• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Uskup Merauke dinilai tak mampu gembalakan umat Papua Selatan

November 6, 2024
in Rilis Pers
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
Suasana seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. - Tangkapan layar Jakartanicus

Suasana seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. - Tangkapan layar Youtube Jakartanicus

0
SHARES
69
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC dinilai tak mampu menggembalakan umatnya di Kampung Wogekel dan Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan. Hal itu ditegaskan Suara Kaum Awam Katolik Papua melalui siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Rabu (6/11/2024).

Penilaian terhadap Uskup Merauke, Mgr. Petrus Mandagi, MSC, merupakan respons Kristianus Dogopia dan Stenly Dambujai–perwakilan “Suara Kaum Awam Katolik Papua”, terhadap pernyataan sang uskup pada “Seminar Nasional PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua”, Senin (4/11/2024), yang dibacakan Romo Ferry.

Romo Ferry dalam seminar tersebut, demikian siaran pers itu, mengakui telah berkomunikasi dengan Uskup Mandagi dan membacakan teks yang didapatkan langsung dari Uskup Mandagi. 

Suara Kaum Awam Katolik kemudian menanggapi pernyataan Uskup Merauke, bahwa:

Pertama, pernyataan Uskup Mandagi yang mengatakan “kalau proyek food state adalah sebuah cara yang bagus untuk menyediakan makanan untuk orang banyak, baik yang ada di Papua dan di luar Papua, maka saya setuju” adalah keliru besar. 

Kami sebagai orang Katolik memahami dan setuju soal dogma Gereja Katolik, yang mengutamakan kepentingan banyak orang (bonum commune). Tetapi food state bukan segala-galanya. Dari keutuhan alam, dengan cara bercocok tanam, berburu, meramu dan lainnya, juga bisa menjamin kesejahteraan bersama. 

Alam adalah sumber kehidupan tak terbatas. Dia menyediakan segala macam. Keutuhan alam juga justru mampu menyediakan makanan bagi orang banyak, lantas mengapa harus bergantung pada food state dengan menggundulkan hutan dan menghancurkannya dengan alat berat? 

BERITATERKAIT

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

Provinsi Papua Selatan dapat 360 titik solar cell untuk kebutuhan listrik

Dapat dana Rp26,8 miliar: Papua Selatan diminta libatkan masyarakat adat

Di sini menunjukkan bahwa Uskup Mandagi belum memahami konteks pastoral lokal, terutama nilai-nilai kebudayaan masyarakat adat, yang bergantung pada alam. Bahkan menunjukkan sebuah sikap ketidakmampuan dalam mengkontektualisasikan karya pastoralnya;

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Kedua, kami mengkritisi pernyataan Uskup Mandagi yang mengatakan “Papua Selatan diciptakan oleh Tuhan untuk banyak orang. Itulah berkat untuk orang Papua Selatan. Transmigrasi sudah lama, kalau ada berita, bahwa Pak Prabowo melihat buah panen banyak, benih.”

Apakah dengan dalil Papua Selatan diciptakan oleh Tuhan untuk banyak orang, berarti siapa saja, termasuk transmigran, boleh masuk dan melakukan apa saja sebebas-bebasnya, berdasarkan pengalaman tahun 1960 sampai 1970-an? 

Uskup Mandagi harus bertanggung jawab atas pernyataannya ini. Kebetulan saat ini juga isu transmigrasi kembali nampak dalam pemerintahan Prabowo guna menempatkan di Tanah Papua, termasuk di Papua Selatan;

Ketiga, Suara Kaum Awam Katolik Papua mengecam pernyataan Uskup Mandagi yang menyatakan: “[orang] Papua Selatan boleh berbanggalah telah memberi keuntungan baik bagi diri sendiri maupun untuk banyak orang. Banyak orang harus diutamakan, bukan segelintir orang.” 

Sekali lagi, soal kepentingan umum itu baik adanya. Tapi logikanya seperti apa? Orang hidup sekarat; tanah adatnya dicaplok tanpa kompromi dengan baik, lalu mau berbangga seperti apa? 

Apakah Uskup Mandagi berbicara dengan bahasa roh dan suara kenabian atau mengikuti relasi kepentingan khusus? Uskup Mandagi harus bertanggung jawab terhadap umat dan masyarakat di Papua Selatan;

Keempat, menyayangkan pernyataan Uskup Mandagi yang menyatakan “baik yang ada di Papua ataupun di luar Papua, yang berteriak-teriak diberlakukan tidak adil, padahal tidak buat apa-apa untuk orang asli Papua Selatan.” 

