• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Pemilik Hak Sulung Tsingwarop Tuntut Keadilan Tambang Freeport

July 24, 2025
in Rilis Pers
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
Pemilik Hak Sulung Tsingwarop Tuntut Keadilan Tambang Freeport

Studi identifikasi hak ulayat yang dilakukan Universitas Cenderawasih, LEMASA, dan PT FI tahun 2014 menegaskan bahwa wilayah Tsingwarop merupakan tanah adat Amungme, dengan klen Natkime, Omabak, dan Jamang sebagai pemangku sakral wilayah puncak Ertsberg dan Grasberg.(Foto : Lampiran dokumen laporan)

0
SHARES
66
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat Suku Amungme di wilayah adat Tsingwarop—yang meliputi lembah Tsinga, Waa/Banti, dan Arwanop—menuntut pengakuan dan pemenuhan hak atas tanah ulayat mereka yang digunakan dalam operasi pertambangan PT Freeport Indonesia (PT FI) sejak tahun 1970-an.

Tuntutan tersebut disuarakan melalui dokumen laporan berjudul “Tsingwarop’s Hope: Tanah Adalah Mamaku” yang diterbitkan oleh Haris Azhar Law Office, Kamis (24/7/2025). Laporan ini sebagai bagian dari advokasi hukum dan hak asasi manusia masyarakat adat di Papua.

Bagi masyarakat Amungme, tanah bukan sekadar sumber daya ekonomi, tetapi entitas hidup yang disebut “Mama”. Mereka memandang puncak gunung sebagai kepala Mama yang suci dan keramat. Keyakinan ini menjiwai tuntutan masyarakat adat untuk mendapatkan perlakuan yang adil atas pengambilan sumber daya dari tanah mereka.

“Tanah adalah Mamaku. Kami ingin generasi kami dihargai sebagai pemilik emas raksasa di atas planet ini,” ujar Ketua Forum Pemilik Hak Sulung (PHS) Tsingwarop, Yafet Manga Beanal.

Sejarah eksplorasi tambang dimulai sejak ekspedisi Belanda tahun 1936. Freeport menandatangani Kontrak Karya pertama pada 1967 dan memulai operasi pada awal 1970-an. Setelah penemuan Grasberg pada 1988—salah satu deposit emas dan tembaga terbesar di dunia—kegiatan pertambangan berkembang pesat. Namun, perubahan besar ini juga membawa penderitaan bagi masyarakat adat.

Studi identifikasi hak ulayat yang dilakukan Universitas Cenderawasih, LEMASA, dan PT FI tahun 2014 menegaskan bahwa wilayah Tsingwarop merupakan tanah adat Amungme, dengan klen Natkime, Omabak, dan Jamang sebagai pemangku sakral wilayah puncak Ertsberg dan Grasberg.

Sejak 2016, PHS Tsingwarop menuntut kompensasi dan ganti rugi atas tanah yang digunakan perusahaan. Tuntutan mereka berlandaskan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960, UU Otonomi Khusus Papua, dan Perdasus Papua No. 23 Tahun 2008. Namun, hingga kini belum ada penyelesaian yang berpihak pada masyarakat adat.

BERITATERKAIT

Masalah PHK ribuan karyawan PT Freeport disampaikan ke Menaker

59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

Peringati kontrak perdana PT Freeport, FIM WP turun aksi

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

Investasi sosial dan program CSR PT FI dinilai belum menyentuh akar persoalan, seperti kerusakan ekosistem, hilangnya lahan berburu, dan pengabaian hak atas konsultasi dan persetujuan.

Salah satu dampak serius adalah pembuangan limbah tambang (tailing) ke Sungai Ajkwa. Laporan audit BPK tahun 2017 menyatakan bahwa sistem pengelolaan tailing Freeport bocor dan menimbulkan kerusakan lingkungan senilai Rp185 triliun. Sungai yang dulunya lebar kini menyempit drastis, ekosistem mati, dan penyakit meningkat di kalangan warga sekitar.

Dalam perluasan kegiatan tambang hingga kapasitas 300.000 ton bijih/hari, PT FI menyusun dokumen AMDAL baru pada 2020 dan 2024. Namun, proses ini dilakukan tanpa melibatkan masyarakat adat, bertentangan dengan amanat Pasal 26 UU Cipta Kerja Tahun 2020 dan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA).

Pada 2018, pemerintah Indonesia melalui PT INALUM memiliki 51,23% saham Freeport. Dari angka itu, 10% dialokasikan untuk pemerintah daerah Papua. Namun, tidak ada alokasi langsung untuk masyarakat pemilik hak ulayat. Struktur saham disalurkan lewat PT Papua Divestasi Mandiri yang dikendalikan Pemkab Mimika (70%) dan Pemprov Papua (30%).

Setelah pemekaran Provinsi Papua Tengah pada 2022, status hukum alokasi saham perlu disesuaikan. Namun hingga pertengahan 2025, belum ada regulasi yang menjamin hak masyarakat adat atas divestasi saham tersebut.

Dana Bagi Hasil: Tak Tersentuh Masyarakat

PT FI mengklaim telah menyetor triliunan rupiah sebagai pajak dan kontribusi ke kas negara dan daerah. Tetapi, masyarakat adat pemilik hak sulung tidak pernah mendapat kejelasan alokasi dana bagi hasil tersebut. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas memperparah ketimpangan.

Forum PHS Tsingwarop menegaskan perjuangan mereka akan terus berlanjut demi keadilan intergenerasional dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat. Mereka menuntut:

  • Kompensasi dan ganti rugi atas tanah ulayat,
  • Keterlibatan dalam pengelolaan dan pengawasan saham dan dana bagi hasil,
  • Pemulihan lingkungan dan ekosistem yang rusak,
  • Proses AMDAL yang adil dan partisipatif.

“Kalau ada orang masuk ke wilayah berburu tanpa izin, itu perang. Tapi sekarang kami memilih jalur konstitusional dan hukum nasional. Kami menuntut hak sebagai warga negara dan pemilik tanah,” ujar Beanal. (*)

Tags: masyarakat adat Suku AmungmePT Freeport Indonesiatanah ulayatWilayah Adat Tsingwarop
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Korban PHK

Masalah PHK ribuan karyawan PT Freeport disampaikan ke Menaker

July 10, 2026
Freeport

59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

April 7, 2026

Peringati kontrak perdana PT Freeport, FIM WP turun aksi

April 8, 2026

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026

Kontrak PT Freeport diperpanjang: Siapa yang diuntungkan?

March 5, 2026

LEMASA kritik Freeport dan Pemerintah soal hak adat dan pasca tambang

February 24, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara