar budaya sangat membantu, sehingga dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sangat diharapkan. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post