Peta kawasan PSN Merauke yang dipaparkan dalam seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. - Tangkapan layar youtube Jakartanicus
Peta kawasan PSN Merauke yang dipaparkan dalam seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. – Tangkapan layar youtube Jakartanicus

Uskup Mandagi tidak perlu menunjuk jari kepada orang yang ada di luar. Orang luar, termasuk Suara Kaum Awam Katolik Papua, mengkritisi pernyataan kontroversialnya. Harus memperhatikan dua hal, yakni; (1) hati, sikap, keberpihakan dan kepeduliannya sebagai gembala terhadap umatnya dan; (2) turun ke lapangan langsung atau mempersilakan umat dan masyarakat datang, guna mendengarkan kegelisahan dan harapan mereka. 

Bukan malah titip berita sama orang, apalagi suruh aparat untuk menghalangi umat di jalan dan menerima mereka di tengah jalan yang penuh debu dan bau sampah, yang seolah-olah orang Malind adalah orang asing yang tidak mempunyai harga diri di mata gereja Katolik dan Mandagi sebagai pimpinan gerejanya;

Kelima, pada kesempatan ini juga kami menyikapi pernyataan Uskup Mandagi yang menyatakan: “saya tegaskan, Keuskupan Agung Merauke sama sekali tidak pernah menjual tanah milik masyarakat adat untuk proyek food state. Tetapi kini uskup kini difitnah bahwa telah jual tanah milik masyarakat adat.” 

Uskup Mandagi boleh membenarkan diri bahwa dia tidak (dinilai) menjual tanah. Namun, legitimasi yang diberikan Uskup Merauke memiliki indikasi relasi khusus, dimana, mempermudah proses agar masyarakat dan umat kehilangan basis-basis sumber ketergantungan hidup, yang berpusat pada tanah adat dan hutan adat. 

Dengan terang-terangan Uskup Mandagi membuka pintu gereja bagi penguasa dan perusahaan. Sebaliknya dia membatasi ruang bagi masyarakat dan umat. 

Beberapa anak Papua yang menamakan diri “Suara Kaum Awam Katolik Papua” melakukan aksi mingguan di depan Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura, Minggu (20/10/2024). Mereka memrotes dukungan Uskup Merauke terhadap PSN di Papua Selatan. - IST
Beberapa anak Papua yang menamakan diri “Suara Kaum Awam Katolik Papua” melakukan aksi mingguan di depan Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura, Minggu (20/10/2024). Mereka memrotes dukungan Uskup Merauke terhadap PSN di Papua Selatan. – IST

Ini menunjukkan sikap gembala yang sangat diskriminatif. Tidak perlu menuding orang lain dengan kata fitnah, justru lebih elok apabila mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perbuatannya atas nama gereja Katolik dan Tuhan;

Keenam, menanggapi pernyataan Uskup Mandagi yang mengatakan: “[pelaksanaan praktis food state bukan urusan Keuskupan Agung Merauke, itu urusan pemerintah. Gereja hanya mengingatkan bahwa proyek food state seharusnya untuk kemanusiaan dan bagi banyak orang.”

Semua orang telah memahami bahwa gereja tidak memiliki otoritas untuk menjalankan PSN ini. Tetapi pernyataan Uskup Mandagi yang menyatakan PSN atas nama kemanusiaan dan kesejahteraan banyak orang, walaupun benar, bertentangan dengan manusia yang adalah pemilik hak ulayat juga umat Katolik. 

Bagaimana umat sendiri menolak, sementara uskup sebagai pimpinan Gereja terkesan memaksakan ataupun merayu umat, agar menerima PSN atas nama kebaikan, kemanusiaan dan kesejahteraan umum? 

Pernyataan semacam ini tidak masuk di akal sama sekali. Seorang gembala tidak patut mengeluarkan pernyataan yang berat sebelah. Sebaliknya mayoritas umat menolaknya;

Ketujuh, setuju dengan pernyataan Uskup Merauke bahwa “di balik proyek strategis ini harus ada kejujuran, baik yang mendukung maupun yang menolak. Jangan ada dusta dalam perjuangan kepentingan dalam kepentingan pribadi atau mencari kekuasaan.” 

Untuk menemukan kejujuran, harus ada ruang dialog. Dialog harus didorong agar semua pihak menemukan benang merahnya. 

Uskup Mandagi memiliki tanggung jawab moral dan memiliki kapasitas untuk memediasi semua pihak, baik yang pro, maupun kontra, untuk bicara baik-baik. 

Dialog tidak membunuh, tidak melukai dan tidak juga menyakiti. Dialog ini salah satu cara yang tepat dalam menggembalakan umat yang kontekstual, yakni; merangkul, mendengarkan, melihat, merasakan dan mencari jalan keluar secara damai dan bermartabat. 

Dialog juga bisa mendekati orang dengan empati dan solidaritas guna membangun relasi yang harmoni dan memulihkan kepercayaan umat. Dialog menjadi kunci untuk melawan kesan ketidakmampuan Uskup Mandagi. 

“Harapan kami, (Uskup) Mandagi hendaknya meniru sikap Paus Fransiskus yang rendah hati, ramah pada manusia dan alam semesta, yang mengutamakan pola dialogis.” (*)

Tags: Food EstatePapua SelatanPSNPSN Meraukeuskup merauke
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

kelapa sawit

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026
Tanah Papua

Tanah Papua: Konflik separatis hingga ekologi dan sumber daya alam

August 31, 2026

Provinsi Papua Selatan dapat 360 titik solar cell untuk kebutuhan listrik

August 23, 2026

Dapat dana Rp26,8 miliar: Papua Selatan diminta libatkan masyarakat adat

August 20, 2026

52 anggota Paskibraka Papua Selatan dikukuhkan

August 15, 2026

121 tahun Gereja Katolik di Papua Selatan: Uskup serukan perdamaian

August 15, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura Police: 78 students detained during protest released
16 September 2026
Jayapura Police: 78 students detained during protest released

Sentani, Jubi – Jayapura Police said 78 students were detained while they were preparing to take part in a demonstration [...]

West Papua palm oil companies accused of dumping waste and clearing endemic forest
16 September 2026
West Papua palm oil companies accused of dumping waste and clearing endemic forest

Manokwari, Jubi – Two palm oil companies involved in National Strategic Projects (PSN), Genting Oil Kasuri Pte. Ltd (GOKPL) and [...]

Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting
15 September 2026
Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting

Sorong, Jubi – The Papua Special Committee of the Regional Representative Council (DPD RI) says it will use its institutional [...]

Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest
15 September 2026
Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest

Sorong, Jubi – Moi Indigenous youth blocked several government offices in Sorong Regency, Southwest Papua Province, on Monday (14/9/2026), as [...]

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit di Dogiyai

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

September 16, 2026
Gubernur Nawipa bangun asrama siswa di Intan Jaya

Gubernur Nawipa: Kita bangun asrama termegah di Intan Jaya

September 16, 2026
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

September 16, 2026
Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

September 16, 2026
PM PNG

PM PNG mendorong warga Memanfaatkan tanah pertanian

September 16, 2026
Vanuatu

PM Vanuatu memuji donasi China untuk pemulihan bencana ganda

September 16, 2026
Fiji

Situasi Fiji darurat karena 1 dari 60 orang dewasa hidup dengan HIV

September 16, 2026
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

September 16, 2026
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

September 16, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
kelapa sawit

Dua perusahan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat diduga timbun limbah

September 16, 2026
PM PNG

PM PNG mendorong warga Memanfaatkan tanah pertanian

September 16, 2026
Wagub Geley bertemu Kemenhub

Wagub Geley minta Kemenhub tambah dana untuk perluasan Bandara Nabire

September 15, 2026
Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit di Dogiyai

Dinkes Papua Tengah perkuat layanan penyakit menular di Dogiyai

0
Gubernur Nawipa bangun asrama siswa di Intan Jaya

Gubernur Nawipa: Kita bangun asrama termegah di Intan Jaya

0
PNG

Susan Karike Huhume, perancang bendera nasional PNG

0
Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

0
PM PNG

PM PNG mendorong warga Memanfaatkan tanah pertanian

0
Vanuatu

PM Vanuatu memuji donasi China untuk pemulihan bencana ganda

0
Fiji

Situasi Fiji darurat karena 1 dari 60 orang dewasa hidup dengan HIV

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara